WRI Indonesia Rilis Aplikasi EMISI Versi Terbaru

Penulis: Yandri Daniel Damaledo - 18 Agu 2021 15:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
EMISI dapat membantu individu dan organisasi untuk menghitung, mencatat, mengurangi, dan menyerap emisi pribadi.
tirto.id - WRI Indonesia kembali saja meluncurkan aplikasi EMISI versi terbaru pada hari ini, Rabu (18/8).

Aplikasi ini dapat membantu individu dan organisasi menghitung, mencatat, mengurangi, dan menyerap emisi dari aktivitas sehari-hari, yakni kegiatan transportasi, pembelian pakaian, konsumsi pangan, penggunaan listrik, serta sampah yang dihasilkan.

“Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun lalu, kami memperkenalkan aplikasi EMISI dengan fitur penghitungan emisi dari sektor transportasi dan penyerapan emisi melalui penanaman pohon," tutur Nanda Noor, Penanggung Jawab Program Pengimbangan Emisi WRI Indonesia, dalam rilis yang diterima Tirto, Rabu (18/8).

"Kami menambah fitur dalam aplikasi EMISI versi terbaru yang diluncurkan hari ini, yakni sektor pakaian, pangan, listrik, dan sampah, untuk memberikan lebih banyak pilihan mudah bagi siapapun yang ingin melakukan aksi untuk menjadi #PejuangBumi - menyelamatkan Bumi kita dari bahaya krisis iklim, dimulai dari gaya hidup diri sendiri karena setiap pola konsumsi dan gaya hidup kita mengeluarkan emisi gas rumah kaca,” tambahnya.

Tidak hanya menghitung dan mencatat emisi yang kita hasilkan, aplikasi ini juga memudahkan pengguna untuk belajar cara-cara mengurangi emisi sebelum menyerapnya dengan menanam pohon.

Setiap aksi iklim perlu dihitung secara akuntabel dan transparan, agar dampaknya dapat dikelola dengan baik. Teknologi seperti mobile smartphone juga memfasilitasi edukasi dan aksi ini agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Bagi pengguna yang tidak dapat menanam sendiri, aplikasi EMISI bekerja sama dengan berbagai mitra untuk membantu kegiatan penanaman dan perawatan pohon.

Saat ini, WRI Indonesia bermitra dengan WeCare.id, Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), Yayasan Carbon Ethics, Yayasan Forum Konservasi Leuser, dan Yayasan Mitra Aksi.

Bersama kampanye lainnya di bawah Inisiatif Pengurangan dan Penyerapan Emisi, WRI Indonesia telah memfasilitasi penanaman lebih dari 17 ribu pohon di berbagai lokasi di Indonesia, yang berpotensi menyerap karbon dioksida sebesar 1.110 tonCO2 atau setara dengan emisi dari yang dikeluarkan dari perjalanan mobil pribadi mengelilingi bumi sebanyak 114 kali.

Aplikasi EMISI WRI Indonesia saat ini sudah bisa diunduh secara gratis di Android dan iOS.

Versi terbaru dari aplikasi EMISI ini diluncurkan bersamaan dengan diskusi panel bertajuk “Mulai Aksi untuk Bumi dari Gaya Hidup Sehari-hari” pada Selasa, 17 Agustus 2021. Diskusi dapat disaksikan kembali di bit.ly/RekamanDiskusiEMISI.

Acara diskusi ini merupakan pembuka dari rangkaian webinar edukatif yang diselenggarakan selama tiga hari, pada 17-19 Agustus 2021.

Pada hari kedua dan ketiga, akan diselenggarakan sesi workshop untuk membahas lebih dalam tentang implementasi aksi iklim dari sektor pangan, listrik, pakaian, dan limbah serta metode berbasis sains yang digunakan dalam aplikasi EMISI untuk menghitung dan menyerap emisi dari sektor gaya hidup tersebut.

Informasi lebih lanjut terkait workshop bisa didapatkan di sini. Publikasi terkait catatan teknis yang menjelaskan metode perhitungan dalam aplikasi EMISI dapat dilihat di sini.

Kami juga memiliki tulisan berisi penjelasan singkat mengenai pentingnya fitur-fitur terbaru dari aplikasi EMISI yang bisa diakses di sini.

Di Hari Kemerdekaan RI ke-76 ini, kita berharap ada lebih banyak pemuda Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga Bumi dan melawan krisis iklim serta menjadi agen perubahan, salah satunya melalui aplikasi EMISI ini.

Perubahan perilaku yang terlihat dari upaya sekecil apapun, jika dilakukan bersama-sama mulai dari individu, keluarga, dan komunitas terdekat, dapat menghasilkan dampak yang besar, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia.

Baca juga artikel terkait EMISI atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Bisnis)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yantina Debora

DarkLight