WHO Sebut Vaksin COVID-19 Belum Tersedia hingga Pertengahan 2021

Oleh: Maya Saputri - 5 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan uji klinis kandidat vaksin belum ada yang menunjukkan "sinyal jelas" dengan tingkat kemanjuran 50 persen.
tirto.id - Juru bicara Badan Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Harris menyebutkan tak satu pun dari kandidat vaksin dalam uji klinis lanjutan sejauh ini menunjukkan "sinyal jelas" sesuai dengan tingkat kemanjuran 50 persen standar WHO.

“Kami benar-benar tidak mengharapkan vaksinasi yang meluas sampai pertengahan tahun depan,” kata Harris dalam pengarahan PBB di Jenewa, Sabtu (5/9/2020), dilansir dari Reuters.

“Fase ketiga ini harus memakan waktu lebih lama karena kita perlu melihat seberapa protektif vaksin itu dan kita juga perlu melihat seberapa amannya,” tambahnya.

Ini merujuk pada fase dalam penelitian vaksin di mana uji klinis besar-besaran di antara manusia dilakukan. Harris tidak merujuk pada kandidat vaksin tertentu.

Semua data dari uji coba harus dibagikan dan dibandingkan, kata Harris. “Banyak orang telah divaksinasi dan yang tidak kami ketahui adalah apakah vaksin itu bekerja ... pada tahap ini kami tidak memiliki sinyal yang jelas apakah memiliki tingkat kemanjuran dan keamanan yang bermanfaat ...," dia menambahkan.

Aliansi vaksin WHO dan GAVI memimpin rencana alokasi vaksin global yang dikenal sebagai COVAX yang bertujuan untuk membantu membeli dan mendistribusikan suntikan secara adil. Fokusnya, memvaksinasi orang-orang yang paling berisiko tinggi di setiap negara seperti petugas kesehatan.

COVAX bertujuan untuk mendapatkan dan mengirimkan 2 miliar dosis vaksin yang disetujui pada akhir 2021. Namun, beberapa negara yang telah mengamankan pasokan mereka sendiri melalui kesepakatan bilateral, termasuk Amerika Serikat, mengatakan mereka tidak akan bergabung.

“Intinya, pintunya terbuka. Kami terbuka. Apa yang dimaksud dengan COVAX adalah memastikan semua orang di planet ini akan mendapatkan akses ke vaksin," kata Harris.

Sebelumnya, Rusia memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin COVID-19 pada Agustus setelah kurang dari dua bulan pengujian pada manusia. Hal ini mendorong beberapa ahli Barat untuk mempertanyakan keamanan dan kemanjurannya.

Pejabat kesehatan masyarakat AS dan Pfizer Inc mengatakan pada Kamis bahwa vaksin dapat siap untuk didistribusikan paling cepat akhir Oktober. Itu akan terjadi menjelang pemilihan AS pada 3 November di mana pandemi kemungkinan akan menjadi faktor utama di antara para pemilih yang memutuskan apakah Presiden Donald Trump memenangkan masa jabatan kedua.


Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Maya Saputri
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
DarkLight