Bingkai Scapegoating The "Other" In Southeast Asia

Pengunjung mengobrol dengan latar dibelakang rangkaian foto pengungsi Rohingya karya fotografer asal Dhaka, Mahmud Rahman dalam pameran "Scapegoating The Other In Southeast Asia" di Galeri Salihara, Jakarta Selata, pada Kamis (6/12/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang pengunjung memperhatikan rangkaian foto dampak dari konflik War On Drugs karya The Night Shift (kolektif fotografer dari Filipina) dalam sebuah pameran foto bertajuk "Scapegoating The Other In Southeast Asia" di Galeri Salihara, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/12/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang pengunjung memainkan ponsel pintarnya di depan rangkaian foto karya Edy Susanto & Dwianto Wibowo yang membingkai penyerangan tempat tinggal komunitas Ahmadiyah di Lombok, Indonesia dalam sebuah pameran foto bertajuk "Scapegoating The Other In Southeast Asia" di Galeri Salihara, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Pameran foto ini menyajikan bingkai atas dampak konflik politik identitas yang dilakukan para aktor politik dengan mengkambinghitamkan para korban mereka nilai liyan di belahan Asia Tenggara. Seperti para pengungsi Rohingya di Burma, dampak 'War on Drugs" di Filipina, dan diskriminasi komunitas Ahmadiyah di Lombok-Indonesia. tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang pengunjung melintas di depan rangkaian foto karya Edy Susanto & Dwianto Wibowo yang membingkai penyerangan tempat tinggal komunitas Ahmadiyah di Lombok, Indonesia dalam sebuah pameran foto bertajuk "Scapegoating The Other In Southeast Asia" di Galeri Salihara, Jakarta Selatan, Kamis (6/12/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Pameran foto kolektif yang menampilkan bingkai dari dampak konflik politik identitas di Asia Tenggara di Galeri Salihara, Jakarta Selatan yang berlangsung dari tanggal 6-9 Desember 2018.
6 Desember 2018
Sebuah pameran foto kolektif yang menampilkan bingkai atas dampak konflik politik identitas di Asia Tenggara bertajuk Scapegoating The "Other" in Southeast Asia di Galeri Salihara, Jakarta Selatan yang berlangsung dari tanggal 6-9 Desember 2018.

Beberapa foto yang ditampilkannya seperti, rangkaian foto dari konflik War On Drugs di Filipina yang digarap The Night Shift (sebuah kolektif fotografer di Filipina) kemudian foto-foto karya Edy Susanto & Dwianto Wibowo yang menampilkan diskriminasi komunitas Ahmadiyah yang diserang kelompok tak dikenal di Lombok dan kondisi memprihatinkan para pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh pada tahun 2017 akibat represi militer Burma.

Pameran foto kolektif ini digagas bersama oleh Yayasan Tifa, SEA Junction dan PannaFoto Institute sebagai bentuk upaya untuk mengingatkan akan bahaya dan konsekuensi tragis dari politik identitas yang kerap digunakan dalam memenangkan kontestasi kekuasaan di negara-negara Asia Tenggara. tirto.id/Hafitz Maulana