tirto.id - Guna memperkuat kualitas pendidikan di Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial (Kemensos) menjalin kesepakatan baru dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kedua institusi meneken Nota Kesepahaman (MoU) mengenai pemanfaatan berbagai hasil riset dan inovasi BRIN untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan penerapan berbagai hasil penelitian dan inovasi BRIN ini untuk mendukung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat sekaligus meningkatkan kualitas sarana-prasarana penunjang aktivitas siswa.
"Hari ini kita MoU dengan BRIN untuk memanfaatkan hasil inovasi, hasil riset dari BRIN dalam rangka memperkuat penyelenggaraan Sekolah Rakyat, tentu dalam kerangka pembelajaran siswa-siswa," ujar Gus Ipul usai penandatanganan MoU di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi, Kamis (8/10/2026).
Dia menjelaskan, sejumlah hasil riset BRIN juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas perlengkapan murid Sekolah Rakyat. Misalnya, produk sepatu hasil inovasi BRIN.
"Yang ini tentu kalau nanti bisa diberikan kepada siswa baru tahun ajaran depan, itu akan lebih efisien. Dan lebih-lebih ini adalah produk asli dari BRIN, produk dalam negeri kita," jelasnya.
Masih banyak inovasi BRIN lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh Sekolah Rakyat. Gus Ipul mencontohkan, BRIN siap menyuplai alat untuk pengolahan sampah dan air bersih.
"Intinya bahwa kami sangat membutuhkan dukungan dari BRIN dalam rangka untuk terus kita berusaha menyempurnakan, memperbaiki tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini," tambahnya.
Sementara itu, Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya akan terus mendukung program Sekolah Rakyat melalui sejumlah riset dan inovasi. Dia memastikan riset maupun inovasi yang dihadirkan akan sesuai kebutuhan.
"Tentu kita akan terus me-list kebutuhan-kebutuhan, riset apa yang harus dilakukan untuk menyukseskan Sekolah Rakyat ini," ujarnya.
Arif menilai program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo dalam menjalankan amanat konstitusi, yakni memberikan peluang pada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengakses pendidikan berkualitas.
"Semua orang memiliki potensi masing-masing yang kadang-kadang memang secara kasat mata tidak terlihat. Sekolah Rakyat adalah sekolah yang berusaha menemukan kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh setiap siswa," kata dia.
Penandatanganan MoU Dimeriahkan Pentas Siswa
Acara penandatanganan MoU oleh Mensos Gus Ipul dan Kepala BRIN Arif Satria dimeriahkan dengan pementasan para pelajar Sekolah Rakyat.
Murid-murid SRT 1 Kabupaten Bekasi menyuguhkan berbagai penampilan seperti pidato multibahasa, paduan suara, hingga deklamasi puisi.
Gus Ipul pun sempat berdialog santai dengan para murid. Di antara mereka terdapat Dani Dwi Maulana, pelajar tingkat SMA di SRT 1 Kabupaten Bekasi yang terpilih sebagai Ketua OSIS di sekolahnya.
"Yang paling berkesan di sini, saya menemukan jati diri saya, sebelum di sini saya itu pemalu," ungkap Dani kala membagikan pengalamannya menimba ilmu di Sekolah Rakyat dalam setahun terakhir.
Acara yang sama turut dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Nunung Nuryartono, Staf Khusus serta Tenaga Ahli Menteri Sosial, dan sejumlah Pejabat Tinggi Madya Kemensos.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































