Menuju konten utama

Tiga Arahan Gus Ipul Jelang Akhir Tahun

Gus Ipul meminta jajaran Kemensos memublikasikan capaian kinerja dua tahun, mematangkan peresmian Sekolah Rakyat, dan menuntaskan target kinerja 2026.

Tiga Arahan Gus Ipul Jelang Akhir Tahun
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat memimpin rapat pimpinan yang diikuti kepala sentra, kepala balai, dan kepala Sekolah Rakyat seluruh Indonesia secara daring melalui zoom pada Senin (19/10/2026). (FOTO/dok.Kemensos)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menekankan tiga arahan kepada seluruh jajaran Kementerian Sosial menjelang akhir tahun.

Pertama, menyampaikan capaian nyata kepada publik pada 20 Oktober dalam rangka dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kedua, memastikan kesiapan peresmian gedung permanen Sekolah Rakyat. Ketiga, menuntaskan target kinerja akhir tahun melalui pengadaan yang bersih dan tepat waktu.

Arahan tersebut disampaikan saat ia memimpin rapat pimpinan yang diikuti kepala sentra, kepala balai, dan kepala Sekolah Rakyat seluruh Indonesia secara daring melalui zoom pada Senin (19/10/2026). Gus Ipul meminta seluruh unit memperkuat koordinasi dan menjalankan pekerjaan secara terintegrasi.

“20 Oktober seluruh unit kerja harus hadir di ruang publik dengan capaian nyata,” ujar Gus Ipul dalam keterangan resmi.

Ia meminta seluruh jajaran ikut menyampaikan hasil kerja Kemensos dalam mendukung dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Seluruh pihak diminta terlibat dalam penyebarluasan informasi capaian program.

Untuk mendukung publikasi tersebut, setiap unit diminta menyerahkan rekapitulasi kinerja. Informasi tersebut kemudian dikemas melalui teks rilis dan video dengan narasi yang sederhana, faktual, serta dekat dengan kehidupan masyarakat.

Arahan kedua berkaitan dengan persiapan peresmian gedung permanen Sekolah Rakyat. Gus Ipul mengatakan bahwa agenda tersebut sebagai etalase kerja Kemensos sehingga seluruh persiapan harus dilakukan secara matang.

“Ini adalah etalase kerja Kemensos, dan PR-nya masih banyak, tetapi kepercayaan ini harus dipelihara, dijaga, dan ditingkatkan,” katanya.

Pada arahan ketiga, Gus Ipul turut meminta jajaran memanfaatkan sisa tahun anggaran untuk menuntaskan target kinerja 2026 sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program pada 2027. Percepatan penyerapan anggaran perlu dikonsolidasikan dan dipantau secara berkala.

“Akhir tahun, target tercapai, anggaran terserap,” katanya.

Untuk menjalankan ketiga arahan tersebut, Gus Ipul meminta seluruh unit kerja memperkuat kerja sama dan menghilangkan ego sektoral. Ia menekankan agar setiap jajaran bekerja secara proaktif untuk menyelesaikan target yang telah ditetapkan.

Dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Gus Ipul juga meminta seluruh unit bekerjasama sesuai peran masing-masing.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut mencakup pendidikan, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan keluarga sehingga membutuhkan keterlibatan lintas unit. Baik dalam hal pendataan dan penjangkauan hingga pendampingan siswa serta orang tua.

“Karena di dalam Sekolah Rakyat itu ada tiga fungsi, yaitu fungsi edukasi, fungsi rehabilitasi, dan fungsi pemberdayaan,” katanya.

Gus Ipul secara khusus meminta kepala sekolah segera melaporkan kondisi siswa yang memerlukan penanganan. Sentra-sentra Kemensos diminta membantu agar persoalan yang dihadapi siswa dapat ditindaklanjuti melalui pendampingan dan layanan yang sesuai.

“Jangan sampai kita terlambat mengetahui keadaan siswa di sana. Lebih-lebih kalau kita dengarnya malah dari medsos,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepala sekolah agar tidak ragu melaporkan perilaku tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang berpotensi membahayakan siswa. Menurutnya, pelaporan cepat diperlukan untuk melakukan mitigasi dan mencegah siswa menjadi korban kekerasan.

Selain perbaikan layanan, Gus Ipul meminta jajaran Kemensos menuntaskan target kinerja akhir tahun dengan tetap menjaga kepatuhan terhadap ketentuan. Ia menegaskan bahwa percepatan pekerjaan, termasuk pengadaan, harus mengikuti prosedur yang berlaku.

“Menteri itu tidak perlu disenang-senangkan. Yang perlu itu adalah prestasi,” tegasnya menutup rapat.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis