tirto.id - Perum BULOG bersama Komisi IV DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, untuk memastikan secara langsung kondisi ketersediaan, pasokan, kualitas, dan harga beras di salah satu barometer perdagangan beras terbesar nasional.
Hasil pemantauan menunjukkan stok beras tersedia dalam jumlah melimpah, arus pasokan berjalan lancar, serta harga di tingkat pasar terpantau terkendali dengan beragam pilihan kualitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi kesinambungan pasokan beras nasional. Dari pengecekan langsung ke sejumlah kios dan gudang pedagang, stok beras terlihat tersedia dalam jumlah memadai dengan perputaran yang baik. Pasokan juga terus mengalir dari berbagai sentra produksi, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Ketersediaan yang kuat di Pasar Induk Cipinang menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi beras menuju pengecer hingga akhirnya sampai kepada masyarakat dengan harga yang tetap terjangkau.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, S.E. beserta Anggota Komisi IV DPR RI, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional, Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (PERPADI), Satgas Pangan Polri, serta jajaran Direksi Perum BULOG.
Peninjauan dilakukan dengan melihat langsung kondisi kios dan gudang distributor sekaligus berdialog dengan para pedagang untuk memperoleh gambaran faktual mengenai pasokan dan dinamika perdagangan beras di lapangan.
Dalam menjaga kesinambungan pasokan tersebut, BULOG terus memperkuat perannya dalam memenuhi kebutuhan beras medium maupun premium di berbagai kanal distribusi lainnya. BULOG bersama pelaku usaha swasta berkomitmen seoptimal mungkin menjaga suplai agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
Penguatan distribusi dilakukan dengan memastikan beras dari sentra produksi maupun stok yang dikelola BULOG dapat bergerak secara efektif dari gudang menuju pasar, sehingga keberadaan stok yang kuat benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh pedagang dan masyarakat.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, S.E. mengatakan hasil pemantauan langsung menunjukkan ketersediaan beras di Pasar Induk Cipinang berada dalam kondisi baik. Berdasarkan dialog dengan para pemilik kios, pasokan beras disebut berjalan lancar dan tersedia dari berbagai daerah produksi. Kita lihat stoknya tersedia, bahkan di belakang kios-kios ini gudangnya mempunyai stok yang banyak bahkan kita sudah tidak impor lagi.
"Kita sampaikan terima kepada Bulog dengan kerja kerasnya dapat menjaga ketersediaan stok dan harga di seluruh indonesia. Selain itu, kita berbicara dengan pemilik kios harganya pun baik, tidak tinggi sesuai dengan kualitasnya, ada harga ada barangnya. Pentingnya menjaga keberlanjutan produksi dalam negeri sekaligus memastikan distribusi berjalan efektif dari produsen hingga konsumen. Kondisi ketersediaan saat ini menunjukkan bahwa kebutuhan beras dapat ditopang oleh produksi nasional, semuanya sudah diproduksi dalam negeri. Dengan produksi yang semakin baik, kita berharap petaninya juga semakin maju dan semakin sejahtera. Stok yang kuat perlu diikuti distribusi yang efisien agar kualitas dan keterjangkauan harga tetap terjaga sampai di tingkat konsumen," ujar Siti Hediati.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. menegaskan bahwa secara nasional stok beras yang dikelola BULOG saat ini berada di kisaran 4,8 juta ton, mencakup stok untuk menjalankan berbagai penugasan pemerintah serta kebutuhan beras komersial.
Kekuatan stok tersebut menjadi fondasi penting bagi BULOG untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus merespons kebutuhan beras medium maupun premium di pasar. Dengan ketersediaan tersebut, BULOG siap menjalankan penugasan pemerintah sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi.
"BULOG tidak hanya berfokus pada besarnya stok, tetapi juga memastikan beras dapat bergerak dari hulu hingga hilir secara cepat dan tepat. Sinergi dengan produsen, penggilingan, pelaku usaha swasta, pedagang, serta jaringan distribusi terus diperkuat agar pasokan di Pasar, retail modern hingga ke masyarakat tetap terjaga. Kekuatan stok harus diikuti dengan distribusi yang efektif sehingga beras dapat tersedia dalam pilihan medium maupun premium, berkualitas baik, serta dapat dijangkau masyarakat sesuai kebutuhannya," ujar Ahmad Rizal.
Ke depan, Perum BULOG bersama pemerintah, Komisi IV DPR RI, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat pengawasan serta koordinasi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras hingga ke seluruh pelosok Indonesia.
Kehadiran negara dalam tata kelola pangan akan terus diperkuat melalui berbagai instrumen yang menjaga keseimbangan dari hulu hingga hilir memberikan kepastian penyerapan bagi petani, menjaga keberlangsungan usaha dan distribusi bagi pedagang, serta memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. Dengan stok yang kuat dan rantai pasok yang terus dijaga, BULOG berkomitmen menjadi penghubung kepentingan petani, pasar, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































