tirto.id - Aktor Andovi Da Lopez menjadi pilihan pertama Produser Aoura Lovenson Chandra untuk memerankan Jonas Prakoso dalam film drama komedi Bapak Paling Jujur. Film produksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope ini merupakan adaptasi dari film Brasil O Candidato Honesto (2014).
Aoura mengungkapkan bahwa Andovi da Lopez merupakan nama pertama yang terpikir ketika tim mulai mencari pemeran Jonas. Setelah Andovi menyatakan ketertarikannya, tim kemudian mencari sutradara, penulis, dan kolaborator lain untuk mengembangkan film tersebut.
“Saya merasa ya, cuma Andovi nih yang bisa,” ujar Aoura saat menceritakan proses pemilihan pemeran utama dalam Konferensi Pers di Jakarta pada Selasa (06/10/2026).
Pemilihan Andovi menjadi bagian penting dalam pengembangan film karena Jonas merupakan pusat cerita. Setelah Andovi menyatakan ketertarikannya, tim kemudian mencari sutradara, penulis, dan kolaborator lain untuk mengembangkan film tersebut.
Sutradara Fajar Nugros menilai Andovi memiliki energi dan kemampuan membangun dialog yang sesuai dengan karakter Jonas. Peran tersebut juga menuntut Andovi membawa energi tinggi dan menghadapi berbagai situasi tak terduga setelah Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.
Bagi Andovi, kesempatan memerankan Jonas menjadi pengalaman yang membuatnya antusias. Ia mengaku senang mendapat kesempatan memainkan karakter yang disukainya sekaligus menganggap peran tersebut sebagai sebuah privilege.
Peran Jonas menuntut Andovi menghadirkan karakter berenergi tinggi yang harus menghadapi berbagai situasi tak terduga setelah tak lagi mampu berbohong. Hal tersebut turut menjadi tantangan tersendiri dalam proses penggarapan film.
Adaptasi Cerita Brasil ke Indonesia
Meski mengadaptasi O Candidato Honesto, Bapak Paling Jujur tidak sekadar memindahkan cerita dari Brasil ke Indonesia. Karakter, situasi, dan komedi dalam film dikembangkan agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Film drama komedi Bapak Paling Jujur mengangkat kisah Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang gemar membangun citra dan selalu menyaring perkataannya. Namun, kehidupan Jonas berubah setelah sebuah kutukan membuatnya tidak lagi mampu berbohong, sehingga setiap perkataan yang ada di pikirannya keluar begitu saja tanpa bisa ia saring.
Menurut Sutradara Fajar Nugros, proses adaptasi menjadi tantangan tersendiri karena tim harus menerjemahkan cerita dari konteks Brasil ke Indonesia. Namun, ia justru menemukan sejumlah kemiripan antara kedua negara.
Kemiripan tersebut kemudian menjadi pijakan bagi tim untuk mengembangkan situasi dan komedi yang lebih relevan dengan penonton Indonesia. Sejumlah momen yang dekat dengan keseharian masyarakat, termasuk percakapan di media sosial, turut dimasukkan ke dalam cerita.
Di balik premis komedi tentang calon gubernur yang tiba-tiba tidak bisa berbohong, film ini juga mengangkat persoalan kejujuran dan kepercayaan.
Aoura mempertanyakan apa yang terjadi ketika seseorang yang selama ini membangun kehidupan dan kesuksesannya dengan kebohongan tiba-tiba tidak lagi mampu menyembunyikan kebenaran.
“Kejujuran memang mahal dan tidak selalu mudah. Tetapi bagi seorang pemimpin dan wakil rakyat, kejujuran seharusnya bukan sebuah pilihan, melainkan komitmen dan tanggung jawab,” ujar Aoura.
Fajar juga melihat kejujuran tidak hanya berkaitan dengan berkata benar, tetapi juga dengan kepercayaan yang dibangun seseorang.
“Sebuah prestasi yang dibangun di atas kebohongan, seperti membangun istana pasir,” kata Fajar
Dengan menggabungkan premis komedi dan persoalan tentang kejujuran, Bapak Paling Jujur mengajak penonton melihat hubungan antara kejujuran, kepercayaan, dan konsekuensi dari setiap pilihan.
Film garapan Fajar Nugros tersebut dijadwalkan tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.
Masuk tirto.id


































