tirto.id - Permata Bank mengangkat pentingnya perencanaan kekayaan jangka panjang melalui Wealth Wisdom 2026 yang memasuki tahun ke-12 penyelenggaraannya. Program tahunan ini mengusung tema “Finding Balance, Building Resilience” untuk menjawab kebutuhan nasabah dalam menghadapi perubahan dan mempersiapkan masa depan.
Director of Consumer & Branch Banking Permata Bank, Eddie Sajoga, menjelaskan bahwa Wealth Wisdom dirancang untuk membantu masyarakat mengelola kekayaan secara lebih menyeluruh. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui enam pilar, yakni frugality, purpose, health, relation, giving, dan moment. Keenam pilar itu mencakup pengelolaan sumber daya secara bijak, tujuan hidup, kesehatan, hubungan dengan sesama, kebiasaan memberi, serta penghargaan terhadap waktu dan momen kehidupan.
“Dengan demikian, secara holistik kita melihat secara keseluruhan tersebut menghadirkan Wealth Wisdom, sehingga bisa menambah wawasan, pengetahuan bagi nasabah kita,” ujar Eddie dalam Media Briefing Wealth Wisdom 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Melalui enam pilar tersebut, Permata Bank menempatkan pengelolaan kekayaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup. Pendekatan ini menekankan bahwa keberlanjutan kekayaan tidak hanya ditentukan oleh aset yang diwariskan, tetapi juga oleh nilai dan karakter yang diteruskan kepada generasi berikutnya.
Brand Ambassador Permata Bank, Atiqah Hasiholan, mengatakan bahwa kekayaan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah harta yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas dan makna dari hal-hal yang dimiliki seseorang.
“Kalau aku mengukur kekayaan itu bukan dari sekadar berapa banyaknya, tapi lebih pada kualitasnya,” ujar Atiqah.
Menurut Atiqah, kekayaan tidak hanya berupa aset material, seperti rumah dan uang, tetapi juga mencakup warisan yang dapat memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. Karena itu, membangun karakter yang kuat dan baik menjadi bagian penting dari warisan yang berkelanjutan.
“Yang sama pentingnya adalah membangun karakter yang kuat, yang baik, yang kemudian ketika kita sudah tidak ada misalnya, itu menjadi warisan yang lebih sustain buat generasi kemudian,” katanya.
Sementara itu, Division Head Strategic Marketing & Communication Permata Bank, Glenn Ranti, menjelaskan bahwa rangkaian Wealth Wisdom 2026 telah diselenggarakan di enam kota sebelum Jakarta, yakni Semarang, Makassar, Bali, Medan, Surabaya, dan Bandung. Setiap kota memiliki karakteristik dan kebutuhan nasabah yang berbeda. Karena itu, materi yang disampaikan disesuaikan dengan konteks wilayah masing-masing.
“Kalau kita melihat memang tadi sesuai dengan tema dari Wealth Wisdom sendiri di mana kita mempunyai enam pilar yang memang harus disinkronisasikan. Itu kita melihat bahwa di kota-kota itu sebetulnya memerlukan informasi yang sedikit berbeda,” ujar Glenn.
Meski kebutuhan informasi di setiap kota berbeda, Wealth Wisdom tetap berangkat dari tujuan yang sama, yakni mendorong masyarakat memahami kekayaan secara lebih menyeluruh.
“Namun kembali lagi yang kita satukan adalah benang merahnya, di mana kita harus menyeimbangkan bahwa semua kegiatan yang kita lakukan itu dapat memberikan kekayaan yang secara holistik,” ujar Glenn.
Melalui Wealth Wisdom 2026, Permata Bank mengangkat pengelolaan kekayaan sebagai bagian dari perencanaan kehidupan jangka panjang. Selain pertumbuhan aset, pendekatan ini mencakup keseimbangan hidup, kesehatan, hubungan sosial, serta persiapan warisan yang dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































