Kepakan Merpati di Langit Jakarta

kepakan Merpati Di Langit Jakarta. tirto.id/Andrey Gromico
10 Oktober 2017
Ruang terbuka makin sempit di Jakarta. Ibukota layaknya hutan beton, gedung-gedung tinggi dengan gagahnya menjajah ruang terbuka. Bahkan, burungpun tak lagi bebas menjelajahi langit di kota megapolitan ini. Di tengah sempitnya ruang terbuka itu, warga ibukota masih bisa melampiaskan hobi menerbangkan merpati: sebuah hiburan kecil di tengah semrawutnya kota Jakarta.

Di tanah kosong di samping Tempat Pemakaman umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta, terdengar sorak sorai puluhan para pehobi burung merpati melatih ketangkasan peliharaan mereka. Puluhan penggemar burung merpati datang dari seantero Jabodetabek bersukaria melampiaskan hobi. Mereka bersemangat mengayun-ayunkan merpati betina yang dipegangnya untuk hinggap tepat di merpati jantan pasangannya.

Pagi itu, Minggu (9/10/2016), mereka para penghobi merpati bersiap untuk mengikuti perlombaan merpati kolongan yang digagas oleh Pomcas kepanjangan dari Persatuan Olahraga Merpati Kolongan Casablanca. Mereka cukup mendaftar dengan biaya Rp 50 ribu per pasang merpati. Ada beberapa penghobi yang mendaftarkan 8 pasang merpati untuk memperebutkan hadiah sebuah sepeda motor bekas senilai Rp 5 juta. Merpati yang sering menjuarai perlombaan, otomatis akan menaikkan nilai jual mencapai puluhan juta rupiah perpasang.

Menyaksikan merpati terbang bebas memberikan rasa puas bagi pehobi. Mereka terpesona saat merpati jantan melesat dan hinggap di merpati pasangannya.

FOTO dan Teks: Andrey Gromico