tirto.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyambangi warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sekaligus menyerahkan bantuan senilai Rp328.762.860 pada Rabu (7/10/2026).
Kedatangan Gus Ipul disambut oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Solok serta siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok yang menampilkan yel-yel dan nyanyian selamat datang.
Gus Ipul sempat meninjau aktivitas di Posko Penanganan Bencana Banjir Bandang yang menempati kawasan kompleks Kantor Bupati Solok, Arosuka. Di posko tersebut, sejumlah pendamping PKH tampak masih bersiaga.
Dia pun memantau kesibukan para anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang sibuk menyiapkan makanan di dapur umum yang sudah beroperasi selama 17 hari sejak galodo (banjir bandang) menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.
Hingga kini, dapur umum itu masih menyediakan makanan untuk makan pagi, siang, dan malam sebanyak 1.500 porsi setiap hari, sedikit berkurang dari sebelumnya yang mencapai 2.000 porsi per hari. Operasional posko dan dapur umum direncanakan terus berjalan sampai 12 Oktober 2026, saat masa tanggap darurat berakhir.
Menurut Bupati Solok Jon Firman Pandu, masa tanggap darurat yang semula ditetapkan selama 14 hari telah diperpanjang tujuh hari hingga 12 Oktober mendatang. Sampai hari ini, pemerintah daerah setempat bersama kementerian/lembaga, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Tagana, pendamping sosial, dan berbagai unsur lainnya masih melakukan penanganan dampak bencana di wilayah terdampak.
Banjir bandang terjadi pada Senin malam, 21 September 2026, usai hujan ekstrem mengguyur lereng Gunung Talang sejak 3 hari sebelumnya. Aliran banjir bandang mulai mengalir beserta material longsor di hulu sungai sekitar pukul 19.30 WIB. Tak lama kemudian, perumahan penduduk hingga kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok diterjang material lumpur, batu besar, serta kayu.
Bupati Jon Firman mencatat banjir bandang itu mengakibatkan dua korban meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 14 lainnya luka ringan. Sebanyak 570 warga sempat mengungsi dan kini seluruhnya telah kembali ke rumah masing-masing.
"Berarti hari ini sudah tidak ada lagi pengungsi kita yang diungsikan," kata Jon Firman saat menyampaikan kondisi terkini kepada Gus Ipul.
Penanganan Bencana Butuh Kolaborasi dan Data
Menanggapi penjelasan Bupati Solok, Gus Ipul mengatakan penanggulangan bencana perlu melalui sejumlah tahapan. Pada masa darurat, keselamatan warga menjadi prioritas, sementara personel terlatih melakukan evakuasi dengan dukungan unsur-unsur lainnya yang menyediakan bantuan logistik hingga mengoperasikan dapur umum.
"Kita punya mekanisme untuk menanggulangi bencana. Yang pertama, penanganan pada masa kedaruratan. Pada masa kedaruratan, yang utama adalah menyelamatkan manusianya. Menyelamatkan orang, menyelamatkan keluarga-keluarga terdampak," kata Gus Ipul.
Setelah masa tanggap darurat, pemulihan pascabencana bisa dijalankan. Gus Ipul mengingatkan, pada tahap ini, pendataan menjadi penting karena setiap bantuan pemerintah harus diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
"[Pemulihan] Pascabencana ini tentu memerlukan kolaborasi lebih luas. Sama-sama untuk mendata dengan baik. Data ini yang memerlukan waktu," ujarnya.
"Pak Bupati didukung oleh perangkatnya, Forkopimda, menentukan, menginventarisir, mendata secara akurat siapa saja keluarga yang terdampak ini. Karena ini menyangkut bantuan yang harus diterima oleh mereka yang berhak," tambahnya.
Penyaluran Bantuan dan Santunan dari Kemensos
Kunjungan Gus Ipul ke Solok dibarengi dengan penyaluran santunan Kemensos untuk ahli waris dua korban jiwa senilai Rp30 juta, santunan bagi dua korban luka berat Rp10 juta, dan santunan kepada 14 korban luka ringan Rp35 juta.
Bantuan logistik untuk penanganan bencana juga disalurkan oleh Kemensos dengan nilai Rp203.862.860. Selain itu, 200 paket sembako senilai Rp49,9 juta juga disalurkan pada waktu yang sama.
Secara total, bantuan Kemensos yang disalurkan bersamaan dengan kunjungan Gus Ipul mencapai Rp328.762.860.
Gus Ipul terlebih dahulu menyerahkan bantuan secara resmi kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Solok Candra. Kemudian, secara langsung, ia memberikan santunan kepada dua ahli waris jiwa serta perwakilan korban luka berat dan ringan yang hadir di lokasi penyerahan bantuan.
Selain menyerahkan santunan, Gus Ipul berbincang dengan sejumlah warga terdampak untuk menanyakan kondisi mereka setelah bencana.
"Kepada yang berduka, kami juga sama menyampaikan belasungkawa. Dengan harapan mudah-mudahan kuat, sabar, yang wafat segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, yang ditinggal diberi kekuatan untuk meneruskan perjuangan almarhum atau almarhumah," kata Gus Ipul.
"Kepada yang luka-luka berat, hadir ini yang luka-luka berat, ini kami doakan mudah-mudahan itu sudah bisa pulih, sekarang sudah bisa beraktivitas, mudah-mudahan juga cepat sembuh. Dan yang luka ringan, hadir semua juga di sini, saya ucapkan Alhamdulillah, ya sudah kondisinya semakin membaik," tambahnya.
Kemensos Siapkan Jadup dan Bantuan Lanjutan
Kepada warga, Gus Ipul memastikan penanganan pascabencana akan terus dilanjutkan oleh pemerintah. Pemerintah juga bakal memberikan dukungan lanjutan setelah masa tanggap darurat berakhir.
Menurut Gus Ipul, Kemensos akan menyediakan jaminan hidup selama tiga bulan, bantuan isian rumah bagi keluarga yang rumahnya rusak berat, dan bantuan untuk pemberdayaan ekonomi warga terdampak banjir. Bantuan-bantuan itu akan diberikan berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi.
Gus Ipul menegaskan penanganan pascabencana melibatkan peran pemerintah pusat dan daerah. Pemberian dukungan kepada warga terdampak juga berjalan beriringan dengan pemulihan infrastruktur pascabencana.
"Jadi semuanya ini dilakukan bersama-sama, diawali dengan pendataan oleh bupati atau oleh pemerintah daerah. Bupati menyediakan data, setelah datanya valid kita intervensi secara simultan," ujarnya.
Proses verifikasi tidak boleh dilewati karena setiap bantuan yang disalurkan menggunakan anggaran negara dan harus dapat dipertanggungjawabkan. "Setiap rupiah yang keluar kita semua harus bertanggung jawab. Maka kita harus memastikan bahwa bantuan ini diterima oleh mereka yang berhak," tegasnya.
Gus Ipul Ajak Murid Sekolah Rakyat Solok Dialog
Pertemuan antara Gus Ipul dengan sejumlah warga terdampak banjir Solok sempat diselingi dengan dialog bersama murid Sekolah Rakyat. Suasana pun segera mencair saat Gus Ipul memanggil murid SRMP 5 Solok bernama Ilham untuk maju ke depan hadirin.
Ilham lantas bercerita bahwa ia sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya. Anak dari keluarga petani itu merasa beruntung bisa melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Belajar di SRMP 5 Solok membuat Ilham merasa aman dan nyaman menjalani pendidikan di sekolah berasrama tersebut. Kondisi fisiknya pun kini lebih sehat.
Ketika Gus Ipul menanyakan cita-citanya, Ilham menjawab tegas ingin menjadi anggota TNI Angkatan Laut.
Gus Ipul mengatakan murid-murid Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Mereka merupakan anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, maupun berisiko putus sekolah.
"Siswa-siswa Sekolah Rakyat adalah siswa dari keluarga paling tidak mampu di Kabupaten Solok. Ini sekolah rintisan, nanti akan dibangun sekolah gedung permanen yang jumlahnya akan lebih besar," kata Gus Ipul.
Pemkab Solok kini telah menyiapkan lahan seluas 7,2 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Sekolah itu direncanakan mampu menampung 2.500 peserta didik.
Pesan Gus Ipul untuk Anggota Tagana
Dalam kunjungan yang sama, Gus Ipul meluangkan waktu untuk bertemu dengan para anggota Tagana yang bertugas mengoperasikan dapur umum. Selain melihat kegiatan di dapur, ia berbincang dengan para personel yang sudah lebih dari dua pekan aktif di posko.
Gus Ipul pun optimistis para anggota Tagana yang sudah beraktivitas selama 17 hari penanganan bencana mampu menjalankan tugas dengan baik.
"Pokoknya saya percaya sama Tagana," kata dia.
Selain itu, di depan sejumlah personel Tagana, ia menjelaskan peran mereka dalam penanganan bencana. Menurut dia, Tagana menjadi salah satu kekuatan Kemensos di daerah untuk membantu operasional dapur umum, dukungan logistik, hingga kebutuhan lain saat terjadi bencana.
"Ya, itulah pokoknya tugasnya membantu, ya. Bantu semua yang butuh bantuan," jelasnya.
Usai meninjau dapur umum, Gus Ipul meninggalkan lokasi dengan diiringi siswa-siswi SRMP 5 Solok yang meneriakkan yel-yel dan jargon Sekolah Rakyat.
Saat melakukan kunjungan itu, Gus Ipul didampingi Bupati dan Wakil Bupati Solok, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, unsur Forkopimda Kabupaten Solok, Kepala Dinas Sosial Sumatera Barat Syaifullah, jajaran BNPB dan BPBD, BPS, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos Masryani Mansyur, serta jajaran Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Sosial.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































