tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, ratusan rumah dan beberapa fasilitas ibadah di Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kerusakan imbas gempa yang terjadi pada Kamis (15/10/2026).
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyatakan sebanyak 253 rumah dan 5 fasilitas ibadah terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 222 rumah mengalami rusak ringan, 25 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak berat.
Kerusakan tersebar di tiga desa, yakni Desa Purasari di Kecamatan Leuwiliang serta Desa Cibunian dan Desa Purwabakti di Kecamatan Pamijahan.
Di Desa Purasari, sebanyak 55 rumah rusak ringan, 13 rumah rusak sedang, dan 3 rumah rusak berat. Di Desa Cibunian, sebanyak 70 rumah mengalami rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, dan 2 fasilitas ibadah rusak ringan.
Sementara itu, di Desa Purwabakti, ada 97 rumah rusak ringan, 6 rumah rusak sedang, dan 3 rumah rusak berat. Selain itu, terdapat 3 fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan ringan. Dampak gempa juga menyebabkan satu orang mengalami luka ringan yang kemudian dirawat di klinik.
Ayu menyebutkan, gempa pertama terjadi pada pukul 17.49 WIB dengan magnitudo M3,5, kemudian disusul gempa kedua pada pukul 17.58.23 WIB dengan magnitudo M4,1. Kedua gempa tersebut tergolong gempa dangkal, masing-masing pada kedalaman 9 kilometer dan 5 kilometer.
“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kedua gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” sebut Ayu dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10/2026).
Ia menyampaikan, hasil monitoring BMKG, setidaknya telah terjadi sebanyak 11 kali kejadian gempa susulan (after shock) setelah kedua gempa utama tersebut, dengan magnitudo berkisar M1,6-M2,6.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Intensitas IV MMI dilaporkan di Pamijahan dan Kabandungan. Intensitas III MMI dirasakan di Kalapanunggal, Leuwiliang, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak. Lalu, intensitas II MMI dilaporkan di Palabuhanratu, Pabuaran, dan Cicantayan.
Kepala Stasiun Geofisika Sukabumi, Agung Sabtaji, menyampaikan, gempa juga berdampak pada masyarakat di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi. Berdasar data BPBD Kabupaten Sukabumi, tercatat sebanyak 96 rumah mengalami kerusakan ringan, dengan 106 KK atau 381 jiwa terdampak.
Kerusakan tersebar di empat desa, yaitu Desa Kabandungan mencatat 84 rumah rusak ringan yang berdampak pada 94 KK atau 333 jiwa. Di Desa Tugubandung, sebanyak 9 rumah rusak ringan dengan dampak terhadap 9 KK atau 33 jiwa.
Di Desa Cihamerang, ada 2 rumah rusak ringan yang berdampak pada 2 KK atau 10 jiwa. Lalu, di Desa Mekarjaya, ada 1 rumah rusak ringan dengan dampak terhadap 1 KK atau 5 jiwa.
“Berdasarkan laporan kecamatan yang dihimpun, seluruh kerusakan rumah di wilayah tersebut masuk kategori rusak ringan. Laporan tersebut juga tidak mencatat adanya korban meninggal dunia maupun korban luka-luka,” ujarnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id


































