tirto.id - Satoru Mochizuki resmi dicopot dari jabatan pelatih Timnas Putri Indonesia. Melatih Garuda Prertiwi, Mochizuki memberikan banyak kontribusi signifikan. Apa saja daftar trofi Mochizuki bersama Timnas Putri Indonesia?
PSSI pada Kamis 5 November 2026 malam mengumumkan bahwa mereka telah berpisah dengan pelatih berusia 62 tahun itu. Dalam rilis resminya, PSSI sangat berterima kasih atas goresan sejarah yang telah diciptakan Mochizuki bagi sepak bola putri Indonesia.
"Arigatou gozaimashita, Coach Mochi. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan sejarah indah yang ditinggalkan untuk Garuda Pertiwi," demikian keterangan resmi di akun @timnasindonesia.
Pelatih asal Jepang itu resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Putri Indonesia oleh PSSI pada 20 Februari 2024. Bukan pekerjaan yang mudah karena pada saat itu tidak ada liga putri yang digulirkan di Indonesia. Artinya, Mochizuki tidak bisa memilih pemain berdasarkan performa mereka di kompetisi.
Bahkan saat itu Mochizuki tidak hanya diberi tugas melatih Timnas Putri senior. Tapi juga melatih Timnas U17 Putri seperti saat mereka bermain di Piala Asia U17 Putri 2024 di Pulau Bali. Sayang, saat itu Indonesia menjadi juru kunci grup dengan total kebobolan 37 gol dan hanya bisa mencetak 1 gol.
Debut Mochizuki melatih Timnas Putri senior baru terjadi pada 28 Mei 2024 dalam laga uji coba melawan Singapura. Indonesia kala itu menang 5-1 melalui gol-gol dari Marsela Awi (2 gol), Claudia Scheunemann (2 gol), dan Reva Octaviani. Kemenangan yang membangkitkan gairah sepak bola putri Indonesia.
Setelah itu ada beberapa laga uji coba dilakoni skuad Garuda Pertiwi. Dua kemenangan atas Bahrain diraih dengan skor 3-2 dan 3-0 dalam laga tandang di Bahrain. Setelahnya, Indonesia kalah dari Hong Kong 2-3 dan 1-4 sebelum dihajar Belanda 15-0.
Semua laga uji coba itu dimaksudkan agar para pemain siap menyambut turnamen baru yaitu AFF Women's Cup 2024. Turnamen ini memang berlabel Piala AFF, tapi berbeda dengan Piala AFF Putri biasanya.
AFF Women's Cup hanya diikuti 6 negara Asia Tenggara dengan ranking terendah. Nantinya hasil dari AFF Women's Cup menjadi acuan siapa tim yang berhak lolos ke Piala AFF Putri bersama Thailand, Vietnam, dan lainnya. Singkatnya, AFF Women's Cup dapat dikatakan sebagai babak kualifikasi menuju Piala AFF.
Pada edisi perdana AFF Cup tersebut Indonesia sukses keluar sebagai juara. Namun perjalanannya tidak mudah karena sempat ditahan imbang Kamboja 0-0 di laga pembuka. Tapi kemenangan 1-0 dari Malaysia memastikan Indonesia lolos ke semifinal.
Gol-gol dari Claudia, Reva, dan Octavianti Dwi Nurmalita membawa Indonesia menang 3-0 dari Singapura di babak semifinal. Kemudian di final, Indonesia menjadi juara usai menang dari Kamboja 3-1 melalui gol Reva (2 gol) dan Sydney Hopper. Sebuah kemenangan yang sukses mengukir sejarah bagi Timnas Putri Indonesia.
Gelar juara tersebut membuat Timnas Putri Indonesia datang ke AFF Cup Putri 2026 dengan status mentereng, yakni sebagai juara bertahan. Pada laga pertama, Garuda Pertiwi sukses menang dari Timor Leste 2-0 melalui gol Emily Nahon dan Estella Loupatty. Sayang, di laga kedua Indonesia bermain imbang 1-1 lawan Kamboja walau tetap berhasil lolos ke semifinal.
Timnas Putri Singapura kembali menjadi lawan Garuda Pertiwi di semifinal, sama seperti pada tahun 2024. Kali ini Indonesia menang 2-0 melalui gol Gea Yumanda dan Remini Rumbewas untuk memastikan tiket ke laga final.
Pada laga puncak tersebut Indonesia giliran berhadapan dengan Laos. Gelar juara kembali diraih dan terasa semakin manis ketika mewujudkannya dengan kemenangan 5-0 atas sang lawan. Gol-gol Indonesia kala itu dicetak oleh Hopper, Isabelle Nottet, Estella, Felicia De Zeeuw, dan Emily.
Dua gelar juara itu jelas membuat nama Mochizuki masuk dalam buku sejarah Timnas Putri Indonesia. Hal itu karena memang dua gelar itu menjadi gelar pertama yang bisa diraih Timnas Putri Indonesia. Semua tentu tidak lepas dari tangan dingin seorang Mochizuki.
Sebagai tambahan, Timnas Putri Indonesia juga sempat meraih predikat sebagai juara 3 FIFA Series 2026. Dalam turnamen mini tersebut, Indonesia awalnya kalah dari DR Congo 1-7. Satu gol Indonesia kala itu diciptakan Claudia Scheunemann.
Tapi dalam laga perebutan juara 3, Timnas Putri Indonesia bisa menang dari Kaledonia Baru 4-2. Sheva Imut menjadi bintang kemenangan Indonesia dengan sumbangan dua gol, lalu ada gol lain dari Emily dan Claudia.
Siapa pun pelatih Timnas Putri Indonesia tentu akan mendapatkan tugas tidak mudah. Mochizuki telah menetapkan standar pelatih Garuda Pertiwi seperti itu dan sebisa mungkin harus dilewati oleh sang penerus.
Daftar Trofi Satoru Mochizuki di Timnas Putri Indonesia
Berikut daftar trofi Satoru Mochizuku bersama Timnas Putri Indonesia:
- Juara 1 AFF Women's Cup 2024
- Juara 1 AFF Women's Cup 2026
- Juara 3 FIFA Series 2026
Penulis: Wan Faizal
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id





























