tirto.id - Meluasnya penggunaan teknologi digital di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) belum cukup menjadi ukuran keberhasilan transformasi bisnis. Peningkatan produktivitas, perluasan pasar, dan penguatan kapasitas pengusaha dinilai perlu menjadi tolok ukur berikutnya.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) dalam Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) TDA 9.0 yang berlangsung di Surabaya pada 13–15 Oktober 2026.
Data Bank Indonesia menunjukkan hingga Juni 2026, QRIS telah menjangkau 65,77 juta pengguna dan 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen merchant merupakan UMKM. Sepanjang semester I 2026, nilai transaksi QRIS mencapai Rp1,12 kuadriliun, meningkat 93,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Besarnya nilai transaksi tersebut menggambarkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital. Namun, adopsi teknologi pembayaran tidak dengan sendirinya menunjukkan seberapa besar peningkatan keuntungan, efisiensi, maupun daya saing pada masing-masing pelaku usaha.
Chief Marketing, Media & Technology TDA 9.0, Arif Wicaksono Pramunagoro, mengatakan transformasi digital perlu diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis.
“Go Digital bukan tujuan akhir. Teknologi harus menghasilkan produktivitas, membuka pasar dan menciptakan peluang. Pengusaha perlu bergerak dari Go Digital menuju Go Produktif dan Go Kompetitif.”
Pertumbuhan Ekonomi dan Kapasitas Pengusaha
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Sementara pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, TDA menilai kemampuan pelaku usaha dalam menangkap peluang ekonomi perlu terus diperkuat.
Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, mengatakan tantangan pertumbuhan usaha tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga kemampuan pengusaha meningkatkan kapasitas dan memperluas jaringan bisnis.
“Pertumbuhan ekonomi harus semakin mampu melahirkan pengusaha yang ikut tumbuh. Tantangannya bukan hanya mendapatkan modal, tetapi juga memperkuat kapasitas, produktivitas, akses pasar, teknologi, konektivitas, serta kemitraan,” kata Ferdian.
Menurut TDA, perubahan teknologi, perilaku konsumen, dan persaingan usaha menuntut pengusaha terus mengembangkan kemampuan adaptasi.
Chief Entrepreneur Development TDA 9.0, Dedy Syandera Putera, mengingatkan bahwa keberadaan peluang ekonomi tidak otomatis menghasilkan peningkatan skala bisnis.
“Peluang tidak otomatis menjadi pertumbuhan jika kapasitas pengusahanya tidak ikut berkembang.”
Penguatan Kapasitas dan Akses Pasar
Untuk menjawab tantangan tersebut, TDA memperkuat pengembangan kapasitas pengusaha melalui TDA Academy, yang mencakup pembelajaran manajemen, keuangan, pemasaran, kepemimpinan, pengelolaan sumber daya manusia, teknologi, dan kesiapan pengembangan skala usaha.
TDA juga mengembangkan platform TDA One untuk menghubungkan pengusaha dengan kebutuhan bisnis, pengetahuan, akses pasar, serta peluang kolaborasi dalam jaringan komunitas.
Selain pengembangan teknologi, kemitraan lintas sektor menjadi perhatian TDA dalam membangun ekosistem usaha yang saling mendukung.
Ketua Pelaksana MUKERNAS TDA 9.0 sekaligus Chief Ecosystem Development, Ichlasul Amal Rangga Winata, mengatakan jaringan pengusaha perlu mampu mempertemukan berbagai kebutuhan dan potensi bisnis.
“Pengusaha tidak tumbuh sendirian. Ekosistem harus mampu mempertemukan kebutuhan, potensi, dan peluang. Dari pertemuan menjadi peluang, dari peluang menjadi kolaborasi dan dampak,” ujar Amal.
Melalui MUKERNAS TDA 9.0, sekitar 500 pengurus dari 119 daerah di Indonesia berkumpul untuk membahas penguatan kapasitas bisnis, pemanfaatan teknologi, perluasan akses pasar, dan kemitraan usaha.
Secretary General TDA 9.0, Hendy Windardy, menegaskan pentingnya memastikan keputusan organisasi dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi anggota.
“Strategi baru berarti ketika diterjemahkan menjadi eksekusi yang terukur dan manfaatnya dirasakan member,” lanjutnya.
Penguatan kapasitas, pasar, teknologi, dan kemitraan diharapkan membuat transformasi digital tidak hanya meningkatkan aktivitas transaksi, tetapi juga membantu pengusaha membangun bisnis yang lebih produktif dan berdaya saing.
Masuk tirto.id

































