tirto.id - Di balik gemerlap dan deru kecepatan ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, ada tangan-tangan warga lokal yang bekerja penuh bangga di balik layar. Dari lintasan balap hingga booth UMKM, ajang internasional ini menjadi ruang belajar sekaligus ladang ekonomi baru bagi masyarakat Lombok yang kini tak lagi sekadar jadi penonton di tanah kelahiran sendiri.
Julian Hariadi, warga Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, ini tak pernah membayangkan jemarinya akan menyentuh motor-motor kencang kelas dunia. Untuk pertama kali ia bertugas sebagai marshal di ajang MotoGP. Tugasnya tak main-main, ketika ada pembalap yang mengalami insiden di lintasan, Julian bersama tim bergerak cepat mengevakuasi ke jalur servis.
“Senang bisa ikut menyukseskan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Lombok, daerah kelahiran saya sendiri. Saya mendapatkan pengalaman baru, bertemu banyak teman, dan bisa bekerja langsung di sirkuit. Harapannya, kegiatan seperti ini terus ada agar masyarakat lokal bisa ikut berkontribusi,” kata Julian di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).
Keceriaan serupa merayap di sudut area UMKM Pertamina. Di sana, Nadia--seorang terapis asal Lombok Tengah, sibuk melayani para pengunjung dari berbagai daerah, termasuk mancanegara. Nadia sebelumnya telah memperoleh pelatihan profesional untuk terapis yang difasilitasi PT Pertamina Patra Niaga. Bagi dia, ajang ini memberikan ruang untuk mengasah keahlian sekaligus mengantongi tambahan penghasilan harian.
“Saya senang sebagai warga lokal bisa ikut dalam acara ini, mendapatkan pengalaman baru, dan memperoleh pendapatan harian. Terima kasih kepada Pertamina atas kesempatan ini,” ungkap Nadia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, seiring dengan dukungan operasional dan layanan energi yang diberikan perusahaan.
“Bagi Pertamina Patra Niaga, keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya dilihat dari kelancaran dukungan energi, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui pelibatan tenaga kerja lokal, pelatihan terapis, dan pemberdayaan mitra binaan, kami ingin memastikan ajang ini membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar Mandalika,” pungkas Kitty.
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id
































