Menuju konten utama

Tangsel Siapkan 109 Pos Gizi untuk Penanganan Stunting

Pemkot Tangsel menargetkan 109 Pos Gizi pada 2029 untuk mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak serta penanganan stunting berbasis masyarakat.

Tangsel Siapkan 109 Pos Gizi untuk Penanganan Stunting
Program Penanganan Stunting Tangsel. (FOTO/Dok. Pemkot Tangsel)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat penanganan stunting melalui pengembangan Pos Gizi di seluruh kecamatan. Program tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Pos Gizi menjadi wadah pemberian makanan bergizi tambahan sekaligus edukasi dan pendampingan terkait pemenuhan gizi ibu dan anak. Pemkot Tangsel menargetkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya dua Pos Gizi yang didukung kader kesehatan.

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan penguatan Pos Gizi merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi, terutama pada periode 1.000 HPK yang dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Menurut Pilar, pemenuhan gizi pada periode tersebut berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta daya tahan tubuh.

“Pos Gizi bukan hanya tempat pemberian makanan tambahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bermain dan tumbuh,” ujar Pilar merujuk keterangan resmi pada Kamis (24/9/2026).

Program Pos Gizi telah berjalan sejak 2023 dan kini dikembangkan dengan sasaran yang lebih tepat. Program tersebut terutama menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.

Dalam pelaksanaannya, makanan bergizi tambahan disiapkan melalui kerja sama dengan pelaku UMKM lokal yang telah memenuhi kualifikasi. Menu yang diberikan diawasi ahli gizi Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan gizi sasaran.

Selain pemberian makanan tambahan, Pos Gizi menjadi bagian dari intervensi berbasis masyarakat. Masyarakat mendapatkan edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi, sementara anak-anak memperoleh ruang bermain yang aman.

Pilar yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tangsel mengatakan pemerintah masih menjalankan sejumlah intervensi untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian penanganan stunting di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian ini tidak membuat kita berhenti. Pemerintah akan terus memperkuat program agar kualitas sumber daya manusia Tangsel semakin sehat, unggul, dan berdaya saing,” katanya.

Pemkot Tangsel menargetkan 109 Pos Gizi tersebar di seluruh wilayah pada 2029. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah membutuhkan dukungan kader kesehatan, tokoh masyarakat dan lingkungan, pelaku UMKM, serta partisipasi masyarakat.

Pilar mengapresiasi peran kader kesehatan, tokoh lingkungan, dan masyarakat yang selama ini mendukung pelaksanaan Pos Gizi. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar penanganan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis