tirto.id - Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Pusat dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) mendorong penguatan pemenuhan layanan dasar melalui 6 bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penguatan tersebut menjadi salah satu fokus dalam kunjungan TP Posyandu dan TP PKK ke Posyandu Beawaek, Desa Compang Cibal, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (7/10/2026).
Mewakili Ketua Umum TP Posyandu dan TP PKK Tri Tito Karnavian, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Umum TP Posyandu Pusat sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat Safriati Safrizal mengatakan, saat ini Posyandu telah mengalami transformasi yang signifikan.
Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi telah berkembang menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam mendukung pemenuhan pelayanan dasar melalui 6 bidang SPM, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), serta sosial.
Transformasi tersebut memperluas peran Posyandu dalam mendukung pelayanan dasar di tingkat masyarakat. Salah satu bidang yang turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan 6 SPM adalah Trantibumlinmas, yang juga memiliki keterkaitan dengan upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.
"Salah satu bidang yang menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut adalah bidang Trantibumlinmas. Sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu," katanya.
Dia melanjutkan, bidang Trantibumlinmas mencakup kegiatan penyuluhan dan rehabilitasi trauma pascabencana, komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana, pencegahan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum melalui deteksi dini dan cegah dini, pembinaan dan penyuluhan pelaksanaan patroli pengamanan, serta pemberdayaan pelindungan masyarakat dalam rangka mendukung ketenteraman, ketertiban umum, dan keamanan lingkungan.
Rangkaian peran tersebut menunjukkan bahwa Posyandu dapat menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat, tidak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga dalam menghadapi berbagai kondisi yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum.
Dengan demikian, kehadiran Posyandu di tingkat desa dan kelurahan diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tanggap, peduli, dan memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan ketenteraman, ketertiban umum, maupun bencana di lingkungannya.
"Oleh karena itu, melalui kegiatan penyaluran bantuan pemerintah melalui TP PKK dan TP Posyandu pada hari ini bukan sekadar bentuk pemberian bantuan, tetapi juga merupakan wujud kepedulian, kebersamaan, dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan pascabencana," ujarnya.
Ia melanjutkan, pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga pemulihan ketahanan keluarga dan sosial masyarakat. Dalam hal ini, peran PKK dan Posyandu menjadi sangat penting sebagai penggerak perubahan di tingkat keluarga dan komunitas. "Dengan dukungan seluruh pihak dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," tambahnya.
Ia mengajak pengurus dan kader PKK serta Posyandu untuk terus aktif melakukan pendampingan, edukasi kesehatan, serta memastikan pelayanan Posyandu tetap berjalan, terutama bagi kelompok rentan. Kehadiran kader di tengah masyarakat akan menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi keluarga yang terdampak.
"Mari kita bangun kembali kehidupan masyarakat dengan semangat gotong royong, saling peduli, dan saling menguatkan, agar daerah terdampak dapat pulih dan bangkit dengan lebih baik," tandasnya.
Sejalan dengan transformasi tersebut, TP Posyandu Pusat juga mendorong pelaksanaan registrasi bagi Posyandu yang ada di NTT. Registrasi ini menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan pendataan Posyandu agar pelaksanaan peran dan fungsinya dapat berjalan secara lebih optimal.
Selain itu, sebagai bagian dari penguatan pelayanan Posyandu, dalam kesempatan tersebut juga diserahkan sejumlah bantuan untuk Posyandu Beawaek. Bantuan tersebut berupa 1 antropometri kit yang terdiri atas timbangan bayi, stadiometer, length board, dan timbangan dengan pengukur tinggi badan; 1 BMHT kit yang terdiri atas kasa steril, kasa perban, plester rol, pouch P3K, povidone iodine 10 persen, dan plester luka; 6 alat pengukur tekanan darah; 30 kursi pelayanan; 50 paket makanan ringan anak; 50 paket sembako; 5 dus air mineral; 1 dus Promina Snack Rice Strawberry; 5 dus susu Indomilk Cokelat; 8 dus susu Ultramilk Tango; dan 2 dus susu UHT Cokelat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP Posyandu Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih Laka Lena, Ketua TP PKK Kabupaten Manggarai Meldyanti Hagur Marcelina, Kepala Desa Compang Cibal beserta jajaran, pengurus dan kader TP Posyandu serta TP PKK Provinsi NTT, Kabupaten Manggarai, dan Desa Compang Cibal, serta perwakilan dari tiga Posyandu di Kabupaten Manggarai.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































