tirto.id - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, akan melakukan evaluasi keamanan akomodasi wisata alam di area rawan bencana.
Hal ini sebagai upaya pemerintah Kabupaten Badung agar tidak terulang kejadian serupa seperti di Eco Park Glamping Pelaga Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang beberapa waktu lalu.
"Kami berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait tingkat keamanan dan kondisi lingkungan sekitar akomodasi wisata guna mencegah dampak darin bencana seperti halnya tanah longsor," ujar Adi Arnawa, Rabu (4/11/2026).
Kejadian yang terjadi di tempat wisata pada Minggu (1/11/2026) pukul 23.00 WITA itu, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Badung khususnya. Mengingat area rekreasi alam yang memberikan tingkat kenyamanan bagi wisawatan, justru berubah menegangkan setelah dilanda hujan deras.
Hingga kini, pencarian dua orang yang terbawa tanah longsor dan diduga terbawa arus sungai yang deras masih dilakukan tim SAR gabungan dari berbagai unsur terkait.
Sejak Senin (2/11/2026) dini hari, atau sejak laporan diterima, pencarian terus dilakukan.
Pencarian dilanjutkan pada Senin pagi hingga Rabu (4/11/2026), namun belum ada tanda-tanda keberadaan korban asal Indonesia dan satu WNA.
Dari hasil perkembangan terbaru dari Basarnas Bali, diketahui korban yakni Bangkit Khoirul Mubarok asal Indonesia dan Sacha Erich Shubert asal Jerman yang hilang pascaperistiwa tanah longsor.
Adi Arnawa memastikan musibah tersebut menjadi perhatian serius, apalagi wilayah Kabupaten Badung dibagian utara tersebut tengah dikebut destinasi wisata alam dan agrowisatanya.
Sehingga evaluasi perlu dilakukan agar mencegah terjadinya bencana dan menimbulkan korban.
"Berangkat dari kejadian itu, tentu kami akan melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Meskipun, dari sisi perizinan sudah ada pengaturan dan proses yang telah ditempuh," terangnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh unsur gabungan baik BPBD Kabupaten Badung-Bali, Basarnas Denpasar, jajaran TNI-Polri hingga unsur Desa/Kecamatan ikut berjibaku bergotong royong dalam pencarian hingga pembersihan di lokasi bencana.
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































