tirto.id - Penyelenggara ITB Ultra Marathon 2026 membenarkan satu peserta kategori relay meninggal dunia setelah ditemukan di luar jalur lomba pada Sabtu (17/10/2026) siang. Peserta tersebut bernama Dody Muhammad Pasha (21), mahasiswa Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) asal Jambi.
Dody merupakan pelari urutan ke-11 dalam tim relay 16. Ia bertugas menempuh jarak sekitar 10 kilometer sebelum bergantian dengan pelari berikutnya. Race Director ITB Ultra Marathon 2026, Ahmad Shalahuddin Zulfa, menjelaskan kronologi kejadian tersebut dalam konferensi pers di kampus ITB, Jalan Ganesa, Bandung, Minggu (18/10/2026).
Penemuan Korban di Luar Jalur Lomba
Zulfa mengatakan panitia pertama kali menerima informasi mengenai keberadaan Dody sekitar pukul 12.00 WIB. Informasi itu berasal dari masyarakat dan kemudian diteruskan kepada komunitas pelari.
"Sekitar jam 12, kami mendapatkan informasi dari masyarakat, yang kemudian disampaikan kepada komunitas bahwa ditemukan salah satu pelari kami di relay 16," kata Zulfa.
Menurut dia, Dody ditemukan tidak tepat di jalur lomba. Lokasinya sudah agak masuk ke arah Pondok Pesantren Al-Ittihad, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
"Dia urutan ke-11. Ditemukan tidak di jalur, tapi sudah agak masuk sedikit ke arah pesantren. Langsung dibawa oleh pengurus pesantren beserta ambulansnya ke rumah sakit," ujarnya.
Setelah menerima informasi tersebut, panitia mengerahkan tim medis untuk memantau kondisi Dody di rumah sakit.
Kondisi Korban dan Upaya Penanganan Medis
Saat tiba di rumah sakit sekitar tengah hari, Dody masih hidup, tetapi mengalami sesak napas. Kondisi tersebut berlanjut selama penanganan, termasuk ketika ia berada di dalam ambulans.
Tim medis melakukan sejumlah tindakan untuk menyelamatkan korban, termasuk memberikan bantuan pernapasan dan melakukan resusitasi jantung paru (RJP).
Zulfa mengatakan, berdasarkan komunikasi antara tim Tambang Berlari, keluarga, dan dokter yang menangani korban, ditemukan cairan di dalam paru-paru Dody saat prosedur intubasi.
"Ada kemungkinan memang pada saat kondisinya panas sekali, mungkin dia juga dalam kondisi agak kurang sadar penuh meminum air sepertinya sebagian masuk ke dalam paru-parunya. Sehingga akhirnya membuat dia menjadi sulit bernapas," kata Zulfa.
Namun, dugaan tersebut disampaikan berdasarkan informasi yang diterima panitia dari komunikasi dengan pihak yang terlibat dalam penanganan korban.
Dody akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu siang. Panitia kemudian mendampingi proses penanganan jenazah sejak sekitar pukul 14.00 WIB bersama komunitas pelari, pihak rektorat, wakil rektor bidang akademik, dan direktur kemahasiswaan ITB.
Pendampingan berlangsung hingga keluarga Dody tiba pada malam hari. Jenazah kemudian diserahterimakan kepada keluarga untuk dibawa ke Jambi melalui jalur darat.
Berlari 8-9 Kilometer Sebelum Kolaps
Zulfa menjelaskan, berdasarkan catatan lari yang dibahas bersama komunitas asal korban, Tim Tambang Berlari, Dody telah menempuh sekitar 8–9 kilometer dari target 10 kilometer sebelum kolaps.
"Di 9 kilometer itulah beliau kolaps," ujarnya.
Menurut Zulfa, Dody memiliki latar belakang aktif bermain voli dan telah menjalani latihan cukup intensif selama lima bulan untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba tersebut.
Panitia juga menyatakan telah melakukan skrining kesehatan terhadap seluruh peserta melalui kuesioner yang disiapkan bersama Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Yayasan AMP.
Peserta diwajibkan mengisi kuesioner tersebut sebelum mengikuti lomba. Menurut Zulfa, Dody telah mengisinya dan mendapatkan status hijau.
"Kalau tidak mengisi itu, tidak kami izinkan buat lanjut. Beliau mengisi dan statusnya hijau," kata Zulfa.
Meski demikian, status tersebut merupakan hasil skrining berdasarkan kuesioner. Informasi itu tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab medis Dody kolaps dan meninggal dunia.
Panitia Evaluasi Penggunaan GPS Tracker dan Keamanan
Zulfa mengatakan penyelenggaraan ITB Ultra Marathon 2026 telah dilengkapi sejumlah upaya pengamanan. Panitia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad dan Yayasan AMP serta membagikan GPS tracker secara gratis kepada seluruh peserta.
Perangkat tersebut memungkinkan panitia, keluarga, dan tim pendukung memantau posisi pelari secara langsung. GPS juga membantu panitia mengetahui peserta yang keluar jalur atau tidak melanjutkan lomba (did not finish atau DNF).
Zulfa menjelaskan, perangkat GPS yang sempat terlihat dibawa ke rumah sakit merupakan milik Dody dan masih berada di kantongnya.
"Itu juga mungkin membuat netizen sempat bertanya ada satu GPS yang terbawa ke rumah sakit. Itu GPS almarhum ini, ada di kantongnya," ujarnya.
"Dengan adanya GPS ini kami menjadi aware dan bisa melihat siapa yang keluar jalan, sudah DNF dan harus ke rumah sakit bisa kami pantau," kata Zulfa.
Selain pemantauan melalui GPS, panitia mengaku telah mengingatkan peserta agar tidak melewatkan waktu minum dan membawa persediaan air yang memadai selama berlari.
Ke depan, panitia berencana memperketat pengawasan pada rentang waktu pukul 09.00–16.00 WIB, ketika peserta berpotensi menghadapi paparan panas yang lebih tinggi. Pengawasan akan melibatkan marshal dan tim pendukung di sepanjang jalur.
"Kami akan terus memastikan aturan lomba bahwa siapa pun yang tidak proper seperti persiapan air minum, tidak kami izinkan berangkat," kata Zulfa.
Ia juga mengingatkan peserta agar memahami batas kemampuan fisik masing-masing dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kondisi selama perlombaan, termasuk cuaca panas dan berlari pada malam hari.
"Mereka harus melatih jarak tersebut pada situasi yang mungkin panas, malam. Itu juga harus menjadi perhatian peserta. Jangan sampai mereka mem-push diri melampaui kondisi yang memang mereka belum bisa antisipasi," ujarnya.
Zulfa menyebut insiden tahun ini menjadi kejadian paling fatal selama penyelenggaraan yang ia maksud. Meski panitia mengklaim telah meningkatkan berbagai aspek keamanan, ia mengatakan keputusan mengenai keberlangsungan acara pada masa mendatang akan diserahkan kepada ITB.
"Kami sangat berduka, di mana pada tahun ini kami justru meningkatkan beberapa kali lipat keamanan. Namun memang semua upaya maksimal, kami tetap tidak bisa melawan kehendak Tuhan," katanya.
Panitia Siapkan Asuransi dan Dukungan untuk Keluarga
Ketua Pelaksana ITB Ultra Marathon 2026, Aleks Suhanto, mengatakan panitia telah mengasuransikan peserta. Karena itu, hak-hak yang berkaitan dengan asuransi akan diproses untuk diberikan kepada ahli waris Dody.
"Jadi dari panitia, karena kami sudah mengasuransikan peserta, jadi tentu saja kami akan memberikan hak-hak beliau," kata Aleks.
Selain asuransi, Aleks mengatakan Ikatan Alumni Tambang bersama Komisariat ITB Ultra juga telah memberikan dukungan untuk membiayai penanganan medis Dody.
Dukungan tersebut mencakup biaya tindakan di rumah sakit hingga proses pengantaran jenazah ke alamat keluarga.
"Tapi terlepas dari itu, dari Ikatan Alumni Tambang yang berkolaborasi dengan Komisariat ITB Ultra kemarin juga kami sudah men-support untuk seluruh biaya tindakan di rumah sakit bahkan sampai ke alamat rumah beliau," ujar Aleks.
ITB Ultra Marathon Diikuti Ribuan Pelari
Aleks menjelaskan, ITB Ultra Marathon merupakan ajang lari yang sejak 2017 menggunakan rute klasik Jakarta–Puncak, Bogor–Cianjur–Bandung, dengan garis finis di Kampus ITB Ganesa.
Dalam tiga tahun terakhir, acara tersebut juga didedikasikan untuk mendukung pengumpulan Dana Lestari ITB.
"Sampai pukul 9 pagi tadi sudah terkumpul lebih dari Rp1 miliar," kata Aleks.
Penyelenggaraan tahun ini terbagi menjadi dua agenda utama, yakni lari jarak jauh dari Jakarta ke Bandung dan kegiatan fun run.
Untuk kategori lari Jakarta–Bandung, Aleks menyebut terdapat sekitar 5.216 pelari yang terbagi dalam 521 tim. Sementara itu, kegiatan fun run diikuti 2.237 peserta.
Kematian Dody menjadi insiden serius dalam penyelenggaraan ITB Ultra Marathon 2026. Panitia menyatakan akan memproses hak asuransi bagi keluarga serta mengevaluasi pengamanan lomba, termasuk pengawasan peserta selama menghadapi kondisi cuaca panas.
Penulis: Ery Chandra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id
































