Menuju konten utama

Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Bandung Berakhir Aman dan Damai

Massa aksi mengajak warga yang melintas membunyikan klakson sebagai bentuk solidaritas terhadap keresahan atas kondisi negara.

Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Bandung Berakhir Aman dan Damai
Warga dan elemen mahasiswa melakukan aksi di Asia-Afrika evaluasi Prabowo-Gibran. Selasa (20/10/2026). tirto.id/Akmal Firmansyah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Bubarkan Rezim Fasis, Tegakkan Kedaulatan Rakyat, Cabut Mandat Pemerintah yang Khianat” di sepanjang Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026).

Pantauan kontributor Tirto, massa berkumpul di depan Gedung Merdeka untuk berorasi dan menyuarakan yel-yel.

Pukul 15.18 WIB, massa bergerak melakukan long march ke arah timur Jalan Asia Afrika hingga berhenti di Simpang Lima. Di lokasi tersebut, mereka kembali berorasi dan menampilkan kesenian Benjang.

Massa kemudian memadati kawasan tersebut setelah sebelumnya bergerak dari Jalan Braga. Sejumlah aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi.

Pukul 17.18 WIB, massa bergerak ke Teras Braga, mereka bernyanyi melakukan orasi dan melaksanakan salat Magrib bersama.

Sampai pukul 18.13 WIB, massa kemudian membubarkan diri. Koordinator Media Aksi, Ezra Al Bara, menuturkan, pemilihan Jalan Asia Afrika, Braga, dan Cikapundung sebagai titik aksi bertujuan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Ezra menjelaskan massa aksi mengajak warga yang melintas membunyikan klakson sebagai bentuk solidaritas terhadap keresahan atas kondisi negara.

Ia menuturkan, aksi ini merupakan simbol ketidakpercayaan terhadap pemerintah. Ezra juga menjelaskan, massa akan terus menggelar aksi bila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia memperkirakan jumlah massa aksi mencapai sekitar 700 orang. Perkiraan itu merujuk pada keramaian di Teras Braga, Simpang Braga Pendek, dan Braga Panjang.

Ia berharap aksi tersebut dapat memperkuat solidaritas masyarakat Kota Bandung sekaligus mendorong lebih banyak warga berani menyuarakan keresahan mereka kepada pemerintah.

“Kami yakin masyarakat sudah kesal, marah, dan resah. Namun, belum semuanya cukup berani untuk turun ke jalan bersama kami,” kata Ezra.

Ia menegaskan, aksi tersebut merupakan permulaan dan massa berencana kembali turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan mereka.

"Ini hanyalah permulaan. Nanti kita akan turun kembali. Yang awalnya satu akan berlipat ganda menjadi dua, berlipat ganda, terus berlipat ganda hingga satu Kota Bandung menunjukkan amarah, kekesalan, serta kemuakannya terhadap rezim ini," ujar Ezra.

Adapun tuntutan aksi hari ini, antara lain:

1. Hentikan monopoli dan perampasan tanah rakyat berkedok ketaha-nan pangan dan transisi energi yang telah menciptakan kerusakan lingkungan, kebakaran hutan, serta perampasan ruang hidup rakyat! Bubarkan Batalyon Teritorial Pembangunan, hentikan ekspansi perkebunan skala besar, jalankan Reforma Agraria Sejati!

2. Batalkan US-Indonesia Agreement on Reciprocal Trade (ART), hentikan badai PHK dan politik upah murah, hentikan kenaikan pajak dan harga kebutuhan pokok, serta bangun industri nasional berbasis reforma agraria sejati!

3. Hentikan pemborosan dan korupsi anggaran negara! hentikan MBG, KDMP, dan proyek militer! Potong anggaran polisi dan tentara untuk dialokasikan bagi jaminan sosial rakyat terutama pendidikan dan kesehatan!

4. Stop diskriminasi negara, kekerasan aparat, kriminalisasi, serta pembungkaman hak demokratis rakyat dalam berkumpul, berserikat, berekspresi dan menyatakan pendapat!

Baca juga artikel terkait PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Kontributor: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Bayu Septianto