tirto.id - SHINPO, brand produk plastik rumah tangga dan furnitur asli Indonesia, berkolaborasi dengan FoodCycle Indonesia melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) “Cooking for Impact - Masak Bersama Berdampak” di dapur FoodCycle Hub Matraman, Jakarta Timur.
Dalam kegiatan ini, tim Shinpo terlibat sebagai relawan mulai dari menyortir dan menyiapkan bahan pangan berlebih yang masih layak konsumsi, memasak, mengemas hingga mendistribusikan makanan siap santap kepada penerima manfaat. Kolaborasi ini menjadi aksi nyata untuk meningkatkan kesadaran terhadap persoalan food loss and waste sekaligus memperpanjang manfaat pangan yang masih layak dikonsumsi.
Persoalan sisa pangan masih menjadi tantangan nyata di Jakarta. Kajian Badan Pangan Nasional tahun 2025 mencatat sekitar 175.415 ton sisa pangan dan sampah makanan dari sektor hotel, ritel, usaha makanan dan minuman, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lima kota administrasi DKI Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 53.495 ton atau 30,5% masih berpotensi diselamatkan, sementara sekitar 5.303 ton berpotensi didonasikan atau dipulihkan.
Melalui program Masak Bersama Berdampak, FoodCycle Indonesia mengolah surplus pangan yang masih layak menjadi makanan siap santap. Di tahun 2026, program ini telah menghasilkan sedikitnya 7.000 porsi makanan dengan keterlibatan 2.280 relawan.

Dalam program Masak Bersama Berdampak, bahan pangan berlebih yang diterima FoodCycle terlebih dahulu disortir untuk memastikan kelayakannya, kemudian diolah menjadi makanan siap santap dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Pendekatan ini sejalan dengan upaya penyelamatan pangan atau food rescue, yaitu mencegah pangan layak konsumsi berakhir sebagai sampah dan mengalihkannya menjadi manfaat bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, tim SHINPO tidak hanya memberikan dukungan, tetapi ikut turun langsung sebagai relawan. Kami ingin menunjukkan bahwa selain mengurangi sampah plastik sekali pakai, kepedulian lingkungan juga dapat dimulai dari hal sederhana lainnya, termasuk menghargai pangan, mengurangi yang terbuang, dan membagikan manfaatnya kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Livia Halim, Marketing Manager SHINPO.
Sepanjang kegiatan, sebanyak belasan relawan dari PT Sahabat Intim Plasindo, produsen brand SHINPO, berpartisipasi dan bersama FoodCycle Indonesia menghasilkan ratusan porsi makanan yang kemudian disalurkan kepada Yayasan Al Islah yang menaungi ratusan lansia dan anak yatim di Jakarta Timur.
“Kami menyambut baik keterlibatan SHINPO dalam program Masak Bersama Berdampak. Kehadiran perusahaan dan para karyawannya sebagai volunteer menjadi bagian penting dalam memperluas kesadaran bahwa penyelamatan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dari proses memilah, memasak hingga menyalurkan makanan, setiap kontribusi membantu mengurangi pangan terbuang sekaligus memberikan manfaat kepada komunitas yang membutuhkan,” ungkap Astrid Paramita, CEO & Co Founder FoodCycle Indonesia.
PT Sahabat Intim Plasindo turut mendonasikan produk SHINPO untuk mendukung proses penyortiran, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan dalam kegiatan operasional FoodCycle.
Produk seperti wadah Donatsu dan Sorento food storage juga container box digunakan sesuai kebutuhan untuk membantu penanganan pangan agar lebih rapi dan terorganisir, mulai dari saat bahan diterima dan disortir, dipindahkan ke area pengolahan, hingga siap didistribusikan.
Penggunaan perlengkapan yang dapat digunakan kembali, termasuk wadah penyimpanan bebas BPA (Bisphenol-A) dan food safe, juga mendukung proses penanganan pangan yang aman sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada wadah sekali pakai.
“Melalui kolaborasi bersama FoodCycle Indonesia, SHINPO berharap semakin banyak masyarakat menyadari bahwa mengurangi food waste dapat dimulai dari langkah sederhana yakni membeli pangan secukupnya, menyimpan bahan makanan dengan baik, menggunakan kembali wadah yang masih layak, serta memanfaatkan pangan secara optimal sebelum menjadi sampah. Karena semakin banyak pangan yang dapat diselamatkan, semakin besar pula manfaat yang dapat diteruskan kepada orang lain.” pungkas Livia.
Masuk tirto.id































