Menuju konten utama

Xiaomi Bukukan Total Pendapatan Rp104,8 Triliun pada Q2 2019

Pendapatan total Xiaomi pada Q2 2019 mengalami peningkatan tahun ke tahun (YoY) sebesar 14,8 persen.

Xiaomi Bukukan Total Pendapatan Rp104,8 Triliun pada Q2 2019
Gerai penjualan Xiaomi di Shenyang, Cina (7/4/18). REUTERS/Stringer

tirto.id - Xiaomi mengumumkan laporan keuangan sepanjang kuartal kedua 2019, Rabu (21/8/2019). Perusahaan berbasis di Cina ini berhasil membukukan total pendapatan sekitar 51,95 miliar yuan atau setara Rp104,86 triliun (kurs Rp2.018).

Dengan pendapatan itu, Xiaomi mengaku mengalami peningkatan tahun ke tahun (YoY) sebesar 14,8 persen. Keberhasilan ini tak lepas dari keberhasilan strategi dual-engine yang berpaku pada smartphone + AIot (Artificial Intelligence of Things).

“Berkat usaha keras Xiaomi, kami mampu mencapai pertumbuhan bisnis yang solid, mencetak laba, dan menjadi perusahaan termuda dalam Fortune Global pada tahun 2019, walaupun menghadapi tantangan ekonomi global,” kata CEO Xiaomi, Lei Jun melalui rilis tertulis yang diterima Tirto, Rabu (21/8).

Sepanjang kuartal kedua 2019, Xiaomi meraup laba kotor sekitar 7,26 miliar yuan atau setara Rp14,65 triliun. Artinya, meningkat 28,4 persen dari tahun ke tahun. Adapun laba bersih Xiaomi mencapai sekitar 1,96 miliar yuan atau setara Rp3,95 triliun.

Berbicara keuntungan bersih non-IFRS, Xiaomi mengantongi sekitar 3,64 miliar yuan atau setara Rp7,34 triliun, meningkat 71,7 persen dari tahun ke tahun. Sementara untuk keuntungan per saham adalah 0,082 yuan atau sekitar Rp165,517.

“Kedepanya kami akan selalu memperkuat kapabilitas dari litbang dan investasi kami dalam memanfaatkan kesempatan yang besar dari kehadiran pasa 5G dan AIoT serta upaya yang kuat untuk mencapai cita-cita perusahaan,” tutup Lei Jun.

Pada kesempatan yang sama, Xiaomi juga mengumumkan hasil kinerja keuangan perusahaan pada semester pertama 2019.

Dalam periode tersebut, total pendapatan perusahaan meningkat sebesar 20,2 persen atau sekitar 95,71 miliar yuan atau setara Rp193,19 triliun.

Dari jumlah itu, pendapatan yang berasal dari bisnis internasional mencapai 38,6 miliar yuan atau setara Rp77,91 triliun, yang berkontribusi lebih dari 40 persen dari total pendapatan tersebut.

Mengenai laba bersih non-IFRS mencapai 5,72 miliar yuan atau Rp11,54 triliun, meningkat sebesar 49,8 persen dari pertumbuhan tahun ke tahun.

Baca juga artikel terkait XIAOMI

tirto.id - Teknologi
Sumber: Siaran Pers
Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH