Menuju konten utama

Perbaikan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Telan Rp5 T

Pemerintah berupaya mempercepat perbaikan 4.922 sekolah terdampak bencana di Sumatra. Targetnya rehabilitasi rampung dalam tiga tahun.

Perbaikan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Telan Rp5 T
Konferensi Pers Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti. tirto.id/Nanda Surya Shadan
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp5 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi 4.922 sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan sumber pembiayaan berasal dari anggaran reguler Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ditambah dana tambahan dari Kementerian Keuangan.

Tito menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi dan konferensi pers perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

“Yang intinya adalah beliau (Mendikdasmen) menggunakan anggaran dari reguler ditambah dengan dari kementerian keuangan tambahan yang totalnya lebih kurang Rp5 triliunan dan itu digunakan untuk melakukan rehab dan rekon 4.922 sekolah di 3 provinsi,” katanya.

Menurut Tito, pengerjaan belum sepenuhnya rampung. Sebagian sekolah sudah selesai 100 persen, sebagian lain baru 70-99 persen, hingga masih di bawah 50 persen.

“Ada 616 [sekolah yang progres perbaikannya] di bawah 50 persen,” ujarnya.

Menurut Tito, di antara hambatannya adalah ada 97 lokasi sekolah yang harus direlokasi. Lahan sebagian sekolah hilang, terkena longsor atau banjir, atau berada di kawasan rawan bencana.

“Karena tanahnya ada yang hilang. Kena longsor, kena banjir, atau di daerah yang rawan, sehingga memang harus dipindahkan,” lanjutnya.

Relokasi itu memerlukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk pengadaan lahan dan perbaikan akses jalan ke sekolah. “Ini kami koordinasikan nanti dengan Kementerian PU. Titik-titiknya di mana saja,” lanjut Tito.

Proses pemulihan juga terganggu banjir susulan di tiga provinsi. Tito mencontohkan banjir bandang di Aceh Tenggara pekan lalu.

Rehabilitasi sekolah ditargetkan rampung dalam tiga tahun, tetapi pemerintah berupaya mempercepatnya agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih baik.

“Sebetulnya waktunya adalah 3 tahun. Tapi saya paham dari paparan beliau (Mendikdasmen) tadi beliau berusaha untuk secepat mungkin selesai. Agar proses belajar-mengajarnya juga berlangsung dalam suasana yang ideal," terang Tito.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pemulihan pendidikan pascabencana dilakukan melalui lima program. Pertama, pembangunan kembali sekolah yang rusak ringan, rusak berat, hingga yang harus dibangun total karena kerusakan sangat parah.

Kedua, pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran, seperti meja kursi, laboratorium, dan buku pelajaran. Program lainnya mencakup pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran, termasuk peralatan belajar dan buku.

“Yang kedua adalah program pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran. Jadi kami memberikan bantuan untuk sekolah-sekolah itu pertama peralatan belajar meja kursi, laboratorium dan sebagainya kemudian buku-buku pelajaran dan juga bantuan-bantuan untuk mendukung dan memastikan pembelajaran berlangsung sebagaimana mestinya," Jelasnya.

Selain memastikan pembelajaran tetap berjalan, Mu'ti juga memastikan siswa kelas 12 terdampak bencana tetap dapat mengikuti Tes Kemampuan Akademik pada Oktober.

“Bagaimana kami berusaha semaksimal mungkin agar semua kegiatan pembelajaran dapat terlaksana sebaik-baiknya terutama adalah untuk kelas 12," ujar Mu'ti.

Mu’ti mengatakan sebagian besar sekolah terdampak telah kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah asal, meski masih terdapat sekolah yang menumpang di sekolah lain.

Sebagian besar sekolah terdampak, kata Mu'ti, sudah kembali belajar di sekolah asal. Beberapa sekolah masih menumpang di sekolah lain.

Baca juga artikel terkait PENANGANAN BENCANA atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Nanda Surya
Editor: Dina T Wijaya