Menuju konten utama

Achmad Hidayat Gabung PSI usai Dipecat PDIP setelah Temui Jokowi

Achmad Hidayat resmi bergabung dengan PSI Surabaya setelah dipecat PDIP usai menemui Jokowi. Ia menerima KTA PSI pada 10 Oktober 2026.

Achmad Hidayat Gabung PSI usai Dipecat PDIP setelah Temui Jokowi
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya Achmad Hidayat. ANTARA/HO-Tim Achmad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Eks kader PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya, Achmad Hidayat resmi bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia bergabung ke PSI usai dipecat sebagai kader PDIP setelah diketahui mengunjungi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Achmad Hidayat menjelaskan pada awalnya ia menghubungi kader PSI Surabaya Josiah Michael. Lalu bertemu di sebuah warung kopi.

“Kenapa kok dipilih tempat warung kopi itu ya, gayanya arek Surabaya untuk mencari titik temu ya, dengan cangkruk, ngopi seperti itu,” ujar Achmad, Senin (12/10/2026).

Tidak hanya itu, Achmad mengaku juga bertemu dengan dua kader PDIP Surabaya, yaitu Arief Wirawan dan Eusebius Purwadi. Mereka memiliki maksud yang sama yakni bergabung dengan PSI.

“Pak Purwadi itu Wakil Sekretaris DPC aktif juga Badan Pemenangan Saksi Nasional Kota Surabaya, yang satunya mantan Ketua PAC Tambaksari Pak Arif Wirawan,” jelasnya.

Achmad mengaku bahwa sebelumnya memang kerap berdiskusi terkait kondisi partai di Surabaya. Dari hasil diskusi ketiganya sepakat bahwa PDIP hanya memanfaatkan kader di akar rumput sebagai penghasil suara.

“Banyak akar rumput menyampaikan seakan hanya dijadikan mesin suara, padahal tujuan berpartai bukan itu. Ya, melayani masyarakat, membentuk ekosistem demokrasi, enggak toksik kan begitu,” ujarnya.

Akhirnya, Achmad memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai kader PSI Surabaya. Selanjutnya, dia menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) partai tersebut, Sabtu (10/10).

“Saya yang mendaftar sendiri. Diberikan KTA PSI hari Sabtu, malam Minggu,” ucapnya.

Achmad Hidayat sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya masa bakti 2019-2024, yang kemudian diperpanjang pada 2025.

Ia mengunjungi rumah Jokowi pada Juli 2026, lalu mengunggah momen tersebut ke akun Instagram pribadinya.

Sebulan berselang, muncul usulan pemecatan dari DPC PDIP Kota Surabaya kepada DP PDIP, yang berujung pemanggilan Achmad pada 26 Agustus 2026 untuk menjalani klarifikasi di hadapan Komite Etik dan Disiplin PDIP.

Usai menjalani pemeriksaan, Achmad bersama sejumlah kader menyampaikan pernyataan sikap yang memuat tiga poin dalam perjalanan pulang ke Surabaya: permintaan pengembalian hak-hak pengurus DPC, PAC, dan Ranting yang ikut memenangkan pemilu; usulan rehabilitasi keanggotaan Jokowi di PDIP; serta permintaan pengawalan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.

Usulan rehabilitasi itu turut diunggah Achmad dalam bentuk surat terbuka di akun Instagram pribadinya pada 27 Agustus 2026.

SK pemecatan Achmad kemudian terbit dengan nomor 105/KPTS/DPP/2026, ditetapkan di Jakarta pada 4 September 2026, dan diteken Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.

Baca juga artikel terkait PSI atau tulisan lainnya dari Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Penulis: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Editor: Dipna Videlia Putsanra