tirto.id - Jasmine Azzahra Setyobudi kembali mendapat perunggu di Asian Games. Atlet putri BMX Racing Indonesia itu mengulang pencapaiannya di Hangzhou ketika finis ketiga pada nomor BMX Racing putri Asian Games 2026 di Nagoya Velodrome BMX Race Course, Jepang, pada Senin (28/9/2026).
Jasmine finis ketiga dalam final BMX Racing dengan catatan waktu 34,932 detik untuk meraih medali perunggu. Sementara itu, medali emas berhasil diraih atlet tuan rumah, Sae Hatakeyama usai mencatat waktu 33,401 detik, diikuti pembalap Cina, Liao Wanyi yang meraih medali perak.
Hasil tersebut membuat Jasmine kembali membawa pulang perunggu Asian Games setelah edisi Hangzhou 2022 yang digelar pada 2023 juga menempati posisi 3. Dia pun menambah pundi-pundi medali kontingen Indonesia.
Kendati begitu, perjalanan Jasmine menuju podium medali di Nagoya tidaklah mudah. Dalam persiapan menuju Asian Games 2026, dia sempat mengalami cedera akibat crash, dan harus menjalani operasi beberapa kali.
"Perjalanan Jasmine ke sini juga enggak gampang, karena Jasmine ada beberapa crash, terus juga habis operasi. Jadi mungkin persiapannya tuh enggak banyak," kata Jasmine dalam siaran pers Tim Media CdM Asian Games 2026.
Berpacu di Lintasan yang Tak Sepenuhnya Kering
Sebelum lomba digeber, Jasmine sudah mengenal lintasan Nagoya karena ia menjalani dua hari latihan di lokasi. Kondisi lintasan berubah dari hari ke hari: hujan pada latihan pertama, kering pada latihan kedua, kemudian tidak sepenuhnya kering ketika lomba berlangsung.
"Ini kedua kalinya Jasmine balap di Nagoya. Kemarin ada practice dua hari. Cuaca hari pertama hujan, hari keduanya kering, hari ini enggak kering, nggak basah juga. Alhamdulillah berjalan lancar. Treknya technical sekali," ujarnya.
Menurut laporan media Cina, Xinhua, perlombaan BMX Racing berlangsung dalam kondisi hujan ringan di Nagoya Velodrome BMX Race Course. Dalam format kompetisi tersebut, setiap kategori menjalani tiga babak pendahuluan. Sebanyak 4 pembalap teratas dari setiap heat kemudian melaju ke final yang diikuti 8 pembalap. Kemudian final ditentukan lewat satu balapan.
Kondisi lintasan menjadi salah satu tantangan bagi Jasmine dan semua pembalap yang tampil. Pasalnya, hujan yang sempat turun membuat permukaan lintasan sedikit basah, terutama di area-area tikungan. Meski demikian, Jasmine mampu melewati semua rintangan dan finis di posisi 3 untuk merebut medali perunggu.
Di babak final, Jasmine berhadapan dengan pembalap-pembalap papan atas Asia. Sae Hatakeyama akhirnya jadi pembalap tercepat, sekaligus membawa Jepang meraih emas BMX Racing putri. Selain di kategori putri, tuan rumah juga meraih medali emas di kategori putra melalui Asuma Nakai.
"Yang nomor satu itu [Sae Hatakeyama] sudah world class. Ya Alhamdulillah bisa mempertahankan medali perunggu kedua kalinya di Asian Games ini," kata Jasmine.
Perunggu Kedua dan Target Berikutnya
Medali di Nagoya memperpanjang catatan Jasmine di Asian Games. Ia sebelumnya meraih perunggu pada nomor yang sama di Hangzhou 2022, yang penyelenggaraannya berlangsung pada 2023.
Bagi Jasmine, hasil di Nagoya juga jadi pijakan untuk menghadapi persaingan di level lebih tinggi. Ia mengakui pembalap-pembalap yang dihadapinya membuat persaingan terasa berat, tetapi targetnya tetap mencapai level dunia.
"Ngeri sih, memang orang-orang itu. Tapi insya Allah selalu diusahakan," ujarnya.
BMX Racing sendiri sudah jadi bagian dari program Asian Games sejak Guangzhou 2010. Pada Aichi-Nagoya 2026, nomor BMX Racing masuk bagian dari cabang balap sepeda, bersama nomor road, track, mountain bike, dan BMX freestyle.
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Permadi Suntama
Masuk tirto.id

































