tirto.id - Lebih dari 44 ribu siswa mengikuti pendidikan di 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Program Kementerian Sosial (Kemensos) ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera yang belum memperoleh akses pendidikan secara memadai, termasuk mereka yang belum pernah bersekolah atau putus sekolah.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum terlibat dalam proses pembangunan.
“Di Sekolah Rakyat memadukan antara pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Ini adalah bagian dari program strategis Bapak Presiden Prabowo yang ingin menjangkau mereka-mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan,” kata Gus Ipul usai merujuk keterangan resmi pada Rabu (21/10/2026).
Penerimaan siswa Sekolah Rakyat tidak menggunakan tes akademik. Sebagai gantinya, siswa mengikuti matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan belajar. Sebagian siswa juga memerlukan rehabilitasi sebelum dapat mengikuti pembelajaran secara optimal.
Dari 182 titik penyelenggaraan, sebanyak 93 titik telah menempati gedung permanen untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Fasilitas yang tersedia meliputi laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, serta pembelajaran berbasis teknologi melalui Learning Management System (LMS).
Kemensos juga menyiapkan papan tulis digital dan laptop untuk mendukung pembelajaran. Lebih dari 15 ribu laptop telah dibagikan untuk mendukung pembelajaran tahun ajaran 2025, sedangkan sekitar 30 ribu unit tambahan direncanakan pada 2026 dan masih dalam proses pengadaan.
Gus Ipul mengatakan, penggunaan laptop bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi. Namun, perangkat tersebut dibatasi untuk kegiatan belajar di kelas.
“Ini untuk menyiapkan anak-anak supaya lebih akrab dengan teknologi karena mereka adalah digital native. Tetapi laptop ini hanya untuk di kelas, tidak boleh dibawa keluar ke asrama atau ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Jadi hanya untuk pembelajaran di kelas,” jelas Gus Ipul.
Selain memberikan akses pendidikan kepada siswa, Kemensos mengintegrasikan Sekolah Rakyat dengan program pemberdayaan ekonomi keluarga. Orang tua siswa didorong mengikuti program sesuai hasil asesmen kebutuhan, mulai dari penguatan kapasitas, bantuan modal usaha, hingga penguatan aset untuk mendukung kemandirian ekonomi.
Gus Ipul menyebutkan, sekitar 7.000 keluarga telah menerima bantuan perbaikan rumah agar memiliki hunian yang lebih layak. Sementara itu, lebih dari 160 ribu keluarga telah diberdayakan melalui berbagai program Kemensos. Sebagian dari keluarga tersebut merupakan orang tua siswa Sekolah Rakyat.
“Seluruh orang tua siswa Sekolah Rakyat kita masukkan juga dalam program pemberdayaan pemerintah, tidak hanya di Kemensos. Jadi yang di Kemensos memberikan dukungan rintisan. Sementara nanti akan diteruskan oleh Kementerian lain. Nanti siswanya lulus, orang tuanya diharapkan menjadi keluarga yang lebih mandiri,” kata Gus Ipul.
Pemberdayaan keluarga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan kementerian lain, termasuk yang membidangi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta perindustrian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memastikan dukungan berlanjut sesuai kebutuhan dan potensi usaha masing-masing keluarga.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Setiap gedung direncanakan berdiri di atas lahan seluas 7 hingga 8 hektare, dengan kapasitas yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari satu juta siswa secara keseluruhan.
“Kalau mengasumsikan satu gedung permanen kapasitasnya lebih dari 2 ribu siswa tingkat SD, SMP, dan SMA,” kata Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk ke Sekolah Garuda. Siswa juga didukung untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil.
SRT 4 Kabupaten Bandung saat ini berdiri di atas lahan milik Kemensos. Pemerintah juga merencanakan pembangunan gedung permanen di atas lahan milik Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung.
Gus Ipul menjelaskan, kepemilikan lahan akan menentukan cakupan wilayah penerimaan siswa di gedung permanen Sekolah Rakyat.
“Kalau tanahnya dari Kabupaten Bandung, seluruh warga Kabupaten Bandung saja yang boleh sekolah di situ. Kalau untuk miliknya Kemensos ini seluruh Indonesia boleh di sini. (Apabila) punya gubernur (provinsi) hanya dari kabupaten kota di provinsi tersebut,” jelas dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk Sekolah Rakyat.
“Bapak Bupati sangat support PSN, salah satunya Sekolah Rakyat. Bukan hanya Sekolah Rakyat, tetapi juga KDMP dan MBG. Ke depannya, apa pun yang dibutuhkan dari PSN ini, saya yakin Pak Bupati akan selalu mendukung,” kata Ali.
Menurut Ali, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program untuk mempersiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai pembangunan manusia perlu menjadi perhatian selain pembangunan fisik.
“Kalau kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, dan kita ingin disebut siap. (Kesiapan) kita bukan sekadar dilihat dari gedung-gedung pencakar langitnya. Tapi satu hal yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusianya,” kata Ali.
Ia berharap siswa Sekolah Rakyat dapat tumbuh menjadi generasi yang berkontribusi bagi Indonesia pada masa mendatang.
“Kita semua tidak tahu. Mungkin adik-adik yang sekarang di Sekolah Rakyat ini, kedepannya mereka akan menjadi generasi emas yang sangat luar biasa untuk mengharumkan nama baik Indonesia di masa mendatang,” pungkas Ali.
Penampilan Siswa dalam Kunjungan Mensos
Dalam kunjungan ke SRT 4 Kabupaten Bandung, Gus Ipul didampingi Ali Syakieb dan tiba sekitar pukul 13.29 WIB. Kedatangan mereka disambut para siswa yang mengenakan pakaian dinas lapangan dan meneriakkan yel-yel penyambutan. Suasana semakin meriah ketika para hadirin menyanyikan lagu Maju Tak Gentar sebelum Mensos menuju tempat yang telah disediakan.Acara dipandu oleh Ghazy Ghalibie, siswa Sekolah Rakyat yang tampil sebagai pembawa acara. Rangkaian kegiatan dibuka dengan atraksi baris-berbaris variasi di atas panggung yang dipimpin Danton Satria Wijaya. Penampilan tersebut mendapat tepuk tangan dari para hadirin.
Para siswa kemudian menampilkan tari tradisional Jaipong dan seni bela diri pencak silat. Dalam pertunjukan pencak silat, siswa mengenakan pakaian serba hitam dan memperlihatkan kelincahan serta kekompakan gerakan.
Penampilan berikutnya berupa pidato dalam tiga bahasa asing. Dzaky Pratama berpidato dalam bahasa Inggris, Voni Rahmaini dalam bahasa Arab, dan Siti Nuraisyah dalam bahasa Mandarin. Ketiganya menyampaikan pesan tentang semangat meraih cita-cita melalui pendidikan di Sekolah Rakyat.
Rangkaian pertunjukan dilanjutkan dengan paduan suara yang mengenakan seragam dinas pesiar dan membawakan lagu tradisional Sunda Jang, yang dirangkai dengan lagu Ibu dan Ayah. Penampilan tersebut diiringi pembacaan puisi oleh Vania mengenai impian anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Rangkaian penampilan tersebut memperlihatkan potensi, bakat, dan kepercayaan diri siswa Sekolah Rakyat yang berkembang melalui proses pembelajaran.
Sejumlah pejabat turut menghadiri acara tersebut, antara lain Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki, perwakilan Kapolres Bandung Kompol Bony Yuniar, Dandim Bandung Letkol Kav. Samto Betah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ningning Hendasah.
Hadir pula Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Agustinus Budi Prasetyohadi dan Andy Kurniawan, Sekretaris Ditjen Linjamsos Beni Sujanto, Direktur PSNK Faisal, Kepala Biro Humas Devi Deliani, serta kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan SRT 4 Kabupaten Bandung, dan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Bandung.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































