Menuju konten utama

Survei Matriks: Sederet Menteri Terburuk di Era Prabowo

Natalius Pigai menempati peringkat pertama menteri terburuk sebesar 82,6 persen, sedangkan Nusron Wahid pada peringkat kedua (78,3%).

Survei Matriks: Sederet Menteri Terburuk di Era Prabowo
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyampaikan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi rencana pembentukan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (REDAM) di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/kye
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah nama menteri dan pejabat strategis lainnya di tubuh Kabinet Merah Putih menjadi sorotan publik. Temuan survei Matriks Politik Indonesia menunjukkan Menteri HAM Natalius Pigai dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai menteri-menteri yang terburuk.

Natalius Pigai menempati peringkat pertama menteri terburuk sebesar 82,6 persen, sedangkan Nusron Wahid pada peringkat kedua (78,3%), disusul Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (75,2 persen).

Lalu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (68,2 persen), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (65,7 persen), dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (60,7 persen).

“Natalius Pigai dan Nusron mendapat penilaian sebagai menteri terburuk di jajaran kabinet pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” ucap Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Menurut Supriyadi, sosok Nusron Wahid menjadi menteri terburuk dengan popularitas cukup tinggi sebesar 72,9 persen.

“Nama Nusron disebut-sebut dalam perkara suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor, yang terungkap setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK,” ujar Supriyadi.

Sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN yang dipimpin Nusron ikut ditangkap, selain kalangan politisi dan pengusaha. KPK juga tengah menelusuri peneriman gratifikasi lainnya hingga jual-beli jabatan di lingkungan ATR/BPN.

Nusron diketahui berkali-kali mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi.

“Kasus ini menyita perhatian publik, di sisi lain profil Nusron sendiri cukup dikenal sebagai politisi dan pejabat dengan rekam jejak panjang,” tutur Supriyadi.

Sementara itu, Natalius Pigai memiliki tingkat pengenalan publik sebesar 54,3 persen, dan Dody Hanggodo 27,7 persen.

“Sejak awal menjabat, Natalius Pigai termasuk deretan menteri yang dinilai kontroversial dengan berbagai pernyataannya, hingga digugat oleh pegawainya sendiri di Kementerian HAM,” sebut Supriyadi.

Demikian pula dengan Dody Hanggodo yang gaya komunikasi publiknya dinilai menuai persepsi negatif dari publik.

“Sebelumnya Dody Hanggodo diterpa berbagai isu seperti bocornya surat perjalanan dinas ke Amerika membawa keluarga, hingga berujung mutasi sejumlah pegawai Kementerian PU,” tutur Supriyadi.

Nama-nama lainnya dalam deretan menteri terburuk sekaligus popularitasnya sangat tinggi adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mencapai 85,3 persen.

Sedangkan, tingkat popularitas Yandri Susanto sebesar 35,1 persen dan Maruarar Sirait 34,3 persen.

Menteri-menteri lain yang dinilai buruk adalah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (55,3 persen), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (50,7 persen), Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini (45,5 persen), dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (40,3 persen).

Sebagai informasi, Survei Matriks Politik Indonesia dilakukan pada 10-15 Oktober 2026, kepada 1200 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling) mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga artikel terkait SURVEI atau tulisan lainnya dari Antara

tirto.id - Flash News
Penulis: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama