Menuju konten utama

Yusril Enggan Ungkap Alasan Bocorkan Chat dengan Rizieq Shihab

Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra enggan mengungkap motif tindakannya membocorkan percakapan pribadi dirinya dengan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Yusril Enggan Ungkap Alasan Bocorkan Chat dengan Rizieq Shihab
Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra. tirto.id/Andrey Gromico.

tirto.id - Ketua Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra tidak mau menjawab dengan tegas motif tindakannya membocorkan percakapan pribadi dirinya dengan Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Dia malah meminta hal itu ditanyakan langsung kepada Rizieq Shihab.

"Anda tanya Rizieq dong. Dia yang mulai nyerang kok!" kata Yusril kepada reporter Tirto, Rabu (3/4/2019).

Yusril lantas menyodorkan video Rizieq yang disebarkan melalui akun YouTube Front TV. Dalam akun tersebut, Rizieq menuduh Yusril berbohong.

"Itu adalah bohong. Jadi tidak benar,” kata Rizieq dalam wawancaranya bersama Front TV yang videonya diunggah di Youtube pada Senin (1/4/2019).

Rizieq menegaskan bahwa komunikasi dengan Yusril berlangsung 2 tahun lalu, yaitu pada 2017.

Rizieq juga berkomunikasi dengan utusan yang dikirim Yusril untuk menemuinya di Mekkah, Arab Saudi. Namun, dia tidak menyatakan bahwa pernah melakukan komunikasi via WhatsApp.

“Saya hanya berkomunikasi lewat telepon dengan Yusril Ihza Mahendra satu kali, itu pun bukan dalam konteks soal Prabowo karena komunikasi ini terjadi 2 tahun lalu,” ujarnya.

Justru Rizieq mengungkapkan dalam komunikasinya itu, Yusril menawarkan untuk menyampaikan pesan kepada Presiden Jokowi. Saat itu Rizieq mengetahui jika Yusril kerap bertemu dengan Jokowi untuk membahas soal kriminalisasi ulama dan aktivis yang terjadi di Indonesia.

“Jadi kalau Pak Yusril mengatakan sering telepon saya, sering komunikasi itu bohong, tidak ada komunikasi selain itu,” katanya lagi.

Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan lainnya dari Felix Nathaniel

tirto.id - Politik
Reporter: Felix Nathaniel
Penulis: Felix Nathaniel
Editor: Maya Saputri