tirto.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Padang menyambut baik kerja sama Proof of Concept (PoC) dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kreativitas Teknologi. Kerja sama ini berupa penerapan Road Infrastructure Rehabilitation and Priority Profiling di Kota Padang pascabencana.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD, Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf RI Dandy Yudha Feryawan, serta tim Niriksagara.
Tommy TRD menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Padang, melalui Diskominfo dan Bappeda, mengambil peluang kerja sama ini karena layanan yang ditawarkan sangat dibutuhkan kota. Aplikasi pendataan berbasis Artificial Intelligence (AI) tersebut diusung Niriksagara, salah satu juara Ekraf Tech Innovation 2025.
"PoC yang ditawarkan Kementerian Ekraf bersama teman-teman Niriksagara adalah pendataan secara digital dan pemanfaatan AI dalam menilai kerusakan pascabencana. Ini tentu membantu kita mempercepat proses pendataan yang selama ini dilakukan secara manual, sekaligus mendukung ekosistem Smart City Kota Padang tanpa membebani APBD Kota," ujar Tommy.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang terlibat.
"Kita sangat berterima kasih kepada Kementerian Ekraf RI dan teman-teman Niriksagara yang telah memilih Kota Padang sebagai locus PoC," tambahnya.
Sementara itu, Dandy Yudha Feryawan menyampaikan bahwa kegiatan ini bagian dari program Ekraf Peduli, yakni pemanfaatan inovasi startup untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
"Kami memfasilitasi pelaksanaan Proof of Concept bersama Niriksagara untuk memetakan langsung dampak bencana hidrologi di Kota Padang. Kami meninjau berbagai titik, mulai dari infrastruktur, irigasi, kawasan pertanian, hingga kawasan pemerintahan," jelas Dandy.
Ia menambahkan, "Tujuannya sederhana, yaitu mendukung percepatan perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur melalui penyediaan data dan rekomendasi berbasis kecerdasan buatan. Data ini dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kota Padang dalam menentukan kebijakan yang tepat ke depan."
Masuk tirto.id


































