Tirto Weekly,
Periode: 13-19 Desember 2025
TPA Cipeucang hanya mampu menampung antara 300-400 ton sampah per hari. Padahal, volume sampah yang dihasilkan Kota Tangsel sekitar 1.000 ton per hari.
Darurat Sampah Tangsel, Bukti Pengelolaan Abai?
Dicky menyebut lindi mengandung bakteri fekal seperti E. coli dan coliform, logam berat, serta zat toksik lainnya.
Ekonom menilai langkah yang lebih produktif seharusnya dilakukan dengan memperbaiki kualitas dan penyerapan belanja APBN.
Membunuh hewan atas nama kemanfaatan sudah seperti hal lumrah, apalagi dengan label manusia sebagai khalifah di Bumi. Padahal, mereka juga bisa berduka.
Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, hutan masih utuh, begitu ramai diungkapkan di berbagai media sosial. Bagaimana faktanya? Tentu saja tidak demikian.
Yogi mengatakan, salah satu masalah distribusi logistik bencana Sumatra ada di tahap akhir, yakni saat dari provinsi ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Meski terkesan menggeneralisasi, manusia pasti pernah kalah, sekecil apa pun. Hanya cara kalahnya saja yang berbeda. Dan, kitalah kumpulan wong kalah itu.
Universal Japanese Motorcycle mengacu kepada motor serbabisa yang populer di era 1970-an, di tengah motor AS dan Inggris yang dianggap tidak praktis.
Awas Hoaks, Miskonsepsi, atau Info Keliru
Ketika pasangan diperlakukan tidak adil, rasa marah dan kecewa terasa seperti menimpa diri sendiri. Setelah itu, sulit untuk kembali bersikap acuh tak acuh.
Fungsi pembuluh darah yang menurun akibat terlalu lama duduk bisa diatasi dengan minum cokelat kaya flavonol. Namun, ini bukan pengganti olahraga rutin.
Di kala bencana, memenuhi kebutuhan menstruasi adalah bagian penting dari upaya membangun pemulihan yang adil gender dan manusiawi.
Pendidikan vokasi sudah harus berorientasi pada sistem demand-driven. Model ini menempatkan kebutuhan pasar kerja sebagai dasar perencanaan.
Meski pemerintah terlihat seakan berdiri di sisi para aktivis, namun bagi pihak Delpedro dkk hal itu hanya sekedar 'pepesan kosong' belaka.
Luka Sumatera adalah luka Indonesia butuh upaya bersama dalam memulihkannya.
Rivalitas dan mental kerumunan membuat para suporter sepak bola sulit mengendalikan emosi hingga bertindak rusuh.
Pemulihan yang dilakukan itu bukan hanya fisik, tapi juga sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.
Artikel pilihan dalam format webstory