Advertorial

Warna-Warni di Jalanan

Oleh: Advertorial - 21 November 2018
Dibaca Normal 2 menit
Selain menyimbolkan hiruk-pikuk jalanan, wrapping baru juga menunjukkan bagaimana Corsa hadir sebagai andalan untuk menaklukan berbagai medan sekaligus memenuhi kebutuhan para pengendara di Indonesia
tirto.id - Apa yang tersisa dari hujan di Jakarta?

“Jalanan berlubang,” kata Reza kepada Tirto, Rabu (12/11/2018).

Reza adalah seorang karyawan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Setiap pukul 08.00, ia berangkat dari rumahnya di Bekasi menggunakan sepeda motor. Jarak dari rumah ke kantornya cuma 25 km, tetapi kemacetan lalulintas memaksanya menghabiskan 1,5 jam.

“Gue kena macet di Pasar Gembrong, Otista, dan Duren Tiga,” ujarnya.

Reza adalah satu dari 18 juta pengendara sepeda motor yang beredar di Jakarta setiap hari menurut data Perhimpunan Studi Pengembangan Wilayah. Data itu sejalan dengan hasil riset Inrix, lembaga analisis data lalulintas di seluruh dunia. Dalam laporan Traffic Scoreboad 2017, Inrix menempatkan Jakarta sebagai kota termacet kedua di Asia, setelah Bangkok. Di dalam negeri, Jakarta menempati peringkat pertama, disusul Bandung, Malang, Yogyakarta, dan Padang.

Jakarta yang macet dan akan terus diguyur hujan dalam sepekan mendatang menurut prakiraan cuaca BMKG cukup digambarkan dengan satu kata oleh Janti, seorang pekerja pendatang di ibukota. “Kacau,” ujarnya.

Dua seniman terkenal, Darbotz dan Hendra HEHE, menangkap “warna-warni” kota besar tersebut. Mereka menuangkan imajinasi pada wrapping Corsa, ban sepeda motor yang diproduksi PT. Multistrada Arah Sarana TBK. Wrapping adalah plastik kemasan ban, komponen pembungkus selain tire warmer yang berfungsi menjaga suhu ban.

Dalam wrapping baru ban-ban Corsa jenis tubeless, Darbotz, yang dikenal dengan karakter khas monster ball dengan dominasi hitam-putih, mengelaborasikan gagasannya tentang hiruk-pikuk kota besar. Darbotz punya reputasi sebagai seniman yang kerap mengikuti pameran di dalam dan luar negeri serta telah sukses berkolaborasi dengan brand-brand ternama seperti DC Shoes, G-Shock, dan Guiness.

“Karya gue tuh lebih banyak ngomongin kehidupan kota-kota besar, kesehariannya. Makanya gambar gue itu complicated, ruwet,” kata Darbotz. “Garis merah dan biru itu menggambarkan: seribet apapun lu bakal tetep nemuin jalan. Lu harus hadapi banyak hal dalam kehidupan sehari-hari, sebelum akhirnya sampai ke tujuan,” tambahnya.

Adapun Hendra HEHE, yang pernah mengikuti berbagai pameran di Indonesia, Malaysia, Singapura, Belanda, dan Amerika Serikat, menunjukkan ciri khasnya dengan pemakaian warna eksentrik dan karakter-karakter unik dalam desain wrapping baru Corsa jenis tubetype. Karya-karya Hendra menunjukkan pengaruh pop culture, lowbrow art, dan surealisme pop yang sangat mewakili generasi muda Indonesia hari ini. Karya-karyanya, menurut keterangan galeri Element Art Space, Singapura, mengesankan penerimaan dan keterbukaan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru sekaligus tetap menyadari ironi-ironi dalam hidup. Hendra HEHE pernah berkolaborasi dengan Luis Vuitton.

Dalam keterangan resmi kepada Tirto, Corsa menyampaikan bahwa selain menyimbolkan hiruk-pikuk jalanan, wrapping baru mereka juga menunjukkan bagaimana Corsa hadir sebagai andalan untuk menaklukan berbagai medan sekaligus memenuhi kebutuhan para pengendara di Indonesia.

Kerja sama dengan Darbotz dan Hendra HEHE merupakan penyempurna projek #AllNewCorsa, yang memperkenalkan ban dengan dinding-sisi (sidewall) berteknologi ban radial, empat kali lipat lebih lentur ketimbang ban kompetitor, dan cocok untuk pusparagam kondisi jalanan Indonesia. Kelenturan ban yang tinggi membuat sepeda motor lebih nyaman dikendarai. Wrapping baru ini tersedia untuk ban-ban reguler Corsa, baik tubeless maupun tubetype.

Brand Manager Corsa Salomon Manalu mengatakan, "Kami harap desain ini bisa memudahkan konsumen untuk mengenal produk kami. Dengan wrapping baru yang out of the box, konsumen akan lebih mudah mengidentifikasi produk kami dari produk lain. Desain ini pun merepresentasikan #CorsaRider yang ekspresif, muda, dan tangguh," ujarnya.

Infografik Advertorial Warna-Warni Jalanan Dalam Kemasan Ban


Musim Hujan dan Kelenturan Ban

Selain wrapping baru, Corsa tentu juga menghadirkan produk ban yang sesuai dengan kondisi cuaca di Indonesia. Pada musim hujan, misalnya, dibutuhkan ban motor yang tidak licin dan berdaya cengkeram kuat di aspal. Jika cengkeraman ban lemah, sangat berbahaya saat pengendara melakukan pengereman mendadak.

Paling tidak ada dua faktor yang memengaruhi performa ban di jalananan basah, yakni kelenturan (compound) dan alur (pattern) ban. Dua faktor inilah yang dihadirkan Corsa secara optimum.

Ban basah memilki karakter banyak alur vertikal sehingga akan bekerja lebih maksimal menggelinding di aspal. Alur vertikal pada ban ini berfungsi untuk membuang air sehingga lebih aman digunakan pengendara di aspal yang tergenang air.

Berbeda dari ban basah, ban kering memiliki alur vertikal lebih sedikit dengan dengan pola lebih variatif. Ban kering akan bekerja lebih maksimal di jalanan aspal kering dan membuat handling terasa nyaman.

Untuk menjawab kebutuhan pengendara ini, Corsa memiliki ban seri Platinum dalam versi tubeless dan tubetype. Corsa Platinum memiliki daya cengkeram sangat tinggi, baik di medan kering maupun basah, dan memudahkan handling.

Ban Corsa dibuat dengan bahan karet sintesis yang menjadikan umur ban lebih lama, dan itu berarti penghematan pengeluaran para pengendara. Adapun konstruksi dinding-sisi ban dirancang agar stabil saat pengendara bermanuver.