Menuju konten utama

Gus Ipul Lantik M Hasan Chabibie Jadi Sekjen Kemensos yang Baru

Mensos Gus Ipul melantik M. Hasan Chabibie sebagai Sekjen Kemensos yang baru. Hasan jadi pengganti Robben Rico yang dipindah ke posisi staf ahli Mensos. 

Gus Ipul Lantik M Hasan Chabibie Jadi Sekjen Kemensos yang Baru
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melantik M Hasan Chabibie sebagai Sekretaris Jenderal Kemensos pada Upacara pelantikan yang digelar di lobi menteri kantor Kemensos di Jakarta. Rabu (14/10/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), melantik M Hasan Chabibie sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial (Kemensos) yang baru pada Rabu (14/10/2026).

Hasan menggantikan Sekjen Kemensos sebelumnya, Robben Rico, yang saat ini dirotasi ke posisi Staf Ahli Mensos bidang Teknologi Kesejahteraan sosial.

Upacara pelantikan Hasan digelar di Kantor Kemensos, Jakarta, dan turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Wamendiktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, sejumlah staf khusus dan tenaga ahli mensos, pejabat eselon I dan II Kemensos, serta tamu undangan.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan keputusan presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kemensos.

Berikutnya, acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, dan pembacaan pakta integritas.

“Pada hari ini, Rabu tanggal 14 bulan Oktober 2026, saya Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, dengan ini secara resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan baru di lingkungan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kita semua,” ujar Gus Ipul.

Pesan Gus Ipul untuk Sekjen Kemensos yang Baru

Saat memberikan pidato sambutan usai pelantikan, Gus Ipul menyampaikan bahwa jabatan hanya bersifat sementara dan pergantian pejabat merupakan hal biasa dalam organisasi.

Jabatan, kata dia, bukan milik pribadi, melainkan amanah yang dititipkan untuk sementara waktu. “Dan suatu saat pasti akan dikembalikan. Karena itu yang terpenting bukan berapa lama kita menjabat, tetapi apa yang kita tinggalkan setelah tidak lagi menjabat,” lanjutnya.

Kepada M. Hasan Chabibie, Gus Ipul menegaskan bahwa posisi sekretaris jenderal ibarat jantung organisasi. Bila jantungnya sehat, seluruh tubuh organisasi ikut sehat. Sebaliknya, bila jantungnya lemah, seluruh organ ikut melemah.

Oleh sarena itu, ia berharap Hasan bisa bekerja maksimal dan memberi dampak nyata bagi Kemensos maupun masyarakat.

Gus Ipul pun meminta Hasan menjaga capaian positif para pendahulunya dan membenahi kelemahan yang masih ada.

“Jadi yang lama-lama, yang baik dipertahankan, ditingkatkan. Yang kurang-kurang diperbaiki. Kepada Pak Robben Rico, atas nama pribadi, pimpinan, dan seluruh keluarga besar Kementerian Sosial, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi,” ucapnya.

Gus Ipul juga berharap rotasi jabatan ini benar-benar membawa hasil positif. Menurut dia, pergantian jabatan tidak sekadar menukar orang, tetapi bagian dari penyesuaian strategi organisasi.

“Saya tidak ingin pergantian hanya mengubah nama di pintu ruangan, tetapi cara kerja tetap sama. Perubahan harus terasa dalam kecepatan kerja, kualitas keputusan, ketertiban administrasi, dan yang paling penting dalam pelayanan kepada yang lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menyampaikan lima arahan utama untuk seluruh jajaran Kemensos.

Pertama, adalah menjaga integritas dengan nol toleransi terhadap tindakan korupsi. Kedua, mewujudkan eksosistem kerja yang terbuka, egaliter, responsif, dan produktif.

Ketiga, menjalankan mandat konstitusi dan Presiden yang terkait dengan DTSEN, bansos, graduasi keluarga penerima manfaat, hingga Sekolah Rakyat. Keempat, mengonsolidasikan satuan kerja secara terpadu dan menghapus ego sektoral.

Dan kelima, merawat hubungan dengan mitra eksternal, antara lain DPR, kementerian dan lembaga lain, serta aparat penegak hukum.

“Bangun kepercayaan melalui kinerja yang transparan dan akuntabel. Nama baik Kementerian Sosial adalah tanggung jawab bersama, dan Sekjen berada di garis depannya. Kelima hal tersebut, saya minta betul menjadi perhatian,” tegasnya.

Secara khusus, Gus Ipul juga meminta Hasan memberikan perhatian pada beberapa aspek krusial yang menjadi fokus perhatian Kemensos.

Pertama, tata kelola keuangan dan aset, yakni menjaga opini WTP, menindaklanjuti setiap temuan BPK, dan mengelola barang milik negara secara akuntabel. Kedua, memastikan pengadaan barang dan jasa yang transparan, sesuai aturan, dan bebas konflik kepentingan.

Selanjutnya, mendorong manajemen ASN berbasis meritokrasi dengan penegakan disiplin tanpa kompromi terhadap pelanggaran, termasuk judi online. Bidang ini juga mencakup reformasi birokrasi dan transformasi digital.

“Sederhanakan proses, percepat layanan, dan manfaatkan teknologi untuk efisiensi dan pengawasan,” kata Gus Ipul.

Pesan lain yang tak kalah penting adalah memperkuat regulasi dan kepastian hukum, serta menjalankan komunikasi publik yang cepat dan akurat. “Sampaikan kinerja secara terbuka dan respons isu dengan data, bukan dengan asumsi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gus Ipul meminta seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Sosial mendukung penuh sekretaris jenderal yang baru. Ia menekankan, keberhasilan sekretaris jenderal Kemensos adalah keberhasilan bersama, demikian pula kegagalannya.

“Kita bekerja bukan untuk atasan bukan juga kerja untuk jabatan. Tetapi kerja kita di sini adalah untuk rakyat yang paling membutuhkan mengeksekusi program-program Presiden," ucap Gus Ipul.

"Siapa rakyat yang paling membutuhkan? Yaitu keluarga miskin, anak-anak yang ingin sekolah, lansia, penyandang disabilitas, dan yang selama ini belum tersentuh negara,” ujar dia memungkasi arahannya.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis