Zona Merah Corona Jakarta dan Kondisi RS Rujukan DKI Terkini 2021

Oleh: Riyan Setiawan - 25 Juni 2021
Dibaca Normal 3 menit
Pemprov DKI Jakarta menyebutkan daftar zona merah di Jakarta dan kondisi terkini RS rujukan COVID-19 akibat kasus Corona yang makin meledak.
tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria mengatakan zona merah Corona Jakarta sudah terjadi pada hampir seluruh wilayah tersebut. Berdasarkan catatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI per Kamis, 24 Juni, terdapat 2.116 RW yang saat ini berstatus zona merah.

Berdasarkan data laman corona.jakarta.go.id, hingga saat ini ada 2.166 RW dengan memiliki kasus positif aktif yang tersebar di Jakarta Utara sebanyak 349 RW, Jakarta Timur 568 RW, Jakarta Selatan 480 RW, Jakarta Pusat 285 RW dan Jakarta Barat sebanyak 484 RW.

Kemudian ditemukan sebanyak 6.611 RT rawan, sebagai dasar perhitungan untuk penerapan pengetatan. Sejumlah RT tersebut tersebar di Jakarta Utara sebanyak 1.061 RT, Jakarta Timur 1.594 RT, Jakarta Selatan 1.325 RT, Jakarta Pusat 892 RT, Jakarta Barat 1.733, dan Kepulauan Seribu 6 RT.

"Ya terjadi peningkatan, dari yang sebelumnya. Jadi dari 267 kelurahan itu, 265 kelurahan ini positif, tinggal dua kelurahan lagi yang tidak positif," kata Riza di Balai Kota DKI, Kamis, (24/6/2021) malam.

Zona merah Corona Jakarta terjadi lantaran penambahan kasus positif pada 24 Juni tembus 7.505 kasus. Angka ini merupakan penambahan kasus tertinggi dalam sehari, di mana dalam beberapa waktu berada pada kisaran 3.000-5.000 kasus.

Jumlah kasus tersebut terdapat di beberapa daerah Ibu Kota: Kepulauan Seribu 2 kasus, Jakarta Barat 1.550 kasus, Jakarta Pusat 836 kasus, Jakarta Selatan 1.105 kasus, Jakarta Timur 2.310 kasus, dan Jakarta Utara 954 kasus, serta data kasus yang masih proses sebanyak 748. Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Ciracas 350 kasus, Cipayung 341 kasus, Kembangan 322 kasus, dan Pulo Gadung 305 kasus.

Dwi menuturkan, tren kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih bertambah. Sebanyak 15 persen dari 7.505 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, dengan rincian: 830 kasus adalah anak usia 6 - 18 tahun dan 282 kasus adalah anak usia 0 - 5 tahun. Sedangkan 5.775 kasus adalah usia 19 - 59 tahun dan 618 kasus adalah usia 60 tahun ke atas.

“Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anak lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin melakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Dwi Oktavia, di Balai Kota, Jakarta Pusat.



Kemudian, Dwi mengatakan jumlah kasus aktif di Jakarta pada hari ini naik sejumlah 5.195 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 40.900 (orang yang dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 494.462 kasus.

Dari jumlah kasus positif, total orang dinyatakan sembuh sebanyak 445.450 dan total 8.112 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7 persen.

Dwi turut memaparkan jumlah klaster di Jakarta. Untuk klaster perkantoran pada 14-20 Juni, ditemukan sebanyak 576 kasus positif dari 105 kantor. Sedangkan, untuk klaster keluarga pada 14-20 Juni sebanyak 10,967 orang positif dari 912 keluarga.

“Kami juga menyarankan warga mengurangi mobilitas, taati aturan bekerja dari kantor sebanyak 25 persen dan sisanya bekerja dari rumah. Keluar rumah jika benar-benar penting, tentu kita ingin jika semua kasusnya bertambah terus,” jelas dia.

Kondisi Terkini RS Rujukan COVID-19 Jakarta



Dinkes DKI juga menjelaskan angka keterisian tempat tidur isolasi di 140 Rumah Sakit rujukan COVID-19 DKI Jakarta. Data per Rabu (23/6/2021) menyentuh 90 persen atau 8.874 pasien dari kapasitas 9.852 tempat tidur isolasi.

Sementara tempat tidur ICU telah terisi 86 persen atau 1.048 pasien dari total kapasitas 1.218 tempat tidur.

"Jumlah keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU di RS rujukan COVID-19 di Jakarta juga hampir penuh," ucapnya.

Dwi menjelaskan Pemprov DKI akan terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam menyiapkan fasilitas isolasi mandiri terkendali di sejumlah wilayah.

Seperti Rusun Nagrak yang punya kapasitas 2.500 tempat tidur, Wisma di Graha TMII, dan Graha Ragunan, hingga penyediaan GOR sebagai tempat isolasi mandiri.

Berdasarkan data perkembangan pasien tanpa gejala (OTG) di Graha Wisata Ragunan per 25 Juni sebanyak 121 orang. Jumlah kapasitas sebanyak 78 kamar, terpakai 62 kamar dan saat ini tersedia 16 kamar

Kemudian untuk pasien OTG di Graha Wisata Taman Mini, per 25 Juni 2021 sebanyak 93 orang. Pada tempat isolasi tersebut, jumlah kapasitas sebanyak 41 kamar. Saat ini keterisian sudah penuh yaitu terpakai 41 kamar.

Melihat kasus COVID-9 di DKI Jakarta terus melonjak dan tingkat keterisian hampir penuh, Dinkes DKI Jakarta menginstruksikan para direktur dan kepala rumah sakit di ibu kota untuk menyediakan aula hingga tenda darurat untuk menampung pasien.

Dinkes DKI meminta seluruh rumah sakit untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan keberadaan ruangan berkapasitas besar seperti auditorium, aula, ruang pertemuan, ruang serba guna, dan lain-lain untuk diubah menjadi ruang perawatan COVID-19.

"Dengan tetap memerhatikan zonasi rumah sakit dan alur pelayanan pasien COVID-19 sesuai kaidah pencegahan dan pengendalian infeksi," tulisnya.

Kemudian rumah sakit diminta mendirikan tenda darurat berkapasitas besar pada ruang terbuka di lingkungan rumah sakit seperti halaman, tempat parkir, sarana olahraga, dan lain-lain sebagai area rumah sakit darurat yang berfungsi sebagai perluasan ruang perawatan atau IGD COVID-19.

Lalu, Direktur dan Kepala rumah sakit menetapkan area tambahan tersebut sebagai area perawatan atau IGD COVID-19.

"Segera menyampaikan kebutuhan bantuan tenda, velbed, obat-obatan, perbekalan kesehatan dan alat-alat kesehatan lainnya terkait pelayanan COVID-19 kepada Dinkes DKI Jakarta," terangnya.


Baca juga artikel terkait ZONA MERAH CORONA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Maya Saputri
DarkLight