Menuju konten utama

Gus Ipul Dukung Sekolah Rakyat di Daerah 3T, Termasuk Intan Jaya

Pemkab Intan Jaya telah menyediakan lahan seluas tujuh hektare untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Kemensos siap mendukung usulan pembangunan.

Gus Ipul Dukung Sekolah Rakyat di Daerah 3T, Termasuk Intan Jaya
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Bupati Intan Jaya Aner Maisini di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (26/10/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, salah satunya melalui pembangunan Sekolah Rakyat permanen di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah menyiapkan sekitar tujuh hektare lahan di Kampung Jogatapa, Distrik Sugapa, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Intan Jaya Aner Maisini saat bertemu dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (26/10/2026).

“Terkait lokasi lahan, kita pemerintah sudah siapkan hampir 4 hektare tanah sudah bersertifikat, dan ada sekitar 3 hektare dalam tahapan proses, jadi, lahan yang akan diusulkan adalah 7 hektare, yang sudah disiapkan pemerintah daerah, dan atas kesepakatan masyarakat pemilik hak wilayah,” kata Aner.

Lebih lanjut, Aner menjelaskan bahwa lokasi lahan tersebut cukup strategis dan dinilai aman untuk dibangun Sekolah Rakyat. Mengingat lahan berada di kawasan ibu kota kabupaten dan dekat dengan pusat pemerintahan.

“Ini ada di Ibu Kota, dekat Kantor Bupati, ada Polres, ada Kodim, dan dari sisi keamanan, terjamin,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul menyambut baik dan mendukung usulan dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Menurutnya, lahan bisa diusulkan setelah syarat dan dokumennya terpenuhi, termasuk legalitas lahan yang diajukan.

“Kalau tanahnya nanti sudah clear, 7 hektare, dan itu dinilai datar, artinya memenuhi syarat menurut Kementerian PU, sudah, kita dorong (pengajuannya). Semangatnya Pak Bupati harus kita sambut,” kata Gus Ipul.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari usaha pemerintah untuk melaksanakan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yakni fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Usaha tersebut termasuk pembangunan di wilayah-wilayah terpencil.

“Intinya adalah kita ingin memperluas akses pendidikan untuk keluarga-keluarga yang paling tidak mampu di semua daerah, khususnya di daerah 3T,” ujarnya.

Dalam skema pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat, pemerintah daerah bertanggung jawab menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan gedung dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, Kementerian Sosial bertanggung jawab atas penyelenggaraan operasional dengan berkoordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.

Gus Ipul mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang telah menyiapkan lahan dan melakukan komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat untuk mendukung rencana pembangunan tersebut.

“Saya senang Pak Bupati Intan Jaya sepakat dan mendukung program strategis ini. Beliau juga telah melakukan konsolidasi, turun ke pelosok-pelosok, bertemu dengan tokoh-tokoh dan kepala suku untuk meyakinkan berbagai pihak bahwa pendidikan adalah jalan yang paling teruji dan terpuji untuk membuat suatu bangsa dan daerah maju,” katanya.

Gus Ipul menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil, memperoleh kesempatan mengakses pendidikan yang layak.

Sementara itu, Bupati Intan Jaya Aner Maisini menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program yang sangat penting karena merupakan bagian dari program Nawacita Presiden, sehingga pemerintah daerah harus mendukung, termasuk dalam keamanan pelaksanaannya.

“Sehingga kami pemerintah daerah juga harus mendukung. Dari sisi keamanan, kita sudah jamin, dan saya pernah membuat surat, jaminan keamanan mulai tahapan untuk survei bahkan sampai pembangunan,” kata Aner.

Aner menyebutkan kehadiran Sekolah Rakyat sangat penting untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang selama ini menghadapi kendala jarak dan keterbatasan layanan.

“Kami berharap tahun depan rencana ini bisa terwujud di Kabupaten Intan Jaya. Masyarakat dan kami semua menanti program ini. Kami siap mendukung dan mengawal proses pembangunan ini agar anak-anak kami mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis