tirto.id - Sociolla menjadi perbincangan di media sosial setelah seorang kreator konten dengan akun Threads @valdxplorer mengaku keanggotaannya di SOCO Network dihentikan. Kreator tersebut mengaitkan keputusan itu dengan pendapat yang disampaikannya mengenai isu politik Indonesia melalui media sosial.
Menanggapi polemik tersebut, Sociolla melalui akun Instagram @soconetwork memberikan klarifikasi. Perusahaan menyatakan keputusan pengakhiran keanggotaan berkaitan dengan laporan dugaan serangan personal dan intimidasi dalam interaksi salah satu anggota di media sosial pada Agustus 2026.
Sociolla menegaskan keputusan tersebut tidak berkaitan dengan pandangan politik ataupun kritik terhadap kebijakan publik. Namun, kreator yang bersangkutan menyatakan belum puas dengan penjelasan perusahaan karena dinilai belum menyertakan bukti yang mendasari keputusan tersebut.
Sociolla merupakan perusahaan e-commerce kecantikan yang berada di bawah naungan PT Social Bella Indonesia dan didirikan pada 2015 oleh Christopher Madiam, Chrisanti Indiana, serta John Rasjid. Platform ini menyediakan beragam produk kosmetik dan perawatan kulit dari beragam merek.
Pada 2019, Sociolla mengembangkan bisnisnya ke ranah offline dengan membuka gerai di sejumlah pusat perbelanjaan. Salah satunya adalah toko flagship di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, yang diresmikan pada 13 Agustus 2019.
Kronologi Polemik Sociolla dan Kreator Konten hingga Muncul Klarifikasi
Dalam klarifikasi yang diunggah di akun Instagram @soconetwork, Sociolla menjelaskan bahwa persoalan ini bermula pada 18 Agustus 2026. Saat itu, tim SOCO Network menerima laporan dari sejumlah pihak mengenai unggahan dan interaksi salah satu anggota melalui akun media sosial pribadinya.
Menurut penjelasan SOCO Network, hasil peninjauan internal menunjukkan adanya interaksi yang dinilai mengandung unsur serangan personal dan intimidasi terhadap individu lain. Perilaku tersebut dinilai tidak sesuai dengan Community Guideline atau pedoman komunitas SOCO Network.
Sebagai tindak lanjut atas laporan tersebut, pada 19 Agustus 2026, tim SOCO Network menyampaikan keputusan pengakhiran keanggotaan melalui email resmi dan WhatsApp.
Dalam pemberitahuan itu, pihak SOCO Network menjelaskan bahwa keputusan diambil berdasarkan syarat dan ketentuan komunitas. Email tersebut kemudian kembali beredar di media sosial setelah polemik mencuat pada November 2026.
Polemik mulai menjadi viral setelah kreator konten dengan akun Threads @valdxplorer mengunggah pernyataan pada 1 November 2026.
Dalam unggahannya, ia mengaku di-cancel oleh Sociolla karena menyampaikan pendapat melalui Threads.
"GUE DI CANCEL SAMA @sociolla KARNA SPEAK UP DI THREADS WKWKW," tulisnya.
Ia juga menyinggung syarat dan ketentuan perusahaan dengan menyebutnya "tone deaf". Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian warganet dan memunculkan perbincangan mengenai kebebasan berpendapat anggota komunitas.
Setelah unggahan tersebut menjadi perhatian, beredar pesan dari tim SOCO Network kepada kreator yang bersangkutan. Dalam pesan itu, tim menjelaskan bahwa unggahan di akun Threads pribadinya telah menjadi perhatian publik karena akun Instagram kreator masih mencantumkan SOCO Network pada bagian bio.
Pihak komunitas meminta agar penyebutan tersebut dihapus untuk menghindari kesalahpahaman atau anggapan bahwa pandangan pribadi yang disampaikan merupakan representasi resmi SOCO Network.
Dalam email tersebut, SOCO Network juga bermaksud mengakhiri keanggotaan Val Lestari. Pengelola komunitas menyatakan memahami hak setiap individu untuk menyampaikan pandangan dan opini pribadi melalui media sosial masing-masing.
Namun, penyebutan SOCO Network pada bio Instagram dinilai dapat menimbulkan persepsi bahwa aktivitas atau pandangan pribadi anggota berkaitan dengan komunitas.
“Sehubungan dengan hal tersebut, berdasarkan Syarat dan Ketentuan SOCO Network, melalui email ini kami menyampaikan pemberitahuan bahwa SOCO Network bermaksud mengakhiri keanggotaan Kakak di SOCO Network,” bunyi email tersebut.
Sociolla Klarifikasi usai Polemik Ramai Diperbincangkan
Setelah unggahan @valdxplorer menjadi perbincangan, Sociolla mengeluarkan pernyataan terbuka bertajuk “A Letter to Our Community”.
Dalam pernyataannya, perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekecewaan yang muncul. Sociolla juga menjelaskan bahwa keputusan pengakhiran keanggotaan sebenarnya telah disampaikan pada 19 Agustus 2026.
“Berdasarkan peninjauan tim, interaksi tersebut dinilai mengandung unsur serangan personal dan intimidasi dengan kata-kata yang tidak pantas terhadap individu lain yang tidak sejalan dengan Community Guideline SOCO Network. Sebagai tindak lanjut, pada 19 Agustus 2026, tim kami telah menyampaikan keputusan pengakhiran keanggotaan melalui email resmi dan WhatsApp, yang saat ini kembali beredar di media sosial,” tulis Sociolla dalam klarifikasinya.
Sociolla menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak berkaitan dengan pandangan politik ataupun kritik terhadap kebijakan publik.
Sociolla kembali mengingatkan lima prinsip utama yang harus dipatuhi anggota SOCO Network, yaitu saling menghormati, bertanggung jawab dalam membagikan konten, menjaga kepantasan interaksi, memahami batas antara opini pribadi dan representasi komunitas, serta mengikuti standar komunitas.
"Berbeda sudut pandang itu boleh. Saling menghormati adalah hal yang penting," tulis Sociolla dalam pernyataannya.
Meski telah memberikan klarifikasi, persoalan ini belum sepenuhnya selesai. @valdxplorer mengaku belum puas dengan penjelasan Sociolla karena perusahaan dinilai belum menyertakan bukti yang mendukung tudingan adanya serangan personal dan intimidasi terhadap individu lain.
Ia juga mengaku menerima serangan atau komentar negatif dari sejumlah akun media sosial setelah menyampaikan keberatannya terhadap keputusan tersebut.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































