Menuju konten utama

Hasil Riset: Shopee Kuasai 52% Lalu Lintas E-Commerce Indonesia

Hasil riset Peta E-Commerce Indonesia yang dirilis seedbacklink mencatat kunjungan ke situs Shopee mencapai 152,6 juta per bulan.

Hasil Riset: Shopee Kuasai 52% Lalu Lintas E-Commerce Indonesia
Peta Dominasi E Commerce Indonesia 2026. foto/seedbacklink
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Shopee menjadi platform e-commerce dengan lalu lintas situs terbesar di Indonesia pada kuartal III 2026. Berdasarkan riset Peta E-Commerce Indonesia yang dirilis seedbacklink, situs Shopee dikunjungi 152,6 juta kali dalam sebulan, atau 52 persen dari total kunjungan 100 platform belanja online yang diukur.

Angka tersebut menempatkan Shopee jauh di atas pesaing terdekatnya. Tokopedia berada di posisi kedua dengan 51,7 juta kunjungan, disusul Blibli 13,7 juta, Lazada 11,9 juta, dan Gramedia 6,06 juta.

Bila 99 platform selain Shopee dijumlahkan, total kunjungannya hanya 141,8 juta, masih lebih kecil dari Shopee sendirian.

Lima e-commerce dengan kunjungan situs terbesar di Indonesia, Q3 2026

Pada peringkat pertama, Shopee mencatat 152,6 juta kunjungan situs per bulan. Posisi kedua ditempati Tokopedia dengan 51,7 juta kunjungan. Selanjutnya, Blibli berada di peringkat ketiga dengan 13,7 juta kunjungan, diikuti Lazada di posisi keempat dengan 11,9 juta kunjungan. Sementara itu, Gramedia menempati peringkat kelima dengan 6,06 juta kunjungan.

Dominasi Shopee juga terlihat dari perilaku pencarian pengguna. Volume pencarian kata kunci "Shopee" di Google Indonesia mencapai 3 juta per bulan, hampir empat kali lipat Tokopedia yang tercatat 839 ribu.

Artinya sebagian besar konsumen Indonesia tidak lagi mencari "belanja online", melainkan langsung mencari Shopee.

"Kami sering mendengar Shopee memimpin, tetapi angkanya ternyata lebih ekstrem dari yang dibayangkan. Satu platform lebih besar dari 99 platform lain digabung. Bagi brand dan penjual, keputusan hadir di Shopee bukan lagi soal pilihan, melainkan soal bertahan," ujar Ahmad Desrayen, CEO seedbacklink dalam siaran pers yang diterima Tirto pada Rabu, (23/9/2026).

Pandangan tersebut sejalan dengan temuan tim riset. Bilal Hafizul dari tim Content & Research seedbacklink menjelaskan bahwa tingginya volume pencarian nama brand di Google menunjukkan konsumen Indonesia semakin terbiasa mencari nama platform atau produk secara langsung sebelum berbelanja.

"Ketika konsumen mengetik nama brand di Google, yang muncul bukan hanya halaman toko, tetapi juga artikel media, ulasan, dan unggahan media sosial. Brand yang aktif dibicarakan di luar marketplace umumnya terlihat lebih kredibel di mata calon pembeli, dan pada akhirnya ikut mendorong penjualan di Shopee itu sendiri," ujar Bilal.

Riset Peta E-Commerce Indonesia mencakup 100 platform belanja online yang menjual berbagai merek, mulai dari marketplace, ritel grocery, elektronik, fashion, kecantikan, hingga buku. Data lengkap dapat diakses publik melalui tautan ini.

Penulis: Tim Media Servis