Menuju konten utama

Kilau Rekor & Statistik Como Usai Bantai Lens di Liga Champions

Como baru saja mengukir sejarah di matchday 4 UCL 2026/2027 usai melibas RC Lens via skor 1-9, bagaimana statistiknya dan rekor apa yang dipecahkan Como?

Kilau Rekor & Statistik Como Usai Bantai Lens di Liga Champions
Timnas Como. instagram/comofootball
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tim debutan Liga Champions Eropa 2026/2027, Como 1907, baru saja mencatatkan rekor gemilang pada matchday ke-4, Kamis dini hari (5/11/2026). Tim berjuluk I Lariani tersebut sukses memetik kemenangan fantastis di markas Lens dengan skor 1-9.

Kemenangan telak skuad asuhan Cesc Fàbregas atas RC Lens tidak hanya mengejutkan publik, melainkan juga menempatkan klub debutan asal Liga Italia tersebut ke dalam jajaran elit statistik kompetisi antarklub di Benua Eropa.

Berdasarkan data dari WhoScored untuk kategori gol dari permainan terbuka (Open Play Goals) dalam 4 laga pertama di UCL 2026/2027, Como menempati peringkat pertama dengan torehan 15 gol open play, mengalahkan sang juara bertahan, Paris Saint-Germain (PSG) yang menempati posisi kedua terbaik dengan catatan 14 gol dari permainan terbuka.

Di samping itu, Como turut menorehkan rekor gemilang sebagai pencetak kemenangan terbesar sepanjang sejarah Liga Champions Eropa. Rekor ini melampaui catatan historis sebelumnya yang dipegang oleh duel Liverpool vs Besiktas serta Real Madrid vs Malmö FF, yang sama-sama berakhir dengan keunggulan mutlak 8-0.

Lantas, bagaimana rekam jejak statistik Como dalam empat laga pembuka Liga Champions Eropa 2026/2027? Mampukah performa impresif yang diracik pelatih Cesc Fabregas bisa mengantar I Lariani melaju mulus ke fase knockout?

Como Catat Rapor Terbaik Kedua di UCL Setelah PSG

Como 1907 mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola Eropa setelah membantai RC Lens dengan skor fantastis 1-9 dalam laga Matchday 4 Liga Champions 2026/2027 di Stade Félix Bollaert-Delélis, Kamis (5/11/2026).

Menilik catatan statistik dari Whoscored, Como tampil sangat dominan sepanjang laga dengan penguasaan bola mencapai 57% dan akurasi umpan sebesar 91%, serta melepaskan total 18 tembakan (12 mengarah tepat ke gawang).

Lini serang yang dikawal Anastasios Douvikas, Nico Paz, hingga kontribusi dari lini kedua seperti Lucas Da Cunha, Marc-Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli membuat lini pertahanan Lens kocar-kacir sepanjang 90 menit penuh.

Parade gol Como dimulai pada menit ke-7, lewat Anastasios Douvikas yang menyambar bola dari jarak dekat, dilanjutkan dengan gol kedua Douvikas yang menyambut umpan jauh Alex Valle. Sebelum turun minum, Nico Paz memastikan Como unggul 0-3 setelah skema counter attack apik.

Pada babak kedua, dominasi Como kian tak terbendung. Menit ke-47, Paz mengirimkan umpan terobosan manis yang langsung dieksekusi Lucas Da Cunha ke dalam gawang. Keunggulan Como bertambah lewat sundulan Marc-Oliver Kempf ('53), lalu Douvikas mengukir hat-trick usai memanfaatkan umpan matang Paz di menit ke-57.

Pada menit ke-62, pemain pengganti Mattia Liberali mencetak gol ketujuh I Lariani di tiang dekat. Lens sempat memperkecil kedudukan pada menit ke-65 melalui tembakan voli Ruben Aguilar. Kendati demikian, Como melanjutkan pesta gol lewat Martin Baturina dan Matteo Papaccioli untuk skor telak 1-9.

Anastasios Douvikas mendapatkan rating sempurna dengan nilai 10 lewat torehan hat-trick (menit 6', 31', dan 56'), sementara Nico Paz juga meraih rating 10 dengan 1 gol dan 2 assist. Serta ada pemain pengganti Mattia Liberali yang mendapat rating 9,0 (1 gol dan 2 assist).

Kemenangan yang dibukukan skuad asuhan Cesc Fàbregas ini tak hanya menggemparkan panggung sepak bola Eropa, tetapi juga menempatkan klub debutan asal Italia tersebut ke dalam jajaran elite statistik kompetisi antarklub paling elite di benua biru musim 2026/2027.

Menilik catatan dari Whoscored di 4 laga awal fase liga Liga Champions, Como tidak hanya sekadar numpang lewat sebagai tim debutan. Secara kolektif, I Lariani menjelma sebagai tim terbaik kedua, tepat berada di bawah Paris Saint-Germain (PSG).

Como menempati peringkat kedua terbaik di Liga Champions berdasarkan produktivitas serangan dengan total 19 gol. Rapor impresif tersebut hanya terpaut selisih 1 angka dari Paris Saint-Germain yang memimpin dengan total 20 gol.

I Lariani juga memimpin catatan statistik untuk kategori gol dari permainan terbuka (Open Play Goals) dalam 4 laga pertama di UCL 2026/2027. Como menempati peringkat pertama dengan 15 gol open play, mengalahkan juara bertahan, Paris Saint-Germain di posisi kedua terbaik dengan catatan 14 gol dari permainan terbuka.

Rekor dan Sejarah Baru Como di Liga Champion

Kemenangan telak 1-9 di markas RC Lens, langsung mengukir sejarah emas baru bagi klub asal Lombardy tersebut. Hasil ini tercatat sebagai salah satu kemenangan terbesar (biggest win ever) dalam sejarah turnamen UEFA Champions League modern.

Catatan ini sejajar dengan kemenangan ikonik Liverpool atas Besiktas 8-0 pada tahun 2007 dan Real Madrid atas Malmö 8-0 pada tahun 2015. Como juga menjadi tim kedua yang mampu mencetak 9 gol dalam satu laga UCL setelah Bayern Munchen (vs Dinamo Zagreb 9-2).

Como juga melewati rekor kemenangan tandang paling produktif di UCL yang sebelumnya dipegang laga MSK Zilina vs Olympique de Marseille (3 November 2010), BATE Borisov vs Shakhtar Donetsk (21 Oktober 2014), dan NK Maribor vs Liverpool (17 Oktober 2017) yang berakhir dengan skor 0-7.

Total 10 gol yang tercipta dalam laga ini menempatkan duel Lens vs Como sebagai salah satu pertandingan dengan jumlah gol terbanyak di Liga Champions, menyamai rekor laga Bayern Munich vs Dinamo Zagreb (9-2) dan tepat di bawah duel legendaris Borussia Dortmund vs Legia Warszawa (8-4).

Sebagai tim yang baru pertama kali mencicipi atmosfer Liga Champions, Como membuktikan bahwa proyek ambisius di bawah kepelatihan dan manajemen modern benar-benar bertransformasi menjadi kekuatan baru yang disegani, baik di kancah domestik Serie A maupun di kancah benua biru.

Setelah ini, Como bakal melakoni fase liga UCL 2026/2027 menghadapi AEK Athens, Real Betis, PSG, hingga Barcelona. Dua tim terakhir ini diprediksi menjadi ujian berat bagi I Lariani lantaran memiliki pengalaman cukup banyak dalam persaingan di Liga Champions.

Baca juga artikel terkait LIGA CHAMPIONS atau tulisan lainnya dari Ahmad Zidan Nahari

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Ahmad Zidan Nahari
Penulis: Ahmad Zidan Nahari
Editor: Fitra Firdaus