Zinedine Zidane Bukanlah Pelatih Terbaik Real Madrid Musim Ini

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 20 Mei 2019
Dibaca Normal 2 menit
Florentino Perez menjanjikan Zidane sebagai solusi untuk memperbaiki sisa musim Real Madrid, namun faktanya rapor pelatih asal Perancis itu tidak lebih baik ketimbang Santiago Solari.
tirto.id - Setelah serangkaian rapor buruknya, Real Madrid menutup musim kompetisi 2018/2019 dengan begitu tragis. Dalam pertandingan terakhir Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Ahad (19/5/2019) malam, Los Blancos dipecundangi Real Betis dua gol tanpa balas.

Loren Moron dan mantan penggawa El Real, Jese Rodriguez berhasil menyarangkan masing-masing satu gol ke gawang Keylor Navas.

"Bukan berarti kami tidak ingin menang, kami memang tidak mampu untuk menang. Sisi terbaiknya, musim ini telah berakhir dan saatnya mencari solusi agar musim depan segalanya dapat berubah," tutur pelatih Zinedine Zidane usai pertandingan.

Saat menjamu Betis, penampilan Real Madrid memang acak-acakan. Tak cuma dalam hal penguasaan bola (47:53 persen), jumlah umpan dan peluang Luka Modric dan kawan-kawan kalah telak. Bahkan dalam aspek tembakan tepat sasaran, angka yang ditorehkan tuan rumah (2) jauh tertinggal dari torehan Real Betis (7).

Ditanyai seputar kendala utama atas statistik buruk itu, Zidane tidak memberi jawaban berarti. Pelatih yang mengantongi lisensi UEFA Pro sejak 2015 itu mengatakan permasalahan timnya saat ini 'terlalu rumit' untuk dijelaskan.

"Yang jelas musim ini kami harus menerima kenyataan bahwa segalanya begitu buruk. Rasanya sangat sulit sejak awal musim, dan semua berakhir di saya, itulah kenyataannya," pungkas Zidane.

Perkataan Zidane ada benarnya. Sejak awal musim, penampilan Real Madrid tidak begitu menjanjikan. Namun, bukankah tugas Zidane adalah untuk memperbaiki hal itu?


Solari Lebih Unggul

Sejak awal kedatangan Zidane, Presiden Real Madrid, Florentino Perez mengatakan kalau tugas mantan nakhoda Real Madrid Castilla itu adalah memperbaiki performa Real Madrid di sisa musim, terutama setelah kegagalan dua manajer sebelumnya: Julen Lopetegui dan Santiago Solari.

"Zidane adalah orang yang bisa menghadirkan antusiasme, tidak cuma di Spanyol tapi di dunia. Kami harus memperisapkan diri untuk laga berikutnya dan mengakhiri musim dengan baik," kata Perez saat memperkenalkan Zidane Maret lalu.

Dan pada kesempatan yang sama, Zidane menjawab tugas itu dengan janji yang tegas.

"Ada 11 pertandingan tersisa [di Liga Spanyol] dan saat ini kami ingin finis sebaik mungkin," ucapnya, seperti dilansir The Guardian.

Waktu berlalu dan rupanya Zidane urung menunjukkan realisasi atas janji-janjinya. Dari 11 pertandingan, Zidane cuma menang lima di antaranya. Dua pertandingan lain berakhir imbang dan sisanya (empat laga) selalu berujung kekalahan.

Jika dirata-rata, rasio kemenangan Zidane di Real Madrid musim ini bahkan cuma menyentuh angka 45 persen. Zidane cuma bisa menghasilkan 17 angka dari kemungkinan terbesar (33 poin). Artinya, capaian rasio poin pria berpaspor Perancis itu cuma menyentuh 51,1 persen.

Rasio poin Zidane memang lebih baik jika dibandingkan pelatih pertama El Real musim ini, Julen Lopetegui. Dalam masa baktinya di Bernabeu, eks pelatih Timnas Spanyol itu cuma bisa meraih 14 poin dari kemungkinan angka maksimal 30. Rasio poin Lopetegui cuma 46,6 persen.

Namun, jika dibandingkan dengan performa pelatih kedua El Real, Santiago Solari, angka yang ditorehkan Zidane rupanya jauh lebih buruk. Sepanjang menakhodai El Real, Solari punya rasio poin Liga Spanyol 72,54 persen. Pelatih yang juga pernah membela Real Madrid sebagai pemain itu mampu merengkuh 37 angka dari kemungkinan poin maksimal 51.

Dalam hal rasio kemenangan, rapor Solari juga jauh lebih baik dari Zidane. Meraih 18 kemenangan dari 28 laga di semua kompetisi, rasio kemenangannya adalah 64,2 persen (Zidane cuma 45 persen).


Bisa Saja di Urutan Delapan

Saking ambisiusnya menakar performa Zidane, analis sepakbola Tifo Football, Euan McTear sempat bikin hitung-hitungan menarik dalam sebuah kolom di Marca. McTear merekapitulasi torehan poin seluruh klub Liga Spanyol hanya dalam kurun 11 pertandingan terakhir (periode Zidane melatih). Hasilnya, posisi El Real tidak begitu bagus.

Dengan torehan 17 poin, Madrid cuma menempati urutan delapan, terpaut tujuh angka dari Barcelona yang berada di urutan teratas. Jumlah poin Los Blancos di periode kepelatihan Zidane bahkan lebih rendah dibanding klub-klub macam Valencia, Atletico, Espanyol, Sevilla, Bilbao, hingga Villareal.

"Zinedine Zidane melatih selama 11 laga terakhir dan terlihat tidak terlalu mendapat banyak kesuksesan," tulis McTear dalam kolom tersebut.

McTear kemudian membandingkan posisi era Zidane dengan era Solari. Lagi-lagi Solari terbukti lebih baik. Di periode kepelatihannya, dia mampu mendulang 37 poin, atau cuma kalah dari Barcelona. Artinya, khusus di periode kepelatihan Solari, Real Madrid merupakan tim dengan torehan poin terbanyak kedua di Liga Spanyol.


Statistik itu, menurut McTear, kembali menegaskan kalau Solari punya rapor yang jauh lebih mentereng ketimbang Zidane musim ini. Namun, McTear juga tidak menampik bahwa sebaik apapun rapornya, Solari memang tak cukup menjawab ekspektasi.

"Meski Solari punya rapor kedua terbaik di liga, sepanjang masa menjabatnya dia tidak terlalu impresif. Dia tetap berada di belakang Barcelona, rival abadi yang selalu dijadikan patokan," tulis Mc Tear.

Setelah dipimpin tiga pelatih berbeda, Real Madrid akhirnya finis di peringkat tiga klasemen akhir Liga Spanyol, sama dengan musim lalu. Kendati pun demikian, torehan poin mereka (68) jauh lebih rendah dari musim sebelumnya (76). Tugas berat menanti Zidane karena jika tidak segera berbenah, El Real bisa terancam gagal membendung ambisi besar Barcelona: meraih gelar juara liga tiga kali beruntun.


Baca juga artikel terkait LIGA SPANYOL atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Mufti Sholih