Mohammad Hatta

Perdana Menteri Pemerintah Republik Indonesia (1948 - 1950)
LahirBukittinggi, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia, 12 Agustus 1902
ProfesiPerdana Menteri Pemerintah Republik Indonesia (1948 - 1950)
Karier
  • Wakil Presiden Kepresidenan Republik Indonesia (1945-1956)
  • Perdana Menteri Pemerintah Republik Indonesia (1948-1950)
Pendidikan
  • Handels Hogeschool, Rotterdam (1925-1931)

Mohammad Hatta alias Mohammad Athar alias Bung Hatta adalah Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus Wakil Presiden Pertama dan terlama (1945-1956). Setelah lulus dari Handels Hogeschool, Rotterdam, Negeri Belanda, Hatta pernah sebentar bekerja pada pamannya, Mak Etek. Saudagar kaya raya yang ikut membiayai kuliah di Belanda selama 11 tahun. Selama kuliah, Hatta aktif di Perhimpunan Indonesia. Di mana Hatta nyaris dipenjara karena kegiatan politiknya. Sebelum dibebaskan, Hatta membcakan pleidoinya, Indonesia Merdeka.

Hatta mendirikan Pendidikan Nasional Indonesia, pada 1932, yang dikenal sebagai PNI Baru bersama Sjahrir. Keduanya lalu diasingkan ke Boven Digoel dan Banda Naira, dari 1934 hingga 1942. Setelah Jepang masuk ke Indonesia, Hatta dijadikan penasehat militer Jepang. Hatta termasuk dalam Empat Serangkai pimpinan Poesat Tenaga Ra'jat (Poetera). Hatta juga turut serta Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Hatta ikut merumuskan teks Proklamasi setelah Jepang kalah. Setelah Republik Indonesia berdiri, Hatta menjadi Wakil Presiden. Sempat juga dia merangkap Perdana Menteri dari tahun 1948 hingga 1950. Selain dikenal sebagai politisi, Hatta dikenal sebagai ekonom dan penulis. Dia pernah menulis buku pemikiran, Alam Pikiran Yunani (1941). Setelah tidak menjadi presiden dia pernah mengajar ekonomi di beberapa kampus. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi dan pendiri Palang Merah Indonesia. Soal buku, Hatta jelas seorang kolektor. Di tahun 1942 saja dia sudah punya 16 peti buku.