Menuju konten utama

Hari Santri 2026, Pemerintah Harap Pesantren Jadi Tempat Aman

Pemerintah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi pesantren yang selama ini berkontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hari Santri 2026, Pemerintah Harap Pesantren Jadi Tempat Aman
Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam keterangan pers tersebut Mensesneg mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan keputusan presiden (keppres) untuk mengganti sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung) yaitu Asep Nana Mulyana menjabat Wakil Jaksa Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kuntadi menjadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Harli Siregar menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung dan Patris Yusrian Jaya menjadi Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Tahun 2026. Pemerintah berharap pondok pesantren di seluruh Indonesia terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri.

“Tentunya yang kita harapkan adalah bagaimana seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita bersama, dan pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan serta penguatan yang diperlukan,” kata Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mewakili Presiden Prabowo, dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).

Ucapan selamat tersebut ditujukan kepada seluruh santri, kiai, nyai, pengasuh pondok pesantren, hingga keluarga besar pesantren di seluruh Tanah Air.

Pemerintah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi pesantren yang selama ini berkontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk akhlak generasi muda, serta merawat persatuan dan kesatuan nasional.

Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian yang sangat besar terhadap kemajuan ekosistem pesantren di Indonesia.

“Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren. Kita semua memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendidik generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsanya,” ujar Prasetyo.

Menurut Prasetyo, peran pesantren telah terbukti sejak masa sebelum kemerdekaan hingga era modern saat ini. Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan nyata guna meningkatkan kualitas pendidikan, pembinaan santri, serta penguatan kelembagaan pesantren.

Salah satu langkah konkretnya adalah penguatan tata kelola dan pelayanan pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.

Pemerintah juga memastikan para santri mendapatkan kesempatan yang semakin luas untuk belajar, bertumbuh, dan berkarya tanpa meninggalkan nilai keagamaan, tradisi keilmuan, serta semangat pengabdian.

“Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Kita ingin para santri terus maju, terus berkembang, dan kelak dapat memberikan pengabdian yang semakin besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait HARI SANTRI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher