tirto.id - Lahan gambut punya tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Berbeda dengan kebakaran di permukaan, api di lahan gambut dapat tersimpan di dalam tanah dan terus menyala meski permukaannya tampak sudah padam. Karena itu, pemadaman di lahan gambut tidak cukup dilakukan dari atas. Bara yang tersimpan di bawah tanah dapat merambat dan memunculkan api kembali di titik lain. Asap yang mengganggu pernapasan pun kerap berasal dari api yang tidak terlihat ini.
Untuk membantu petugas menghadapi kondisi tersebut, Kahf di bawah naungan ParagonCorp, melalui program Langkah Berdampak baru saja berkolaborasi dengan BPBD Kota Palangka Raya dan Rumah Zakat menyalurkan ratusan nozzle tancap tanah, sebagai bagian dari upaya bersama dengan pemerintah daerah dalam menangani karhutla. Bantuan ini diserahkan melalui posko bencana Rumah Zakat di Palangka Raya dan juga langsung kepada BPBD Kota Palangka Raya.
Director of Corporate Affairs ParagonCorp Astri Wahyuni menyampaikan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan kolaborasi lintas sektor. “Kami berharap bantuan kecil yang kami berikan bisa menyelesaikan masalah hingga ke akarnya. Karena itu, sangat penting untuk berkolaborasi dengan ahlinya. Dari diskusi dengan BPBD Kota Palangka Raya dan Rumah Zakat yang sudah mendalami permasalahan ini, kami memahami bahwa nozzle tancap tanah adalah salah satu solusi efektif dan jumlahnya perlu ditambah. Kami berharap nozzle tancap tanah ini dapat mendukung kerja para petugas dalam upaya pemadaman di lahan gambut,” ujarnya melalui siaran resmi pada Selasa (3/10/2026).
Penyaluran nozzle tancap tanah ini menjadi bagian dari rangkaian dukungan Kahf bagi petugas pemadam kebakaran dalam menangani karhutla. Bersama BPBD Palangka Raya, Kahf juga menyalurkan APD untuk menunjang keselamatan petugas di lapangan. Selain itu, Kahf memberikan bantuan bagi keluarga petugas pemadam kebakaran yang gugur dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Selain alat untuk menjangkau titik api, perlindungan bagi petugas juga menjadi perhatian. Penanganan karhutla di Palangka Raya yang berlangsung selama beberapa bulan dan melibatkan banyak personel membuat sebagian APD yang dipakai hampir setiap hari mulai rusak.

Pemerhati Lingkungan Nathanael Undas, turut hadir dan ambil bagian dalam memberi bantuan untuk petugas pemadam kebakaran di Palangka Raya. “Hari ini, saya bersama dengan rekan-rekan dari Kahf dan ParagonCorp distribusi pembantuan peralatan APD, makanan, suplemen, air mineral, nozzle pemadaman kebakaran khusus gambut, kepada rekan rekan kami di BPBD kota Palangka raya dan juga rumah zakat. Nozzle adalah alat yang paling efektif untuk memadamkan api yang terbakar dibawah lahan gambut. Hari ini saya melihat bagaimana gigihnya teman-teman yang ada di garda depan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan semakin luas. Apresiasi setinggi-tingginya saya berikan kepada semua teman-teman yang melawan api ini.” ujar Nathanael.
Bagi Kahf, membantu dengan tepat berarti lebih dulu memahami kebutuhan di lapangan. Kolaborasi dengan Rumah Zakat, yang memiliki posko bencana di Palangka Raya, membantu bantuan ini tersalurkan sesuai kebutuhan petugas dan dapat segera dimanfaatkan untuk pemadaman.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Kahf berupaya mengambil bagian dalam menangani dampak karhutla bersama mitra yang memahami kondisi di lapangan, salah satunya Rumah Zakat. Dengan menghadirkan alat yang sesuai dengan tantangan di lahan gambut, Kahf berharap petugas dapat menjangkau titik api hingga ke dalam tanah, sehingga pemadaman dapat dilakukan hingga tuntas. Ke depan, Kahf akan terus memperhatikan kebutuhan petugas dan masyarakat agar setiap dukungan yang diberikan tetap tepat sasaran.
Masuk tirto.id

































