Menuju konten utama

Kurs Rupiah Tembus Rp18.021 Per Dolar AS Hari Ini, IHSG Melemah

Nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar AS menembus Rp18.021. Di sisi lain, IHSG juga ikut melemah. Simak penjelasannya berikut ini.

Kurs Rupiah Tembus Rp18.021 Per Dolar AS Hari Ini, IHSG Melemah
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (13/7/2026). Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.109 per dolar AS pada perdagangan Senin (13/7) sore, rupiah melemah 44 poin atau 0,24 persen dibandingkan dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS imbas ketegangan geopolitik AS-Iran yang meningkat di Timur Tengah. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka melemah pada Jumat (16/10/2026). Seturut Bloomberg, per pukul 09.04 WIB, rupiah bergerak melemah 83 poin atau 0,46 persen, membuat nilai 1 dolar AS berada di level Rp18.021.

Rupiah dibuka melemah di tengah situasi penguatan dolar AS atas mata uang kawasan Asia. Selain rupiah, ringgit Malaysia melemah 0,06 persen; baht Thailand melemah 0,08; yen Cina melemah 0,02 persen; dolar Singapura melemah 0,05 persen; dan yen Jepang melemah 0,02 persen.

Sementara itu, untuk rupiah, pelemahan pada awal perdagangan hari Jumat merupakan ketiga kalinya dalam tiga hari perdagangan terakhir. Dirilisnya data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS disinyalir masih menjadi salah satu faktor utama dalam pelemahan rupiah hari ini.

Menurut Muhammad Amru Syifa dari Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), data inflasi CPI AS untuk bulan September telah menunjukkan lonjakan hingga 3,7 persen, melampaui ekspektasi pasar di level 3,6 persen.

Dalam keterangannya untuk Antara pada Kamis, Muhammad Amru menjelaskan bahwa hal itu memperkuat ekspektasi pasar tentang Bank Sentral AS (The Fed) yang akan mempertahankan kebijakan moneter ketatnya. Ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga lanjutan, juga masih tinggi.

“Kondisi ini berpotensi mendorong aliran modal menuju aset berdenominasi dolar AS dan membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah,” katanya.

Sementara itu, penyedia layanan indeks global MSCI mengumumkan bahwa pasar saham Indonesia kini berkemungkinan dikeluarkan dari klasifikasi Emerging Market menjadi Standalone Market. Opsi tersebut kini tengah ditinjau dan keputusan final baru akan dikeluarkan pada Juni 2027 mendatang.

Dalam keterangannya, MSCI menilai bahwa situasi pasar Indonesia kini tidak lagi sesuai dengan klasifikasi Emerging Market. Hal ini didasarkan pada kekhawatiran pelaku pasar terhadap “kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham” dan “dugaan praktik perdagangan terkoordinasi”.

IHSG Hari Ini di Sesi Pagi 16 Oktober

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan pagi hari ini juga dibuka melemah. Pada awal perdagangan sesi pagi, indeks terjerembab di zona merah.

Seturut RTI Business, IHSG dibuka melemah di level 5.393,924. Per pukul 09.33 WIB, IHSG terus melemah dan terjerembab ke level 5.206,337.

Selama periode awal perdagangan sesi pagi ini, IHSG telah bergerak dalam rentang level 5.193,222 hingga 5.404,508. Sepanjang pergerakan itu, hanya ada 19 saham yang menguat, sementara 663 saham melemah dan 32 saham stagnan.

Sejauh ini, IHSG mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp2,53 triliun. Nilai turnover itu didapat dari penjualan 7,1 miliar saham melalui 197.946 kali transaksi.

Baca juga artikel terkait KURS RUPIAH atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar