Menuju konten utama

Kadin: Sektor Swasta Topang 85 Persen PDB Ekonomi Indonesia

Anindya Bakrie sebut dunia usaha sokong 85% PDB Indonesia. Kadin juga dukung program SDM & siap bangun industri masa depan di era Prabowo.

Kadin: Sektor Swasta Topang 85 Persen PDB Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menerima jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026). (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmen sektor swasta dalam menopang perekonomian nasional di tengah dinamika global.

Besarnya kontribusi dunia usaha tercermin dari porsi produk domestik bruto (PDB), lonjakan investasi domestik, hingga dukungan penuh terhadap visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan bahwa dunia usaha memegang ruang kontribusi yang sangat masif terhadap perekonomian negara. Dari total PDB Indonesia di kisaran Rp25.000 triliun, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menyumbang sekitar Rp4.000 triliun, sementara sisanya ditopang oleh aktivitas sektor swasta.

"Kami menyadari dan ini merupakan tanggung jawab kami bahwa Rp4.000 triliun dari Rp25.000 triliun PDB adalah APBN. Sehingga sisanya atau sekitar 85 persen adalah uang yang dunia usaha bisa berkontribusi," ujar Anindya dalam taklimat Presiden RI bersama peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di kediaman pribadi Presiden Prabowo, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).

Kontribusi tersebut turut tecermin dari capaian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Dalam dua tahun awal kepemimpinan Presiden Prabowo, angka PMDN tercatat hampir menyentuh Rp2.000 triliun.

"Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat," ucapnya.

Ia menambahkan, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang tinggi di tengah berbagai gejolak eksternal. Posisi Indonesia sebagai salah satu titik terang atau bright spot perekonomian dunia dinilai terjaga berkat kuatnya fondasi ekonomi domestik.

"Indonesia continues to be the bright spot. Ini telah disampaikan tahun lalu oleh IMF, dan terbukti bahwa Indonesia juga tetap menjadi bright spot. Di dalam lima guncangan ekonomi selama bisa dibilang 25 tahun, Indonesia adalah dari waktu ke waktu justru lebih kuat. Ini menandakan daya tahan kita sangat resilient," kata Anindya.

Selain kekuatan investasi dan ketahanan ekonomi, kalangan dunia usaha turut menyoroti pentingnya pembangunan SDM sebagai fondasi bangsa. Anggota Kadin Indonesia, James Riady, mengapresiasi perhatian besar Prabowo terhadap sektor pendidikan serta upaya konkret dalam menyiapkan kepemimpinan masa depan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI).

"Dia menceritakan betapa tidak ada bangsa yang besar itu yang tidak terkait dengan pembangunan manusia, khususnya pemimpin-pemimpin itu yang punya karakter," ungkap James.

James menilai, langkah pemerintah membuka kesempatan luas bagi generasi muda melalui sistem meritokrasi di P3MDI merupakan visi berani yang patut didukung penuh oleh sektor swasta agar melahirkan pemimpin bangsa yang andal di masa mendatang.

β€œIni visi beliau, dia punya visi dan dia punya perut (keberanian) untuk menjalankan visi itu menjadi nyata. Jadi kita tidak ada jalan lain, kita harus mendukung karena mereka ini 300 sekian anak-anak muda ini sudah S1, sudah pengalaman 1-2 tahun dan akan dilatih secara intensif selama 9 bulan,” katanya.

Di sisi lain, sektor swasta juga menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam mengembangkan sektor industri masa depan. Fokus ekspansi tersebut mencakup industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), hingga pusat data (data center) yang memiliki potensi penyerapan komponen lokal yang tinggi.

Baca juga artikel terkait KADIN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Rina Nurjanah