Menuju konten utama

Apa Penyebab Mati Lampu di Tanjungpinang sampai Diprotes Warga?

Warga Tanjungpinang menyampaikan keluhan atas pemadaman listrik berjam-jam yang dialami. Kantor PLN setempat telah menyampaikan alasannya.

Apa Penyebab Mati Lampu di Tanjungpinang sampai Diprotes Warga?
ilustrasi listrik padam. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Imbas pemadaman listrik yang panjang di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, puluhan warga memilih untuk melakukan aksi protes ke unit PLN setempat. Hal ini dipicu oleh pemadaman listrik selama lebih dari 10 jam pada Selasa (13/10/2026) hingga Rabu (14/10) dini hari.

Aksi protes tersebut terjadi di Kantor Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT PLN Persero di Tanjungpinang. Unjuk rasa juga dilaporkan berpotensi diteruskan pada Rabu siang.

Selain menggelar aksi protes dengan mendatangi kantor PLN setempat, warga Tanjungpinang juga menyampaikan protes melalui media sosial. Di akun Instagram PLN ULP Tanjungpinang Kota, kolom komentar di salah satu unggahannya dipenuhi warga yang mengeluhkan pemadaman listrik Rabu kemarin.

“Kompesasi buat masyarakat apa ?? Telat bayar denda ??” tutur akun @jiale_lao.

“Gaa sesuai inii, ga sama kaya yang di jadwalkan,” tulis warganet dengan akun @sentralprintz.

“Spill apa yg kalian kerjakan. Apa yg rusak, apa yg di perbaiki. Coba spill. Tunjukkan video korang repair benda yg rusak dalam sambungan listrik Batam, Bintan, Pinang. Sebab ni padam bukan sejam dua jam. Ini almost 24 hour,” tulis akun @didikusuma.17 yang menuntut penjelasan pihak PLN tentang alasan pemadaman listrik berjam-jam.

Menurut unggahan akun Instagram PLN Kota Tanjungpinang di @pln.tanjungpinangkota pada Rabu (13/10), diterapkan jadwal listrik menyala dalam dua sesi sesuai pengumuman dari PLN ULB Bintan Center. Jadwal listrik menyala dibagi ke sesi pukul 06.00-12.00 dan 18.00-24.00, lalu 00.00-06.00 dan 12.00-18.00 waktu setempat pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

Alasan Pemadaman Listrik Bergilir di Tanjungpinang

Menukil Antara, pihak PLN Tanjungpinang sebelumnya telah menjelaskan alasan pemadaman listrik selama berjam-jam tersebut dikarenakan adanya pemadaman total (blackout) sistem kelistrikan di Kota Batam.

Manajer UP3 Kota Tanjungpinang Rully Agus Widanarto menyatakan, blackout yang terjadi di Kota Batam telah berdampak pada pasokan listrik ke Tanjungpinang. Hal ini dikarenakan sistem kelistrikan Kota Batam termasuk penyuplai utama listrik ke Pulau Bintan (Tanjungpinang dan Bintan).

Rully menjelaskan, blackout tersebut mulai berdampak pada pasokan listrik Tanjungpinang sejak Senin (12/10) lalu. Menurutnya, sejumlah pembangkit listrik di Batam mengalami masalah sehingga tak dapat menyuplai listrik ke Tanjungpinang hingga membuat pembangkit listrik yang tersisa tidak sanggup menanggung beban daya yang ada.

Menurut Rully, UP3 Kota Tanjungpinang memiliki dua pembangkit tenaga diesel (PLTD) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik imbas blackout Batam. Akan tetapi, dua PLTD itu memiliki daya maksimal 32 MegaWatt.

“Sedangkan beban rata-rata pemakaian listrik di Pulau Bintan per hari mencapai 80-100 MegaWatt. Makanya kita coba memaksimalkan daya yang ada untuk melayani warga secara bergantian per enam jam,” kata Rully, Selasa.

PLN Tanjungpinang menyatakan terus mengupayakan pemulihan suplai listrik dari Batam ke Pulau Bintan. PLN menunggu pemulihan PLTU Tanjung Kasam (Batam) agar dapat kembali beroperasi dan memberikan pasokan listrik ke Pulau Bintan.

"Mudah-mudahan malam ini, pasokan listrik di Pulau Bintan sudah pulih 100 persen," kata Rully.

Baca juga artikel terkait MATI LAMPU atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar