Menuju konten utama

Wijaya dan Waskita Karya Ikut Tagih Utang ke Pemerintah

Dirut Wijaya Karya Agung Budi Waskito menagih dana talangan pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp59,9 miliar, sementara Dirut Waskita Destiawan Soewardjono mencatat pemerintah masih punya utang Rp3,71 triliun.

Wijaya dan Waskita Karya Ikut Tagih Utang ke Pemerintah
Gedung Waskita Karya. FOTO/Wikicommon

tirto.id - Dua anak usaha holding BUMN Konstruksi, Wijaya Karya dan Waskita Karya tagih utang ke pemerintah. Direktur Utama PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito menagih dana talangan pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp59,9 miliar. Sebelumnya jumlah pembebasan lahan tersebut memakan dana sekitar Rp1,27 triliun.

“Kami hanya mengelola satu jalan Tol Serang Panimbang sampai dengan Juni 2020, total dana talangan tanah yang sudah kami keluarkan Rp1,27 triliun untuk pembebasan lahan proyek Tol Serang Panimbang," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (1/7/2020).

Agung merinci jumlah dana pembebasan lahan yang telah cair atau dibayar pemerintah yakni Rp233,3 miliar pada 2018, Rp802,8 miliar pada 2019, dan 2020 sebanyak Rp174,6 miliar, sehingga masih kekurangan Rp59,9 miliar.

"Hingga Juni kami masih terdapat kekurangan pengembalian dana Rp59,9 miliar kalau dibanding Hutama dan Waskita kami paling kecil," terang dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono yang mencatat pemerintah masih punya utang sebanyak Rp3,71 triliun. Dana tersebut merupakan dana talangan yang digunakan untuk pembebasan lahan jalan tol yang belum dibayar pada perseroan.

"Outstanding dana talangan jalan tol Rp3,71 triliun di mana kepemilikan Waskita ada mayoritas BUJT Rp2,76 triliun dan minoritas Rp0,95 triliun," jelas dia di rapat yang sama.

Total dana talangan yang digunakan Waskita dalam melakukan pembebasan lahan beberapa proyek jalan tol mencapai Rp20,97 triliun. Namun oleh pemerintah hingga 26 Juni 2020 baru dibayarkan Rp17,26 triliun. Jadi hingga saat ini utang yang masih dimiliki pemerintah ke perseroan mencapai Rp3,71 triliun.

Baca juga artikel terkait UTANG PEMERINTAH atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Abdul Aziz