Menuju konten utama

Neneng Goenadi Mendengar Langsung Cerita Para Mitra Pengemudi

Lewat NGASO, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi bertemu Mitra Pengemudi di sejumlah kota untuk mendengar cerita dan aspirasi mereka.

Neneng Goenadi Mendengar Langsung Cerita Para Mitra Pengemudi
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi bersama para Mitra Pengemudi dalam kegiatan NGASO (Ngobrol Asik Seputar Ojol) sebagai ruang untuk mendengar langsung cerita, kebutuhan, dan aspirasi Mitra. (FOTO/dok. Grab)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Melalui Ngobrol Asik Seputar Ojol (NGASO), Neneng Goenadi berdialog langsung dengan para Mitra Pengemudi di Yogyakarta, Bandung, dan Makassar. Pertemuan berlangsung dalam suasana ceria dan terbuka. Para Mitra tidak hanya berbicara tentang pengalaman saat bekerja, tetapi juga berbagi cerita mengenai keluarga, usaha yang mereka bangun, serta tantangan yang dihadapi dalam keseharian.

Bagi Neneng, percakapan langsung seperti ini penting untuk memahami kehidupan dan kebutuhan para Mitra secara lebih utuh. “Grab senantiasa mendengar dan belajar dari pengalaman teman-teman Mitra untuk terus melakukan perbaikan dan memberikan dukungan yang lebih relevan dan tepat sasaran. Suara Mitra benar-benar didengar, bukan hanya dicatat,” ujar Neneng merujuk keterangan resmi pada Jumat (25/9/2026).

Yogyakarta: Para Perempuan yang Terus Melangkah

Body Artikel 1 Grab Bonus 2

Seorang Mitra Pengemudi perempuan Grab berbagi cerita dalam kegiatan NGASO (Ngobrol Asik Seputar Ojol) di Yogyakarta tentang perjuangan menopang keluarga dan membangun kembali masa depan. (FOTO/dok. Grab)

Di Yogyakarta, Neneng mendengar cerita dari para Mitra Pengemudi perempuan yang menjalani peran penting di dalam keluarga, sekaligus aktif di tengah komunitas.

Siti Musabikhah pernah merintis usaha keripik sebelum pandemi membuat usahanya bangkrut. Sebagai ibu tunggal, ia kemudian memilih bergabung sebagai Mitra Pengemudi dengan menyewa motor listrik.

Dari pendapatannya sebagai Mitra, Siti berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Menjadi Mitra membantunya perlahan membangun kembali kehidupan setelah kehilangan usaha yang sebelumnya menjadi sumber pendapatan.

Elin Wardani memiliki cerita yang berbeda. Sebagai perantau, ia harus mengambil peran lebih besar ketika suaminya terkena PHK. Ia kemudian bergabung sebagai Mitra Pengemudi dengan menggunakan motor listrik sewaan, sambil menabung hingga mampu membeli kendaraan sendiri.

Dengan motor tersebut, Elin dapat menjalankan aktivitasnya secara lebih mandiri sekaligus memastikan keempat anaknya tetap bersekolah. Anak sulungnya kini telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Mendengar cerita mereka, terasa jelas bahwa di balik setiap perjuangan perempuan, ada tekad, ketangguhan dan pilihan untuk terus melangkah,” ujar Neneng.

Bandung: Saat Pekerjaan Berjalan Berdampingan dengan Cita-Cita

Body Artikel 2 Grab Bonus 2

Kegiatan NGASO (Ngobrol Asik Seputar Ojol) di Bandung menjadi salah satu momen pertemuan Neneng Goenadi dengan para Mitra Pengemudi dalam rangkaian kunjungan ke sejumlah kota. (FOTO/dok. Grab)

Di Bandung, Neneng mendengar cerita tentang para Mitra yang menjalani berbagai peran dalam kehidupan mereka, dan menyelaraskan cita-cita dengan pekerjaan yang kini mereka emban.

Salah satunya adalah Agus, yang menceritakan perjalanannya mengembangkan UMKM hingga memiliki bengkel sendiri. Menjadi Mitra Pengemudi dan membangun usaha merupakan dua hal yang ia jalani secara bersamaan. Sambil menjalankan aktivitasnya sebagai Mitra untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Agus mengembangkan bengkelnya secara bertahap hingga menjadi usaha yang semakin mandiri.

Sementara itu, Dewi Sartika menceritakan perjuangannya sebagai ibu tunggal dalam membesarkan dan menyekolahkan anak. Ia juga menceritakan bagaimana program GrabScholar membuka kesempatan yang lebih luas bagi pendidikan keluarganya.

Mendengar kedua cerita tersebut, Neneng melihat bagaimana para Mitra berusaha menjaga kebutuhan keluarga sembari membangun peluang untuk masa depan. “Saya banyak terinspirasi oleh semangat para Mitra dalam memperjuangkan masa depan bagi diri sendiri dan keluarga,” ujar Neneng.

Makassar: Cerita tentang Bangkit dan Membangun Kembali

Body Artikel 3 Grab Bonus 2

NGASO (Ngobrol Asik Seputar Ojol) di Makassar menghadirkan cerita para Mitra Pengemudi tentang ketangguhan, keluarga, dan upaya membangun kembali kehidupan. (FOTO/dok. Grab)

“Selama di Makassar, saya kembali belajar tentang arti pantang menyerah. Semangat untuk bisa terus bangkit begitu terasa dalam obrolan saya bersama teman-teman Mitra Pengemudi,” ujar Neneng.

Semangat tersebut tercermin dalam cerita Sulaiman. Ia bergabung sebagai Mitra setelah terkena PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Bersama istri dan anak-anaknya, ia perlahan membangun kembali kehidupannya hingga berhasil memiliki rumah dan melunasi cicilan dua kendaraan.

Eka Prasetya juga memulai perjalanannya sebagai Mitra setelah kehilangan pekerjaan sebagai pengawas kontraktor. Saat itu, ia menghadapi beban hutang dan harus tinggal jauh dari keluarganya di Pulau Jawa. Seiring waktu, Eka membangun usaha salon untuk istrinya. Usaha tersebut kemudian berkembang dan mempekerjakan beberapa orang. Kini, ia berhasil membawa keluarganya memiliki rumah yang nyaman.

Bagi mereka, menjadi Mitra dapat menjadi bantalan sosial yang membantu bertahan di tengah masa-masa penuh ketidakpastian. Dari sana, mereka menemukan cara untuk kembali menata kehidupan, mendukung keluarga dan membangun sesuatu yang dapat terus berkembang.

Mendengar untuk Terus Belajar

Body Artikel 4 Grab Bonus 2

CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi berbincang dengan para Mitra Pengemudi dalam kegiatan NGASO (Ngobrol Asik Seputar Ojol) sebagai bagian dari upaya Grab untuk terus mendengar dan belajar dari pengalaman Mitra. (FOTO/dok. Grab)

Bagi Neneng, setiap pertemuan dengan Mitra Pengemudi memberikan kesempatan untuk mendengar langsung pengalaman mereka, memahami konteks kehidupan mereka dan membawa masukan tersebut sebagai bahan pembelajaran bagi Grab.

“Grab selalu belajar banyak dari teman-teman Mitra Pengemudi. Setiap cerita yang dibagikan bukan hanya didengar, tetapi benar-benar akan kami jadikan bahan untuk terus berbenah,” ujar Neneng.

Dari Yogyakarta hingga Makassar, cerita yang dibagikan para Mitra hadir dalam bentuk yang berbeda. Di balik semuanya, ada kehidupan yang terus mereka perjuangkan serta harapan yang dibangun melalui setiap perjalanan.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis