Menuju konten utama

Yusril Ihza Mahendra Sarankan Golkar Bersabar

Mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, menyarankan semua pihak yang terlibat dalam polemik Partai Golkar untuk bersabar menunggu putusan pengadilan. Jika hal tersebut dilakukan, Yusril percaya bahwa masalah yang mendera partai beringin itu bisa segera diselesaikan.

Yusril Ihza Mahendra Sarankan Golkar Bersabar
Yusril Ihza Mahendra. Antara foto/Sigid Kurniawan

tirto.id - Mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, menyarankan semua pihak yang terlibat dalam polemikPartai Golkar untuk bersabar menunggu putusan pengadilan. Jika hal tersebut dilakukan, Yusril percaya bahwa masalah yang mendera partai beringin itu bisa segera diselesaikan.

Internal Partai Golkar saat ini masih terbelah menjadi dua, yakni kubu Aburizal Bakrie (ARB) dengan kubu Agung Laksono. Yusril Ihza Mahendra sendiri bertindak sebagai kuasa hukum kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali pimpinan ARB.

"Saya katakan dulu, kalau semua pihak sabar menunggu putusan pengadilan, masalah Golkar itu selesai," tandas Yusril Ihza Mahendra di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan kubu Golkar hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra menilai keputusan tersebut sudah sangat tepat.

"Iya, sudah jelas kan. Memang seharusnya begitu. MA telah memberikan putusan yang tepat kalau Munas Bali itu sah," sebut tokoh yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara serta Menteri Hukum dan Perundang-undangan ini.

Tak hanya itu, Yusril Ihza Mahendra juga menghimbau kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk menarik kembali Surat Keputusan (SK) perpanjangan kepengurusan Golkar hasil Munas Riau.

"Harus segera dicabut. Sekarang kan sudah ada yang final dan mengikat, jadi SK perpanjangan itu sudah tidak tepat lagi dipakai," tukasnya.

Partai Golkar sendiri berniat menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada April 2016 nanti untuk menuntaskan polemik internal yang selama ini terjadi. Terkait rencana Munaslub Golkar, Yusril Ihza Mahendra enggan berkomentar.

"Tapi kalau mereka mau menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa lagi itu bukan bagian saya mengomentari, itu urusan internal Golkar," elak Ketua Umum Partai Bintang Bulan (PBB) yang berencana maju ke Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 ini.

"Itu urusan mereka. Kalau ditanya soal Munas, saya sebagai ketua Partai Bulan Bintang menghormati urusan Partai Golkar," ulang Yusril menegaskan.

Baca juga artikel terkait GOLKAR atau tulisan lainnya

Reporter: Iswara N Raditya