Menuju konten utama

Kronologi Brand Kahf Minta Maaf Usai Dihujat Warganet Malaysia

Merek kosmetik perawatan pria, Kahf, mendapat reaksi keras usai memosting sindiran ke negara lain. Warganet Malaysia marah dan Kahf minta maaf.

Kronologi Brand Kahf Minta Maaf Usai Dihujat Warganet Malaysia
Unggahan Kahf di Threads "Hati hati Beda Level". threads/Kahf
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Brand perawatan pria asal Indonesia, Kahf, panen hujatan warganet Malaysia setelah unggahan di akun Threads resminya memicu kontroversi. Kahf sampai meminta maaf secara resmi karena netizen Malaysia mengancam akan memboikot produk tersebut dan sister brandnya seperti Wardah, Emina, dan Make Over.

Unggahan Kahf di Threads menampilkan gambar dengan tulisan “Hati-hati Beda Level”, disertai bendera Indonesia yang ditempatkan di bagian atas, sedangkan sejumlah bendera negara ASEAN lainnya, termasuk Malaysia, berada di bawah garis pada gambar. Konten itu kemudian dianggap menyiratkan bahwa Indonesia berada di atas negara-negara lain, sehingga memunculkan reaksi keras dari publik Malaysia.

Awal Mula Kontroversi Unggahan Kahf

Kontroversi bermula ketika akun resmi Kahf, @kahfeveryday, mengunggah sebuah gambar di platform Threads. Dalam gambar tersebut terdapat garis kuning dengan tulisan “Hati-hati Beda Level”, yang pada dasarnya menyerupai tulisan peringatan pada lantai atau permukaan yang memiliki perbedaan ketinggian. Namun, Kahf kemudian menambahkan simbol bendera sejumlah negara di sekitar tulisan tersebut.

Bendera Indonesia ditempatkan di bagian atas, sedangkan bendera beberapa negara ASEAN lainnya berada di bagian bawah garis. Malaysia termasuk negara yang benderanya ditampilkan pada posisi bawah.

“Tutor cara masup Eropa dong warga,” bunyi narasi dalam unggahan tersebut.

Penempatan bendera-bendera itu kemudian ditafsirkan oleh banyak warganet Malaysia sebagai simbol bahwa Indonesia menganggap dirinya berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain.

Konten tersebut diduga dibuat dalam suasana perayaan keberhasilan sepak bola Indonesia. Indonesia sebelumnya berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor 9-2 dalam pertandingan penentu FIFA ASEAN Cup 2026. Di sisi lain, Malaysia meraih kemenangan 6-0 atas Singapura. Kedua hasil tersebut menjadi penting karena posisi menuju final ditentukan oleh selisih gol.

Sebelum pertandingan berakhir, Malaysia berada dalam situasi yang cukup menguntungkan setelah menghancurkan Singapura dengan skor 6-0. Hasil tersebut membuat publik Malaysia semakin yakin bahwa tim mereka memiliki peluang besar untuk melaju ke final.

Namun, hasil pertandingan Indonesia melawan Bangladesh mengubah perhitungan tersebut. Indonesia mencetak 9 gol dan hanya kebobolan dua gol. Dengan demikian, Indonesia memperoleh keuntungan dari selisih gol yang lebih besar dan akhirnya menjadi tim yang lolos ke final.

Situasi tersebut kemudian menimbulkan kekecewaan di kalangan sebagian publik Malaysia. Selain persoalan hasil pertandingan, muncul pula perdebatan mengenai tambahan waktu dalam laga Indonesia versus Bangladesh.

Sebagian warganet Malaysia menilai tambahan waktu tersebut memberikan kesempatan lebih banyak bagi Indonesia untuk mencetak gol dan memperlebar selisih gol. Persepsi inilah yang kemudian ikut menjadi latar belakang sentimen negatif ketika unggahan Kahf beredar.

Lihat di Threads

Setelah diunggah, konten Kahf dengan cepat menyebar di media sosial dan mendapat perhatian besar dari warganet Malaysia. Pesan “Hati-hati beda level” yang dipadukan dengan posisi bendera Indonesia di atas dan Malaysia di bawah dianggap sebagai bentuk sindiran atau kesombongan terhadap negara tetangga.

Kecaman kemudian bermunculan. Sejumlah pengguna media sosial mengingatkan bahwa Kahf merupakan brand Indonesia yang juga memiliki konsumen di Malaysia. Karena itu, mereka menilai unggahan tersebut tidak seharusnya dibuat, terlebih karena hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan yang kuat.

“Sudah 3 tahun menjadi pelanggan setia, dan hanya butuh satu postingan bagimu untuk menghancurkan reputasimu sendiri. Luar biasa,” tulis akun threads @dzack_ko menyayangkan.

Sebagian warganet bahkan menyerukan boikot terhadap produk Kahf dan sister brand-nya, Wardah dan Emina.

“Satu posting simple Threads ni je, jenama Kahf yang dah susah payah bina nama di Malaysia terus kena seru boikot. Ini kes yang saya rasa semua orang marketing kena belajar,” tulis akun @farid_mommyhana.

“Kalau kamu mau memboikot Kahf, boikot juga semua *sister brand* mereka @wardahbeauty @emina @makeoverid kalau tidak, pendapatan dari *sister brand* lainnya toh akan memberikan subsidi silang dan menstabilkan arus kas perusahaan induk secara keseluruhan,” tulis akun @hawtcherry.

Kahf Hapus Unggahan dan Minta Maaf

Setelah kontroversi meluas, Kahf menghapus unggahan yang menjadi sumber masalah tersebut. Namun, tangkapan layar unggahan sudah lebih dahulu beredar luas di berbagai platform media sosial sehingga penghapusan konten tidak serta-merta menghentikan kritik.

Tidak lama kemudian, akun Threads resmi Kahf, @kahfeveryday, menyampaikan permintaan maaf. Kahf mengakui bahwa unggahan tersebut tidak dapat diterima dan tidak mencerminkan nilai yang mereka pegang sebagai sebuah brand.

Lihat di Threads

Dalam pernyataannya, Kahf menegaskan bahwa rasa hormat merupakan bagian penting dari nilai mereka. Perusahaan juga mengakui bertanggung jawab atas kesalahan tersebut serta menyatakan bahwa hubungan masyarakat Malaysia dan Indonesia selama ini dibangun atas dasar persaudaraan dan rasa hormat.

“Ikatan antara masyarakat Malaysia dan Indonesia senantiasa berlandaskan semangat persaudaraan dan rasa saling menghormati. Kami berkomitmen untuk terus menjunjung tinggi rasa hormat tersebut di berbagai negara dan budaya,” tulis Kahf.

Kahf juga menyampaikan bahwa mereka memahami permintaan maaf saja tidak cukup untuk membangun kembali kepercayaan yang telah terganggu. Karena itu, perusahaan berjanji memperbaiki diri melalui tindakan dan bukan sekadar pernyataan.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekecewaan yang timbul. Terima kasih telah mengingatkan dan meminta pertanggungjawaban kami,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait FIFA ASEAN CUP atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar