WNA dan Turis Tak Terkena Kebijakan IMEI Ponsel

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 10 Juli 2019
Pemerintah mempertimbangkan agar kebijakan IMEI ponsek ini tak sampai menghambat wisatawan asing ke Indonesia dan sektor pariwisata.
tirto.id - Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu, Heru Pambudi mengatakan, telepon seluler milik turis asing tetap bisa digunakan usai aturan International Mobil Equipment Identity (IMEI) berlaku pada Agustus 2019 nanti.

Dengan demikian, tak ada halangan untuk menggunakan ponsel meski IMEI-nya tak terdaftar bagi WNA.

Kepala Humas Dirjen Bea Cukai, Deni Surjantiro membenarkan, penjelasan Dirjen Bea Cukai dalam salah satu wawancara saluran televisi.

Ia menjelaskan, pemerintah mempertimbangkan agar IMEI ini tidak sampai menghambat wisatawan asing ke Indonesia dan pariwisata.


Hal yang sama, kata Deni, juga berlaku bagi WNA yang masuk ke Indonesia untuk urusan bisnis dan investasi. Namun, pada saat yang sama kebijakan ini memang memudahkan lembaganya untuk mengawasi masuknya ponsel ilegal.

"Iya itu benar [kata Pak Dirjen]. IMEI tidak akan menyasar ponsel turis asing. Kan kita mau mendorong wisatawan asing ke Indonesia. Jadi jangan sampai wisatawan dan investor yang berkunjung ke negara kita berkurang," ucap Deni saat dikonfirmasi oleh reporter Tirto, Rabu (10/7/2019).

Dalam implementasinya, kata dia, akan ada mekanisme khusus yang akan disiapkan pemerintah.

Dalam aturan ini, ponsel turis dan WNA yang memiliki urusan bisnis dan investasi tetap dapat digunakan.

"Iya itu bisa dibilang begitu. Jadi nanti akan ada mekanisme agar ponsel turis asing atau investor yang datang itu tetap dapat digunakan," ucap Deni.

Kendati demikian, Deni belum dapat menjelaskan detail mengenai aturan ini. Ia mengatakan penjelasan lebih lanjut adalah kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Untuk lebih jelas kebijakan IMEI ini bisa bertanya ke Kominfo," ucap Deni.



Baca juga artikel terkait KEBIJAKAN IMEI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Zakki Amali
DarkLight