tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, mengajak ribuan ketua RT/RW di Kota Semarang untuk menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Tugas mereka adalah membantu warga melakukan registrasi ulang dan memperbarui data perlindungan sosial secara digital.
Ajakan itu disampaikan dalam acara "Data Akurat, Sasaran Tepat: Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial", yang digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/10/2026).
Ribuan Pejabat Kelurahan se-Kota Semarang Diajak
Sebanyak 1.356 peserta, yang terdiri atas camat, lurah, serta ketua RT/RW, mengucapkan ikrar komitmen secara serentak untuk menjadi Agen Perlinsos. Ikrar tersebut dipimpin langsung oleh Mensos.
“Saya RT/RW Se-Kota Semarang, bertekad untuk membantu warga yang memang membutuhkan bantuan sosial lewat upaya untuk menjadi Agen Perlinsos dan memasukkan data-data keluarga yang memerlukan perlindungan sosial,” ucap para ketua RT/RW secara bersama-sama.
Suasana acara juga diramaikan penampilan para siswa SRT 1 Kota Semarang. Mereka tampil percaya diri membawakan tari tradisional, geguritan, pidato tiga bahasa, paduan suara, dan puisi.
Dalam arahannya, Gus Ipul menyebut ketua RT/RW sebagai ujung tombak penyediaan data yang akurat karena merekalah unit yang paling dekat dengan warga.
“Saya datang ke sini ini dalam rangka saling memperkuat, saling menguatkan, saling bekerja sama. Yang paling tahu warga itu adalah para RT/RW,” ujarnya.
Karena sifat data yang dinamis, pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran data. Gus Ipul menegaskan, “Padahal banyak Bapak Ibu sekalian di sekitar RT, RW, ada keluarga yang tidak bisa menebus ijazah putra-putrinya ketika mereka lulus. Bahwa di sekitar Bapak Ibu sekalian, banyak keluarga-keluarga yang membutuhkan bantuan negara, tetapi tidak ada di dalam data.”
Digitalisasi bansos dan peran Agen Perlinsos
Salah satu cara pemutakhiran data adalah digitalisasi bansos. Lewat skema ini, warga dapat mengajukan diri sebagai penerima bansos, sedangkan kelayakannya ditentukan oleh sistem.
Gus Ipul menambahkan bahwa tidak semua warga bisa mengakses sistem digital, entah karena tidak punya gawai atau minim literasi digital. Di situlah Agen Perlinsos dibutuhkan, yakni membantu mendaftarkan warga yang memerlukan bantuan sosial tetapi belum tercatat.
Menurutnya, menjadi Agen Perlinsos berarti bersedia menjadi relawan yang menolong orang lain, dimulai dari orang terdekat seperti tetangga yang membutuhkan.
“Maka itu gerakannya namanya Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang dimotori oleh RT-RT dengan cara memasukkan seluruh warganya dalam sistem digital,” kata Gus Ipul.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto melaporkan bahwa saat ini Kota Semarang memiliki 4.041 Agen Perlinsos. Sebanyak 8.675 keluarga telah dibantu didaftarkan oleh mereka. Capaian itu, menurutnya, menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan layanan.
“Kita perlu memastikan data warga semakin akurat, proses pendampingan semakin mudah, dan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai akses bantuan sosial,” kata Handi.
Ia berharap kegiatan tersebut melahirkan langkah nyata untuk meningkatkan ketepatan sasaran perlindungan sosial di Kota Semarang. “Semoga kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat terus tumbuh demi terwujudnya kesejahteraan yang semakin merata,” pungkasnya.
Acara itu turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Staf Khusus Menteri Sosial Bidang Komunikasi dan Media Massa Taufik Fatkhurohman, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Moh. Agus Junaidi, jajaran Forkopimda Kota Semarang, serta pejabat terkait lainnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































