Yohana Yembise Puji Bidan Mampu Kurangi Kematian Bayi

Oleh: Yulaika Ramadhani - 8 Oktober 2017
Dibaca Normal 1 menit
Salah satu faktor penyebab kematian pada bayi adalah kurangnya perawatan kulit pada bayi yang bisa diatasi melalui pemijatan bayi
tirto.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise memuji usaha 600 bidan di Indonesia untuk mengurangi angka kematian bayi melalui pelatihan stimulasi pijat bayi atau infant massage.

Hal tersebut dikatakan Menteri Yohana saat menghadiri Pemecahan Rekor Dunia Guinness World Record untuk Pelatihan Stimulasi Pijat Bayi terbesar dengan lebih dari 600 Bidan Indonesia di Jakarta.

"Saya mengapresiasi usaha 600 bidan Indonesia yang telah memecahkan rekor dunia Guinness World Record melalui pelatihan pijat bayi. Hal ini berarti bidan di Indonesia berkomitmen dalam mengurangi angka kematian bayi, dan merupakan upaya dalam mendukung salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs) dalam rangka menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) sekurang-kurangnya 12 per 1.000 kelahiran hidup pada 2030. Berdasarkan survei demografi dan Kesehatan Indonesia di tahun 2012, tercatat bahwa angka kematian bayi di Indonesia yaitu 32 per 1.000 kelahiran, artinya satu dari 31 bayi meninggal sebelum mencapai usia satu tahun," kata Yohana melalui siaran persnya di Jakarta, Minggu (8/10/2017) dilansir Antara.

Menteri Yohana mengatakan salah satu faktor penyebab kematian pada bayi adalah kurangnya perawatan kulit pada bayi yang bisa diatasi melalui pemijatan bayi.

"Salah satu faktor yang menyebabkan kematian pada bayi adalah kurangnya perhatian terhadap perawatan kulit selama masa neonatal yang mengakibatkan sepsis pada kulit bayi. Padahal banyak nyawa bayi yang bisa terselamatkan melalui pemijatan bayi yang jika dilakukan di tahun pertama mampu membantu perkembangan fisik dan kesehatan bayi," kata Yohana.

Yohana juga menyinggung mengenai perempuan yang menghadapi peran ganda. Menurut data BPS tahun 2016, dari seluruh ibu yang memiliki anak usia di bawah dua tahun yang sedang menyusui, 31 persen diantaranya terjun ke dunia kerja.

Status peran ganda pada perempuan berpengaruh terhadap kesehatan anak-anak mereka. Di satu sisi, perempuan harus menjalankan tugasnya sebagai ibu yang bekerja, di sisi lain harus memenuhi hak anaknya untuk mendapatkan ASI guna mencukupi asupan gizi anak agar anak tumbuh dan berkembang dengan baik.

Lebih lanjut lagi, Yohana mengatakan bahwa Kementerian PPPA telah melakukan kebijakan pengembangan kabupaten dan kota layak anak (KLA) yang salah satu indikatornya adalah program "Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA)".

Dengan adanya indikator tersebut dalam pengembangan KLA, diharapkan mendorong pemerintah daerah dalam meningkatkan angka cakupan ASI Eksklusif pada anak dan meningkatkan sarana dan prasarana laktasi untuk ibu menyusui di tempat umum dan tempat kerja di seluruh kabupaten/kota.

Yohana juga memuji usaha lembaga, organisasi kemasyarakatan dan media dalam menurunkan Angka Kematian Bayi di Indonesia.

"Saya berterima kasih kepada kementerian dan lembaga, organisasi kemasyarakatan, media yang telah memberikan kepedulian dan komitmennya untuk memperjuangkan terpenuhinya hak anak-anak Indonesia dan menurunkan angka kematian bayi di Indonesia," kata Yohana.

Baca juga artikel terkait BAYI atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Yulaika Ramadhani
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani